alexametrics
23.3 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

49,9 Ribu Liter Miras Dimusnahkan

HUKUM – Polres Bojonegoro bersama Forpimda memusnahkan barang bukti minuman keras (miras) jenis arak sebanyak 49,9 ribu liter. Puluhan ribu liter minuman haram tersebut merupakan hasil ungkap kasus penggerebekan produsen arak di Dusun Samben, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Bojonegoro pada akhir Desember 2017 lalu.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro menjelaskan bahwa 49,9 liter arak itu terdiri dari 46,2 ribu liter cairan fermentasi miras, 2,2 ribu liter cairan limbah miras, dan 3,4 ribu liter miras jenis arak siap edar. 

Miras jenis arak tersebut diproduksi oleh MKM, 52, warga Samben, Kecamatan Gayam yang dibantu oleh SN, 45, warga Semanding, Kabupaten Tuban.

Baca Juga :  Proses Anjab, TPP PNS Belum Cair

“Tersangka MKM sudah kita proses dan sudah kita limpahkan ke Kejaksaan,” jelasnya kemarin (31/1) di TPA Banjarsari.

Dia menjelaskan kronologis penggerebekan produsen arak tersebut berawal dari laporan masyarakat sekitar yang mencium aroma yang diduga arak di rumah milik MKM.

Ketika menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kepolisian langsung mengecek di lokasi dan ternyata memang benar ada aktivitas memproduksi arak di rumah MKM.

“Petugas saat mengecek di lokasi langsung mencium aroma menyengat dan langsung menggerebek saat sedang proses produksi arak,” katanya. 

Aktivitas pembuatan arak tersebut baru sekitar dua bulan. Adapun tersangka mengaku telah mengedarkan miras di wilayah Kecamatan Gayam, Kalitidu, Purwosari, Padangan, dan sekitarnya.

Baca Juga :  Bepergian Sambil Jepret Foto

Sementara itu, pihak Polres Bojonegoro akan terus melakukan tindakan preventif dan represif untuk penegakan hukum terkait peredaran miras di Bojonegoro.

“Peredaran miras merupakan penyakit masyarakat, jadi upaya penegakan hukum harus terus dilaksanakan,” tuturnya. 

Kedua pelaku dijerat pasal berlapis yakni Pasal 204 KUHP sekaligus Pasal 137 dan 135 UU Pangan dengan ancaman hukuman 20 tahun dan 5 tahun penjara.

Adapun pemusnahan disaksikan Ketua FKUB, Alamul Huda; Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bojonegoro, Nurul Azizah; perwakilan Kodim 0813; dan perwakilan Kejaksaan Negeri Bojonegoro.

HUKUM – Polres Bojonegoro bersama Forpimda memusnahkan barang bukti minuman keras (miras) jenis arak sebanyak 49,9 ribu liter. Puluhan ribu liter minuman haram tersebut merupakan hasil ungkap kasus penggerebekan produsen arak di Dusun Samben, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Bojonegoro pada akhir Desember 2017 lalu.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro menjelaskan bahwa 49,9 liter arak itu terdiri dari 46,2 ribu liter cairan fermentasi miras, 2,2 ribu liter cairan limbah miras, dan 3,4 ribu liter miras jenis arak siap edar. 

Miras jenis arak tersebut diproduksi oleh MKM, 52, warga Samben, Kecamatan Gayam yang dibantu oleh SN, 45, warga Semanding, Kabupaten Tuban.

Baca Juga :  Alokasikan 6 Ribu Sambungan Jargas

“Tersangka MKM sudah kita proses dan sudah kita limpahkan ke Kejaksaan,” jelasnya kemarin (31/1) di TPA Banjarsari.

Dia menjelaskan kronologis penggerebekan produsen arak tersebut berawal dari laporan masyarakat sekitar yang mencium aroma yang diduga arak di rumah milik MKM.

Ketika menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kepolisian langsung mengecek di lokasi dan ternyata memang benar ada aktivitas memproduksi arak di rumah MKM.

“Petugas saat mengecek di lokasi langsung mencium aroma menyengat dan langsung menggerebek saat sedang proses produksi arak,” katanya. 

Aktivitas pembuatan arak tersebut baru sekitar dua bulan. Adapun tersangka mengaku telah mengedarkan miras di wilayah Kecamatan Gayam, Kalitidu, Purwosari, Padangan, dan sekitarnya.

Baca Juga :  Lambatnya Penyerapan Bantuan Disabilitas

Sementara itu, pihak Polres Bojonegoro akan terus melakukan tindakan preventif dan represif untuk penegakan hukum terkait peredaran miras di Bojonegoro.

“Peredaran miras merupakan penyakit masyarakat, jadi upaya penegakan hukum harus terus dilaksanakan,” tuturnya. 

Kedua pelaku dijerat pasal berlapis yakni Pasal 204 KUHP sekaligus Pasal 137 dan 135 UU Pangan dengan ancaman hukuman 20 tahun dan 5 tahun penjara.

Adapun pemusnahan disaksikan Ketua FKUB, Alamul Huda; Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bojonegoro, Nurul Azizah; perwakilan Kodim 0813; dan perwakilan Kejaksaan Negeri Bojonegoro.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/