alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

214 Ribu Warga Belum E-KTP

BOJONEGORO – Jumlah warga Bojonegoro yang belum memiliki e-KTP masih cukup banyak. dinas kependudukan dan catatan sipil (dispendukcapil) mencatat ada 214.510 warga yang belum e-KTP.

Kasi Program dan Data Dispendukcapil Bojonegoro Handayani mengatakan, jumlah penduduk Bojonegoro yang sudah e-KTP sebanyak 934.010 jiwa. Jumlah itu dipastikan akan terus bertambah.

Sebab, dispendukcapil masih terus melakukan pencetakan. ”Tahun ini kami sudah mencetak 10 ribu keping,” jelasnya.

Dia menjelaskan, setiap hari pihaknya melakukan pencetakan blangko e-KTP sebanyak 350 lembar. Sehingga, warga yang belum e-KTP tersebut bisa segera memiliki e-KTP. ”Kami yakin segera tuntas,” jelasnya.

Menurut dia, saat ini posisi blangko e-KTP di dispendukcapil sudah habis. Namun, pihaknya sudah mengajukan lagi ke pusat. Jumlah yang diajukan sebanyak 10 ribu keping. ”Namun, tidak tahu berapa yang realisasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Cabuli Anak di Bawah Umur Sejak 2014, Ditangkap Polisi

Sejak awal Januari, dispendukcapil sudah menerima 9 ribu keping blangko. Namun, karena permintaan yang cukup banyak, maka blangko tersebut juga cepat habis.

”Warga yang belum bisa mencetak tidak perlu khawatir. Surat keterangan masih bisa digunakan,” jelasnya. Warga yang sudah melakukan perekaman namun tidak bisa melakukan pencetakan akan diberikan surat keterangan.

Surat tersebut berlaku selama enam bulan.  Setelah itu, harus diperbarui lagi. ”Jadi, suket itu ada masanya. Harus selalu dicek,” jelasnya.

Komisioner KPUK Bojonegoro Divisi Program dan Data Khudlori meminta dispendukcapil segera merampungkan proses e-KTP. Sebab, itu untuk akurasi data pemilih pilkada. ”Lebih aman memang menggunakan e-KTP. Meskipun suket masih bisa,” jelasnya.

Baca Juga :  51 Perempuan Bersaing Kursi Kades

Khudlori menjelaskan, suket memang bisa digunakan dalam pendataan pemilih. Namun, itu tetap masuk sebagai temuan yang nantinya akan menjadi perhatian khusus.

Sebab, pemilih dianjurkan untuk memiliki e-KTP. ”Jika memiliki e-KTP datanya tidak simpang siur. Kami harap saat pencoblosan nanti semua sudah e-KTP,” jelasnya.

BOJONEGORO – Jumlah warga Bojonegoro yang belum memiliki e-KTP masih cukup banyak. dinas kependudukan dan catatan sipil (dispendukcapil) mencatat ada 214.510 warga yang belum e-KTP.

Kasi Program dan Data Dispendukcapil Bojonegoro Handayani mengatakan, jumlah penduduk Bojonegoro yang sudah e-KTP sebanyak 934.010 jiwa. Jumlah itu dipastikan akan terus bertambah.

Sebab, dispendukcapil masih terus melakukan pencetakan. ”Tahun ini kami sudah mencetak 10 ribu keping,” jelasnya.

Dia menjelaskan, setiap hari pihaknya melakukan pencetakan blangko e-KTP sebanyak 350 lembar. Sehingga, warga yang belum e-KTP tersebut bisa segera memiliki e-KTP. ”Kami yakin segera tuntas,” jelasnya.

Menurut dia, saat ini posisi blangko e-KTP di dispendukcapil sudah habis. Namun, pihaknya sudah mengajukan lagi ke pusat. Jumlah yang diajukan sebanyak 10 ribu keping. ”Namun, tidak tahu berapa yang realisasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Berdalih Istri Meninggal dan Tak Kuat Menahan Nafsu

Sejak awal Januari, dispendukcapil sudah menerima 9 ribu keping blangko. Namun, karena permintaan yang cukup banyak, maka blangko tersebut juga cepat habis.

”Warga yang belum bisa mencetak tidak perlu khawatir. Surat keterangan masih bisa digunakan,” jelasnya. Warga yang sudah melakukan perekaman namun tidak bisa melakukan pencetakan akan diberikan surat keterangan.

Surat tersebut berlaku selama enam bulan.  Setelah itu, harus diperbarui lagi. ”Jadi, suket itu ada masanya. Harus selalu dicek,” jelasnya.

Komisioner KPUK Bojonegoro Divisi Program dan Data Khudlori meminta dispendukcapil segera merampungkan proses e-KTP. Sebab, itu untuk akurasi data pemilih pilkada. ”Lebih aman memang menggunakan e-KTP. Meskipun suket masih bisa,” jelasnya.

Baca Juga :  Borong Enam Prestasi Gemilang

Khudlori menjelaskan, suket memang bisa digunakan dalam pendataan pemilih. Namun, itu tetap masuk sebagai temuan yang nantinya akan menjadi perhatian khusus.

Sebab, pemilih dianjurkan untuk memiliki e-KTP. ”Jika memiliki e-KTP datanya tidak simpang siur. Kami harap saat pencoblosan nanti semua sudah e-KTP,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/