alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Monggo Pinarak Bojonegoro, Ingat Pesan Ibu 3-M!

Radar Bojonegoro – Kondisi pariwisata di Kabupaten Bojonegoro tentu tak jauh berbeda dengan kabupaten lain. Pandemi Covid-19 jelas berdampak pada rendahnya okupansi wisatawan. Namun, Kabupaten Bojonegoro tetap senantiasa berupaya melakukan pengembangan sektor pariwisata dengan semangat Bojonegoro sebagai Terusan Wisata. 

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro tetap tak berhenti melakukan promosi destinasi wisata sekaligus seni budaya Bojonegoro. Jumlah obyek wisata pun semakin banyak dan menawarkan ragam keindahan. 

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menancapkan tagline Pinarak Bojonegoro penuh dengan terobosan. Tak melupakan unsur nilai luhur Jawa. Serta menggunakan pendekatan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat dan pembangunan yang berorientasi pada pengembangan wilayah, bertumpu kepada masyarakat yang bersifat memberdayakan masyarakat.

Di era kepemimpinannya sejak dilantik 2018 lalu, salah satu program prioritas Anna Mu’awanah fokus pada perbaikan jalan, jembatan, infrastruktur dan penerangan jalan umum. Dampaknya tentu luar biasa bagi sektor pariwisata Bojonegoro. Wisatawan dari dalam maupun luar Bojonegoro dapat mengakses seluruh destinasi wisata Bojonegoro lebih mudah, lancar, dan cepat. 

Baca Juga :  Tetap Siaga Merah

Adapun jumlah obyek wisata di Bojonegoro sebanyak 31 titik. Pesona alam dan budaya yang menakjubkan masih banyak tersembunyi dan menyimpan keajaiban-keajaiban di Bumi Malowopati seperti Wisata Alam, Wisata Karst, Wisata Migas, Wisata Religi, Wisata Buatan, Wisata Heritage, Wisata Budaya, Wisata Edukasi, Wisata Kerajinan, Agrowisata dan kuliner khas.

Destinasi wisata desa pun terus bergeliat dan terus berkembang. Berbagai upaya serta inovasi dilakukan guna menjaga tingkat kunjungan. Bahkan, di kondisi pandemi Covid-19, para pengelola wisata desa tetap berjuang saat era new normal atau adaptasi kebiasaan baru. 

Agar para wisatawan tetap aman ketika berkunjung. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yakni 3-M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan).

Baca Juga :  Cetak E-KTP di Kecamatan Tergantung Bupati

Mengingat sebelumnya seluruh obyek wisata di Bojonegoro memang sempat ditutup sementara saat awal pandemi Covid-19. Guna memutus rantai penularan Covid-19. Kemudian, pada Agustus lalu dilakukan uji coba pembukaan obyek-obyek wisata dengan penerapan secara ketat protokol kesehatan Covid-19. 

Seluruh pengelola obyek wisata juga diimbau supaya menerapkan protokol berbasis CHSE (cleanliness, health, safety, environment) yaitu kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan ramah lingkungan. Pembatasan pengunjung wisata maksimal 50 persen dari hari-hari normal. Juga obyek wisata tidak diperbolehkan menggelar acara hiburan yang memicu kerumunan massa.

Radar Bojonegoro – Kondisi pariwisata di Kabupaten Bojonegoro tentu tak jauh berbeda dengan kabupaten lain. Pandemi Covid-19 jelas berdampak pada rendahnya okupansi wisatawan. Namun, Kabupaten Bojonegoro tetap senantiasa berupaya melakukan pengembangan sektor pariwisata dengan semangat Bojonegoro sebagai Terusan Wisata. 

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro tetap tak berhenti melakukan promosi destinasi wisata sekaligus seni budaya Bojonegoro. Jumlah obyek wisata pun semakin banyak dan menawarkan ragam keindahan. 

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menancapkan tagline Pinarak Bojonegoro penuh dengan terobosan. Tak melupakan unsur nilai luhur Jawa. Serta menggunakan pendekatan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat dan pembangunan yang berorientasi pada pengembangan wilayah, bertumpu kepada masyarakat yang bersifat memberdayakan masyarakat.

Di era kepemimpinannya sejak dilantik 2018 lalu, salah satu program prioritas Anna Mu’awanah fokus pada perbaikan jalan, jembatan, infrastruktur dan penerangan jalan umum. Dampaknya tentu luar biasa bagi sektor pariwisata Bojonegoro. Wisatawan dari dalam maupun luar Bojonegoro dapat mengakses seluruh destinasi wisata Bojonegoro lebih mudah, lancar, dan cepat. 

Baca Juga :  Kali Pertama Ikut Kejuaraan, Lebih Suka Menendang

Adapun jumlah obyek wisata di Bojonegoro sebanyak 31 titik. Pesona alam dan budaya yang menakjubkan masih banyak tersembunyi dan menyimpan keajaiban-keajaiban di Bumi Malowopati seperti Wisata Alam, Wisata Karst, Wisata Migas, Wisata Religi, Wisata Buatan, Wisata Heritage, Wisata Budaya, Wisata Edukasi, Wisata Kerajinan, Agrowisata dan kuliner khas.

Destinasi wisata desa pun terus bergeliat dan terus berkembang. Berbagai upaya serta inovasi dilakukan guna menjaga tingkat kunjungan. Bahkan, di kondisi pandemi Covid-19, para pengelola wisata desa tetap berjuang saat era new normal atau adaptasi kebiasaan baru. 

Agar para wisatawan tetap aman ketika berkunjung. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yakni 3-M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan).

Baca Juga :  UU Ciptaker Berpotensi Kurangi Wilayah Kelola Hutan Perhutani

Mengingat sebelumnya seluruh obyek wisata di Bojonegoro memang sempat ditutup sementara saat awal pandemi Covid-19. Guna memutus rantai penularan Covid-19. Kemudian, pada Agustus lalu dilakukan uji coba pembukaan obyek-obyek wisata dengan penerapan secara ketat protokol kesehatan Covid-19. 

Seluruh pengelola obyek wisata juga diimbau supaya menerapkan protokol berbasis CHSE (cleanliness, health, safety, environment) yaitu kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan ramah lingkungan. Pembatasan pengunjung wisata maksimal 50 persen dari hari-hari normal. Juga obyek wisata tidak diperbolehkan menggelar acara hiburan yang memicu kerumunan massa.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/