alexametrics
24 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Menuju Tahun Baru, 17 Desa Dikepung Banjir

Radar Bojonegoro – Tata kelola air di wilayah Bojonegoro timur harus segera dibenahi. Banjir luapan masih menghantui sejumlah wilayah. Kemarin (31/12) ada sekitar 17 desa dari lima kecamatan terdampak luapan kali setempat. Tak mampu menampung debit air usai hujan deras Rabu (30/12) malam.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro siang kemarin, setidaknya ada empat klaster tergenang air. Meliputi sekitar 611 hektare sawah, 188 rumah, jalan poros desa dan kecamatan serta tiga titik fasilitas umum. “(Desa terdampak) Luapan karena anak sungai (kali) berangsur surut,” kata Kalaksa BPBD Bojonegoro Nadhif Ulfia siang kemarin.

Adapun, desa terdampak luapan sungai yakni turut Kecamatan Kepohbaru, Sukosewu, Sumberrejo, dan Kanor. Terbanyak berada di Kecamatan Kepohbaru yaitu sekitar 10 desa. Meliputi Desa Woro, Tlogorejo, Bumirejo, Sugihwaras, Sumbergede, Sumberagung, Turigede, Bayemgede, Sumberoto, dan Poluju.

Pada Kecamatan Kepohbaru, seperti di Desa Woro. Jalan raya BaurenoKepohbaru tergenang air dengan ketinggian 5-10 sentimeter. Area Persawahan tanaman padi usia 30-40 Hari dengan luas sekitar 5-7 hektare. Sementara, 50 rumah terendam di Dusun Ngujo dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter.

Di Dusun Woro, 25 rumah di RT 6 dan 7 RW 2 terendam sekitar 20 sentimeter. Dan 12 Rumah di RT 2 dan RT 3 RW 1 kedalaman sekitar 30 sentimeter. Halaman balai Desa Woro dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter dan satu ruangan balai desa dengan kedalaman 20 sentimeter. Kemudian, SDN Woro 1 Kepohbaru terendam dengan kedalaman sekitar 20 sentimeter. Di Desa Tlogorejo areal persawahan tanaman padi juga terendam air.

Baca Juga :  Buru Penyuplai Sabu ke Lapas

Kemudian di Desa Bumirejo turut Dusun Kapal Kulon terdampak 20 rumah terendam air dengan ketinggian 20 sentimeter. Masih di desa yang sama, lahan bawang merah di Dusun Jombang luasan sekitar 20 hektare dengan usia tanaman 40-45 hari terendam. Hal itu juga terjadi di Dusun Kawung tanaman bawang merah usia 30-50 hari dengan luas sekitar 40 hektare.

Tak hanya itu, akses jalan desa penghubung Dusun Jombang juga tergenang air sepanjang 30 meter dengan ketinggian air sekitar 60 sentimeter. Kemudian jalan desa penghubung antara Dusun Kawung dengan Dusun Jipung sepanjang 20 meter dengan kedalaman air sekitar 50 sentimeter. Kemudian di Desa Sugihwaras, satu rumah warga berdekatan dengan sawah terendam air dengan kedalaman sekitar 20 sentimeter.

Mengingat areal persawahan sekitar 200 hektare dengan tanaman padi berusia sekitar dua minggu juga terendam air. Akses jalan desa, pertanian, jalan antar Desa Sugihwaras, dan Desa Karangan juga tergenang air dengan kedalaman sekitar 20-50 sentimeter. Apalagi tanggul Kali Kerjo jebol di tiga titik. Meliputi Desa Sugihwaras RT 24 RW 4 sepanjang 100 meter. Kemudian tanggul sepanjang sekitar 50 sentimeter jebol dan mengakibatkan jembatan permanen ambles. Terakhir, di Duaun Bulu RT 46 RW 7 dengan panjanh sekitar 100 meter.

Beralih ke Desa Sumbergede, sekitar 100 hektare lahan pertanian terendam. Sekitar 12 rumah warga tergenang dengan ketinggian 20-50 sentimeter. Namun, sejak pukul 11.00 kemarin sudah surut. Jalan desa juga tergenang air sepanjang sekitar satu kilometer dengan kedalaman antara 50 sentimeter sampai satu meter.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, Intensifkan Tera SPBU

Desa Sumberagung juga terdampak luapan Sungai Kerjo. 74 rumah warga tergenang air. 50 rumah diantaranya di RT 16 dan RT 14 RW 3 turut Dusun Klewer. Sekitar 80 hektare sawah juga terendam air. SDN Impres Sumberagung juga tergenang air. Dan jalan desa penghubung Desa Sumberagung dengan Desa Mojosari tergenang air sepanjang sekitar 200 meter dengan kedalaman sekitar 30 sentimeter. “Saat ini sudah surut. Sekitar pukul 11.00,” lanjut Nadhif.

Banjir luapan juga melanda tiga desa di Kecamatan Sumberrejo. Sekitar 70 hektare sawah turut Desa Karangdinoyo terendam air. Di Desa Pandanwangi dan Desa Mejuwet, sekitar 79 hektare sawah dengan padi usia 25 hari tergenang dengan ketingian 70 sentimeter sampai satu meter. 

Di sisi lain, Desa Jumput, Kecamatan Sukosewu juga terdampak banjir akibat luapan Sungai Ganggang. Ada empat rumah turut RT 5 RW 2 tergenang air. Juga jalan poros desa sepanajang 300 meter dengan kedalaman 60 sentimeter. Desa Samberan dan Desa Pesen, Kecamatan Kanor juga terdampak banjir luapan dari Sungai Mekuris.

Di Desa Samberan, sekitar 17 hektare sawah tanaman padi usia 15 hari terendam dengan ketinggian sekitar 60 sentimeter. Sementara di Desa Pesen, jalan poros kecamatan juga tergenang air. Namun, per pukul 07.45 kemarin air sudah surut. Terakhir, di Desa Genjor, Kecamatan Sugihwaras ada sksitar tujuh rumah tergenang air dengan ketinggian 10 sentimeter. Turut RT 7 dan 6 RW 1. 

Radar Bojonegoro – Tata kelola air di wilayah Bojonegoro timur harus segera dibenahi. Banjir luapan masih menghantui sejumlah wilayah. Kemarin (31/12) ada sekitar 17 desa dari lima kecamatan terdampak luapan kali setempat. Tak mampu menampung debit air usai hujan deras Rabu (30/12) malam.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro siang kemarin, setidaknya ada empat klaster tergenang air. Meliputi sekitar 611 hektare sawah, 188 rumah, jalan poros desa dan kecamatan serta tiga titik fasilitas umum. “(Desa terdampak) Luapan karena anak sungai (kali) berangsur surut,” kata Kalaksa BPBD Bojonegoro Nadhif Ulfia siang kemarin.

Adapun, desa terdampak luapan sungai yakni turut Kecamatan Kepohbaru, Sukosewu, Sumberrejo, dan Kanor. Terbanyak berada di Kecamatan Kepohbaru yaitu sekitar 10 desa. Meliputi Desa Woro, Tlogorejo, Bumirejo, Sugihwaras, Sumbergede, Sumberagung, Turigede, Bayemgede, Sumberoto, dan Poluju.

Pada Kecamatan Kepohbaru, seperti di Desa Woro. Jalan raya BaurenoKepohbaru tergenang air dengan ketinggian 5-10 sentimeter. Area Persawahan tanaman padi usia 30-40 Hari dengan luas sekitar 5-7 hektare. Sementara, 50 rumah terendam di Dusun Ngujo dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter.

Di Dusun Woro, 25 rumah di RT 6 dan 7 RW 2 terendam sekitar 20 sentimeter. Dan 12 Rumah di RT 2 dan RT 3 RW 1 kedalaman sekitar 30 sentimeter. Halaman balai Desa Woro dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter dan satu ruangan balai desa dengan kedalaman 20 sentimeter. Kemudian, SDN Woro 1 Kepohbaru terendam dengan kedalaman sekitar 20 sentimeter. Di Desa Tlogorejo areal persawahan tanaman padi juga terendam air.

Baca Juga :  Alokasi Dana 2 Triliun, APBD Bojonegoro 2021 Masih Fokus Infrastruktur

Kemudian di Desa Bumirejo turut Dusun Kapal Kulon terdampak 20 rumah terendam air dengan ketinggian 20 sentimeter. Masih di desa yang sama, lahan bawang merah di Dusun Jombang luasan sekitar 20 hektare dengan usia tanaman 40-45 hari terendam. Hal itu juga terjadi di Dusun Kawung tanaman bawang merah usia 30-50 hari dengan luas sekitar 40 hektare.

Tak hanya itu, akses jalan desa penghubung Dusun Jombang juga tergenang air sepanjang 30 meter dengan ketinggian air sekitar 60 sentimeter. Kemudian jalan desa penghubung antara Dusun Kawung dengan Dusun Jipung sepanjang 20 meter dengan kedalaman air sekitar 50 sentimeter. Kemudian di Desa Sugihwaras, satu rumah warga berdekatan dengan sawah terendam air dengan kedalaman sekitar 20 sentimeter.

Mengingat areal persawahan sekitar 200 hektare dengan tanaman padi berusia sekitar dua minggu juga terendam air. Akses jalan desa, pertanian, jalan antar Desa Sugihwaras, dan Desa Karangan juga tergenang air dengan kedalaman sekitar 20-50 sentimeter. Apalagi tanggul Kali Kerjo jebol di tiga titik. Meliputi Desa Sugihwaras RT 24 RW 4 sepanjang 100 meter. Kemudian tanggul sepanjang sekitar 50 sentimeter jebol dan mengakibatkan jembatan permanen ambles. Terakhir, di Duaun Bulu RT 46 RW 7 dengan panjanh sekitar 100 meter.

Beralih ke Desa Sumbergede, sekitar 100 hektare lahan pertanian terendam. Sekitar 12 rumah warga tergenang dengan ketinggian 20-50 sentimeter. Namun, sejak pukul 11.00 kemarin sudah surut. Jalan desa juga tergenang air sepanjang sekitar satu kilometer dengan kedalaman antara 50 sentimeter sampai satu meter.

Baca Juga :  Bank Jatim Apresiasi Kinerja Pemkab Bojonegoro

Desa Sumberagung juga terdampak luapan Sungai Kerjo. 74 rumah warga tergenang air. 50 rumah diantaranya di RT 16 dan RT 14 RW 3 turut Dusun Klewer. Sekitar 80 hektare sawah juga terendam air. SDN Impres Sumberagung juga tergenang air. Dan jalan desa penghubung Desa Sumberagung dengan Desa Mojosari tergenang air sepanjang sekitar 200 meter dengan kedalaman sekitar 30 sentimeter. “Saat ini sudah surut. Sekitar pukul 11.00,” lanjut Nadhif.

Banjir luapan juga melanda tiga desa di Kecamatan Sumberrejo. Sekitar 70 hektare sawah turut Desa Karangdinoyo terendam air. Di Desa Pandanwangi dan Desa Mejuwet, sekitar 79 hektare sawah dengan padi usia 25 hari tergenang dengan ketingian 70 sentimeter sampai satu meter. 

Di sisi lain, Desa Jumput, Kecamatan Sukosewu juga terdampak banjir akibat luapan Sungai Ganggang. Ada empat rumah turut RT 5 RW 2 tergenang air. Juga jalan poros desa sepanajang 300 meter dengan kedalaman 60 sentimeter. Desa Samberan dan Desa Pesen, Kecamatan Kanor juga terdampak banjir luapan dari Sungai Mekuris.

Di Desa Samberan, sekitar 17 hektare sawah tanaman padi usia 15 hari terendam dengan ketinggian sekitar 60 sentimeter. Sementara di Desa Pesen, jalan poros kecamatan juga tergenang air. Namun, per pukul 07.45 kemarin air sudah surut. Terakhir, di Desa Genjor, Kecamatan Sugihwaras ada sksitar tujuh rumah tergenang air dengan ketinggian 10 sentimeter. Turut RT 7 dan 6 RW 1. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/