alexametrics
32.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Drainase Perkotaan Butuh Penataan Ulang 

TUBAN- Sistem drainase di kawasan perkotaan Tuban perlu penataan ulang. Betapa tidak, setiap hujan mengguyur, lapangan di tengah kota itu dan jalan protokol di sekitarnya selalu tergenang air. Tak hanya di satu titik saja. Namun, terhampar merata. Mirip seperti kolam. Meski terjadi berulang setiap hujan, namun belum ada solusi untuk memecahkannya. 

Dikonfirmasi terkait problem tersebut, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Tuban Sudarmaji mengatakan, secara menyeluruh drainase di perkotaan Tuban dan sekitarnya butuh penataan ulang agar tidak memicu genangan. ‘’Sedang kita pelajari  revitalisasinya,’’ ujar dia. Yang pasti, kata Sudarmaji, problem drainase menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi institusinya agar kawasan kota terbebas dari genangan air. 

Baca Juga :  Guru Dilarang Merokok di Area Sekolah

Khusus genangan di seputar alun-alun, terang dia, instansinya sudah membenahi drainase di depan Masjid Agung Tuban. Sejumlah akar pohon yang menutupi saluran air dikepras. Bahkan, agar akar tak muncul lagi, empat pohon pun ditebang. 

Dalam penataan drainase, lanjut Sudarmaji, sistem resapan air tak bisa diabaikan. Terlebih, sejumlah gedung dan bangunan besar di perkotaan belum memiliki drainase. Karena itu, sebagian besar air hujan tidak meresap ke dalam tanah, namun langsung mengalir ke permukaan. Kondisi tersebut diperparah dengan sumur resapan di alun-alun yang hanya memiliki tiga titik.

‘’Sumur resapan ini perlu ditambah supaya air cepat meresap (tidak menggenang),’’ ujar dia yang berencana membuat surat edaran yang menyarankan kepada pemilik bangunan dan gedung di perkotaan untuk membuat resapan air. 

Baca Juga :  Harga Besi Naik, Lelang Proyek Trotoar Molor

TUBAN- Sistem drainase di kawasan perkotaan Tuban perlu penataan ulang. Betapa tidak, setiap hujan mengguyur, lapangan di tengah kota itu dan jalan protokol di sekitarnya selalu tergenang air. Tak hanya di satu titik saja. Namun, terhampar merata. Mirip seperti kolam. Meski terjadi berulang setiap hujan, namun belum ada solusi untuk memecahkannya. 

Dikonfirmasi terkait problem tersebut, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Tuban Sudarmaji mengatakan, secara menyeluruh drainase di perkotaan Tuban dan sekitarnya butuh penataan ulang agar tidak memicu genangan. ‘’Sedang kita pelajari  revitalisasinya,’’ ujar dia. Yang pasti, kata Sudarmaji, problem drainase menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi institusinya agar kawasan kota terbebas dari genangan air. 

Baca Juga :  Harga Besi Naik, Lelang Proyek Trotoar Molor

Khusus genangan di seputar alun-alun, terang dia, instansinya sudah membenahi drainase di depan Masjid Agung Tuban. Sejumlah akar pohon yang menutupi saluran air dikepras. Bahkan, agar akar tak muncul lagi, empat pohon pun ditebang. 

Dalam penataan drainase, lanjut Sudarmaji, sistem resapan air tak bisa diabaikan. Terlebih, sejumlah gedung dan bangunan besar di perkotaan belum memiliki drainase. Karena itu, sebagian besar air hujan tidak meresap ke dalam tanah, namun langsung mengalir ke permukaan. Kondisi tersebut diperparah dengan sumur resapan di alun-alun yang hanya memiliki tiga titik.

‘’Sumur resapan ini perlu ditambah supaya air cepat meresap (tidak menggenang),’’ ujar dia yang berencana membuat surat edaran yang menyarankan kepada pemilik bangunan dan gedung di perkotaan untuk membuat resapan air. 

Baca Juga :  Lima Penambang Diberi Peringatan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/