Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Orang yang Selalu Mencoret-coret (Doodling) Saat Rapat Ternyata Memiliki 3 Keunggulan Otak Ini

Bhagas Dani Purwoko • Jumat, 16 Januari 2026 | 22:45 WIB

DOODLING: Hobi mencoret-coret saat rapat.
DOODLING: Hobi mencoret-coret saat rapat.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pernahkah Anda duduk di tengah rapat yang panjang atau mendengarkan kuliah dosen yang monoton, sementara tangan Anda sibuk menggambar pola abstrak, kotak-kotak, atau wajah kartun di pinggiran buku catatan?

Sering kali, guru atau atasan akan menegur perilaku ini dengan kalimat klasik: "Tolong perhatikan, jangan main-main!" Stigma yang beredar adalah mencoret-coret atau doodling merupakan tanda bahwa seseorang sedang melamun, bosan, dan tidak menghormati pembicara.

Padahal, sama halnya dengan orang yang suka menumpuk barang yang ternyata memiliki alasan emosional mendalam, kebiasaan doodling bukanlah tanda ketidakseriusan. Riset psikologi kognitif justru membuktikan sebaliknya: gerakan tangan ini adalah cara otak untuk tetap "hidup".

Berikut adalah alasan ilmiah mengapa orang yang gemar mencoret-coret sebenarnya adalah seorang jenius dalam berkonsentrasi.

1. Memiliki Daya Ingat 29% Lebih Baik

Ini adalah fakta yang paling menohok para pengkritik doodling. Sebuah studi terobosan yang dilakukan oleh profesor psikologi Jackie Andrade dari University of Plymouth (Inggris) mengguncang dunia akademis.

Baca Juga: Orang yang Selalu Menangis Saat Nonton Film Drama Ternyata Memiliki Kecerdasan Emosional Istimewa

Dalam eksperimennya yang diterbitkan di jurnal Applied Cognitive Psychology, Andrade meminta peserta mendengarkan pesan telepon yang membosankan. Hasilnya mengejutkan:

2. Pemecah Masalah Visual (Visual Thinker)

Tokoh-tokoh besar seperti Steve Jobs, John F. Kennedy, hingga Henry Ford dikenal sebagai doodlers sejati.

Menurut Sunni Brown, penulis buku The Doodle Revolution, orang yang selalu mencoret-coret memiliki kemampuan untuk memproses informasi melalui berbagai modalitas (auditori, visual, dan kinestetik) secara bersamaan.

Baca Juga: Orang yang Selalu Meminta Maaf, bahkan Saat Tidak Salah Ternyata Memiliki 3 Sifat Tersembunyi Ini

3. Ahli Manajemen Stres (Self-Soothing)

Perhatikan coretan Anda. Apakah bentuknya garis-garis tegas, lingkaran lembut, atau arsiran tebal?

Secara psikologis, gerakan ritmis dan repetitif dari mencoret-coret memiliki efek menenangkan yang mirip dengan meditasi atau memijat bola stres (fidget toy).

Kesimpulan: Jangan Buang Pulpen Anda!

Jadi, jika Anda adalah tipe orang yang buku catatannya penuh dengan gambar bunga, spiral, atau tanda tangan abstrak, jangan merasa bersalah. Anda tidak sedang mengabaikan tugas; Anda justru sedang melakukan teknik kognitif canggih untuk menyerap informasi lebih baik daripada orang yang hanya duduk diam melongo.

Baca Juga: Orang yang Suka Mandi Lama Ternyata Menyimpan 3 Rahasia Psikologis Ini, Bukan Tanda Malas!

Mulai sekarang, jika ada yang menegur Anda karena mencoret-coret, Anda bisa menjawab dengan percaya diri: "Maaf, saya sedang mengaktifkan memori jangka panjang saya." (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#daya ingat #coret coret #visual #kreatif #psikologi #otak #Rapat #karakter #kepribadian #cerdas