Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

10 Tips Efektif Mencegah Banjir: Dari Aksi Individu hingga Partisipasi Komunitas

Bhagas Dani Purwoko • Kamis, 4 Desember 2025 | 23:52 WIB
Prabowo Subianto meninjau lokasi Jembatan Pantai Dona yang putus akibat banjir bandang di Semadam, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, Senin (1/12/2025).
Prabowo Subianto meninjau lokasi Jembatan Pantai Dona yang putus akibat banjir bandang di Semadam, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, Senin (1/12/2025).

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Banjir adalah bencana alam yang hampir setiap tahun melanda berbagai wilayah di Indonesia, terutama saat musim hujan tiba.

Meskipun skala banjir besar memerlukan intervensi infrastruktur dan kebijakan pemerintah, pencegahan banjir di tingkat lingkungan terdekat dimulai dari tindakan dan kesadaran setiap individu dan komunitas.

Berikut adalah 10 tips praktis dan efektif yang dapat Anda lakukan untuk tujuan mengurangi risiko banjir di lingkungan tempat tinggal Anda dan mendukung mitigasi bencana secara kolektif:

1. Jangan Membuang Sampah ke Sungai, Selokan, atau Saluran Air

Ini adalah penyebab utama banjir di perkotaan. Sampah menyumbat saluran air dan menyebabkan luapan dengan cepat saat hujan deras.

Tujuan: Menjaga aliran air tetap lancar.

Aksi: Buanglah sampah pada tempatnya, pisahkan sampah organik dan anorganik, dan pastikan tidak ada sampah yang menyumbat di depan rumah Anda.

2. Bersihkan dan Rawat Saluran Air di Sekitar Rumah Secara Rutin

Tanggung jawab membersihkan saluran air dimulai dari lingkungan terdekat Anda.

Tujuan: Mencegah penumpukan sedimen, lumpur, dan daun kering yang dapat menghambat aliran air saat hujan.

Aksi: Lakukan pembersihan got atau selokan minimal sebulan sekali.

3. Buat Lubang Resapan Biopori atau Sumur Resapan

Infrastruktur kecil ini berfungsi mengembalikan air hujan ke dalam tanah, alih-alih membiarkannya mengalir ke jalanan.

Tujuan: Meningkatkan daya serap tanah di lingkungan Anda dan mengurangi beban pada sistem drainase umum.

Aksi: Buat beberapa lubang biopori di halaman atau area terbuka untuk menampung air hujan.

4. Hindari Membangun di Atas Daerah Resapan Air atau Bantaran Sungai

Membangun di daerah yang seharusnya berfungsi sebagai area penyerap air akan menghilangkan fungsi alami lingkungan.

Tujuan: Mempertahankan fungsi lingkungan sebagai buffer alami banjir.

Aksi: Patuhi peraturan tata ruang. Jika Anda tinggal di kawasan rawan, pertimbangkan untuk meningkatkan ketinggian lantai rumah.

5. Terapkan Prinsip "Minimalisasi Permukaan Kedap Air"

Permukaan beton atau aspal yang berlebihan mencegah air meresap ke dalam tanah.

Tujuan: Meningkatkan area serapan air di halaman rumah.

Aksi: Jika memungkinkan, ganti paving blok atau semen di halaman dengan rumput atau grass block untuk memaksimalkan area yang dapat menyerap air hujan.

6. Ikut Serta dalam Program Kerja Bakti (Gotong Royong)

Pencegahan banjir seringkali membutuhkan upaya bersama komunitas.

Tujuan: Membersihkan saluran drainase utama, sungai kecil, atau gorong-gorong yang tidak bisa dilakukan sendiri.

Aksi: Aktif dalam kegiatan kerja bakti lingkungan (RT/RW) untuk memastikan seluruh saluran air di lingkungan perumahan bebas dari sumbatan.

7. Tanam Pohon dan Jaga Vegetasi di Lingkungan Sekitar

Pohon adalah alat pencegah banjir dan longsor yang paling efektif.

Tujuan: Akar pohon menahan tanah agar tidak longsor, dan daunnya mengurangi kecepatan jatuhnya air hujan ke permukaan.

Aksi: Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda, terutama di area yang lebih tinggi atau lereng.

8. Laporkan Kerusakan Saluran Drainase atau Sumbatan Besar

Jika Anda menemukan sumbatan parah, tumpukan sampah ilegal, atau kerusakan infrastruktur yang berada di luar kemampuan Anda, segera laporkan.

Tujuan: Memastikan masalah besar ditangani oleh otoritas terkait (Dinas PU atau instansi kebersihan).

Aksi: Laporkan kepada ketua RT/RW atau hubungi layanan publik terkait untuk penanganan segera.

9. Periksa dan Tinggikan Saluran Pembuangan (Septic Tank)

Di daerah rawan banjir, saluran pembuangan septik dapat meluap dan mencemari lingkungan.

Tujuan: Mencegah kontaminasi air banjir dan penyebaran penyakit.

Aksi: Pastikan struktur septik tank dan saluran pembuangan Anda kedap air dan berada di posisi yang lebih tinggi dari permukaan yang mungkin tergenang.

10. Jaga Kualitas Air Sungai dan Hindari Pencemaran

Sungai yang tercemar limbah industri atau rumah tangga rentan mengalami pendangkalan.

Tujuan: Memastikan sungai tetap berfungsi optimal sebagai jalur utama air.

Aksi: Jaga agar tidak ada pembuangan limbah berbahaya atau pembuangan langsung ke sungai. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#vegetasi #Aksi Individu #Sampah #tips efektif #komunitas #tanam pohon #Sungai #banjir #Partisipasi