RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tahun 2025 menandai momen transformasi tren sepatu perempuan, saat atribut klasik berpadu dengan inovasi modern. Desain yang nyaman, detail dramatis, dan material eksperimental menunjukkan bahwa sepatu hari ini bukan hanya soal estetika, tapi juga ekspresi identitas.
Awal tahun ini, publikasi gaya seperti Vogue menyoroti bahwa koleksi musim semi-musim panas menampilkan sepatu yang mengutamakan kelembutan dan fluiditas. Loafers, retro sneakers, dan sandal pipih dengan detail tenunan atau tali ringan menjadi sorotan utama. Sepatu seperti sneakers suede dan flat loafers menambah kesan effortless ke tampilan sehari-hari.
Tak jauh berbeda, Elle dan Marie Claire menyebut bahwa sneaker di tahun 2025 bukan lagi sekadar comfort item, tetapi media ekspresi personal. Desain mencolok seperti sol tebal, warna-warna mencolok, siluet hybrid seperti sneaker-mule, serta bunga-bunga metalik dan suede yang mewah mulai mendominasi. Bahkan sneakers kini menjadi statemen personal, mengusung “loud luxury” menggantikan skema minimalis sebelumnya.
Tren terbesar yang diamati selama periode ini adalah munculnya sepatu hybrid yang menggabungkan fungsi berbagai jenis alas kaki. Data dari NPD Group menunjukkan penjualan sepatu convertible meningkat 45% dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Menuju musim gugur, Glamour menyebut bahwa sepatu menjadi medium modis melampaui musim: Ankle boot, loafer klasik, hingga Mary Jane muncul kembali, menunjang keseimbangan antara fungsionalitas dan trend. Town & Country menambahkan bahwa tren awal musim gugur turut didominasi oleh animal prints, clog chunky, serta sneakers bergaya balet, tanda bahwa kenyamanan dan gaya dapat berjalan beriringan.
Bagi perempuan di Indonesia yang mengikuti tren global, ini tahun di mana sepatu tak hanya melengkapi gaya, tetapi juga menjadi pernyataan diri. Dari sneaker dengan aura retro, flat sandal yang sculptural, hingga loafers modern yang santai, pilihan sepatu mengundang personalisasi, karena tren kini lebih kuat saat mencerminkan keunikan pemakainya. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana