Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Naluri Perempuan Itu Tajam: Ini Penjelasan Ilmiahnya

Hakam Alghivari • Kamis, 10 Juli 2025 | 01:14 WIB

 

 

Footage film You Are The Apple of My Eye. Ilustrasi perempuan saat jatuh cinta.
Footage film You Are The Apple of My Eye. Ilustrasi perempuan saat jatuh cinta.

Naluri yang Sering Diabaikan, Tapi Jarang Salah

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pernahkah kamu merasa tidak nyaman dengan seseorang, padahal secara logika tak ada alasan jelas? Atau tiba-tiba merasakan sesuatu yang "tidak beres", dan ternyata intuisi itu terbukti benar?

Banyak perempuan pernah mengalami hal semacam ini, dan sering kali menyebutnya sebagai "naluri".

Selama ini, intuisi kerap dianggap sebagai sesuatu yang tidak masuk akal—sekadar firasat atau perasaan emosional semata. Padahal, menurut kajian ilmiah, intuisi justru lahir dari sistem yang kompleks: mulai dari sinyal tubuh, respons bawah sadar, hingga pengenalan pola yang tidak kita sadari.

Dilansir dari Psychology Today (8 Juli 2025), peneliti Aigerim Alpysbekova, MPH, menjelaskan bahwa intuisi adalah cara tubuh memberi peringatan sebelum pikiran sempat menyusun argumen logis.

Sistem ini bekerja melalui jalur neurologis yang disebut interosepsi, yakni kemampuan otak membaca sinyal halus dari dalam tubuh—seperti ketegangan otot, detak jantung, hingga rasa mual atau tekanan di dada.

Kenapa Intuisi Perempuan Terasa Lebih Tajam?

Berbagai studi menunjukkan bahwa perempuan cenderung memiliki tingkat empati dan kepekaan emosional yang lebih tinggi dibanding laki-laki.

Hal ini berkaitan langsung dengan aktivitas pada area otak seperti insula dan amygdala—dua bagian yang berperan dalam pemrosesan emosi dan deteksi ancaman sosial.

Selain itu, perempuan lebih terbiasa mengamati perubahan halus dalam komunikasi non-verbal: nada bicara, ekspresi wajah, gerak tubuh. Kombinasi antara kecerdasan emosional dan kepekaan tubuh ini menjadikan intuisi perempuan lebih cepat merespons sesuatu yang tak terlihat secara kasat mata.

Menurut psikoterapis somatik yang dikutip dalam artikel Psychology Today, intuisi bukan hal mistik, tapi hasil dari pengenalan pola bawah sadar. Tubuh membaca situasi—melalui denyut jantung, kontraksi otot, atau respons pencernaan—bahkan sebelum otak menyadarinya secara rasional. Karena perempuan cenderung lebih terbuka terhadap emosi dan sensasi tubuh, sinyal intuisi ini lebih mudah diakses dan dikenali.

 

Baca Juga: Rahasia Psikologi: Ada Satu Pertanyaan yang Bisa Membuat Perempuan Seketika Lebih Disukai dan Persuasif

Contoh Nyata: Ketika Tubuh Bicara Sebelum Pikiran

Dalam artikel yang sama, penulis berbagi pengalaman pribadi saat ia menyewa pengasuh untuk anak perempuannya. Meski si pengasuh tampak sempurna di atas kertas, ia merasa tidak nyaman tanpa tahu sebabnya.

Beberapa minggu setelah memecat pengasuh itu, ia menemukan benda-benda mencurigakan yang sengaja disembunyikan, dan barulah ia sadar: tubuhnya sudah tahu sejak awal.

Pengalaman seperti ini tidak langka. Banyak perempuan pernah mengabaikan perasaan aneh terhadap seseorang, lalu menyesalinya di kemudian hari. Tubuh kita sebenarnya menyimpan memori dan sinyal yang sering tidak disuarakan oleh logika, tapi tetap relevan dan benar.

Bisakah Intuisi Dilatih dan Dikuatkan?

Jawabannya: ya. Intuisi bukan bakat bawaan semata, melainkan kemampuan yang bisa diasah. Menurut Alpysbekova, ada beberapa cara untuk memperkuat kepekaan intuitif kita:

  1. Latihan interosepsi: Cobalah refleksi harian—rasakan tubuhmu saat kamu gugup, senang, takut, atau tenang. Apa sensasi yang muncul?

  2. Mindfulness dan meditasi: Praktik ini membantu kita menyaring kebisingan dari luar dan mulai mendengar suara dari dalam.

  3. Menulis jurnal intuisi: Catat momen ketika kamu punya feeling tertentu dan apa yang terjadi setelahnya. Ini membantumu membangun kepercayaan terhadap nalurimu.

  4. Berani percaya pada diri sendiri: Intuisi tidak selalu butuh pembenaran logis. Terkadang, cukup dengan berkata, “Aku tidak merasa nyaman, dan itu cukup.”

Penutup: Intuisi Adalah Bentuk Lain dari Kecerdasan

Dalam dunia yang kerap mengagungkan logika dan data, penting bagi perempuan untuk tahu bahwa perasaan "tidak enak", "ada yang janggal", atau "entah kenapa aku merasa begini" bukanlah kelemahan. Justru itu adalah bentuk lain dari kecerdasan—yang berasal dari tubuh, pengalaman, dan jiwa kita.

Kita semua memiliki hak untuk mendengarkan dan mempercayai intuisi. Sebab seperti kata banyak perempuan bijak, “feeling itu nggak pernah bohong”—dan sekarang sains pun mengiyakan. (kam)

 

Editor : Hakam Alghivari
#feeling #Perempuan #Naluri #psikologi