Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Demensia pada Lansia Bukan Sekadar Pikun, Kenali Gejala dan Cara Mengurangi Risikonya

Andhika Feriawan
Penulis: Andhika Feriawan❯
Demensia menyebabkan penurunan daya ingat, tetapi juga dapat memengaruhi kemampuan berpikir, berkomunikasi, mengendalikan emosi, hingga menjalankan aktivitas sehari-hari. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Demensia menyebabkan penurunan daya ingat, tetapi juga dapat memengaruhi kemampuan berpikir, berkomunikasi, mengendalikan emosi, hingga menjalankan aktivitas sehari-hari. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Demensia pada orang lanjut usia (lansia) perlu mendapat perhatian serius. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan penurunan daya ingat, tetapi juga dapat memengaruhi kemampuan berpikir, berkomunikasi, mengendalikan emosi, hingga menjalankan aktivitas sehari-hari.

Demensia sering dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan. Padahal, kondisi ini merupakan sindrom akibat gangguan pada otak yang dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang serta meningkatkan kebutuhan terhadap bantuan orang lain.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, demensia bukan bagian normal dari proses penuaan. Meskipun risiko meningkat seiring bertambahnya usia, tidak semua lansia akan mengalami demensia.

Advertisement

Data yang dipublikasikan Kemenkes dengan merujuk pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa lebih dari 55 juta orang di seluruh dunia hidup dengan demensia. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab utama ketergantungan dan disabilitas pada kelompok lansia.

Apa Itu Demensia pada Lansia?

Demensia merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan sekumpulan gejala akibat penurunan fungsi kognitif atau kemampuan otak dalam mengingat, berpikir, memahami informasi, dan mengambil keputusan.

Advertisement

Kondisi ini dapat berkembang secara bertahap dan semakin mengganggu kehidupan sehari-hari. Pada tahap awal, seseorang mungkin kesulitan mengingat percakapan yang baru terjadi. Seiring perkembangannya, penderita dapat mengalami kesulitan mengenali orang terdekat, mengelola keuangan, atau melakukan kegiatan yang sebelumnya dikuasai.

Salah satu penyebab demensia yang paling umum adalah penyakit Alzheimer. Selain itu, demensia juga dapat terjadi akibat gangguan pembuluh darah otak atau kondisi neurologis lainnya.

Penting untuk dipahami bahwa demensia tidak selalu sama dengan Alzheimer. Alzheimer merupakan salah satu penyakit yang dapat menyebabkan demensia, sedangkan demensia merupakan istilah yang mencakup berbagai gangguan dengan gejala serupa.

Gejala Demensia yang Perlu Diwaspadai

Gejala demensia dapat berbeda pada setiap orang, bergantung pada penyebab dan bagian otak yang terdampak.

Berikut beberapa tanda yang perlu diperhatikan oleh keluarga.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pentingnya Dukungan Keluarga bagi Lansia dengan Demensia, Ini yang Perlu Dilakukan

Pentingnya Dukungan Keluarga bagi Lansia dengan Demensia, Ini yang Perlu Dilakukan

Dukungan keluarga, lingkungan yang aman, serta pendekatan penuh empati menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hidup orang dengan demensia.

Beberapa Jemaah Haji Lansia Asal Bojonegoro Alami Demensia, Ingin Pergi ke Sawah hingga Memberi Makan Ternak

Beberapa Jemaah Haji Lansia Asal Bojonegoro Alami Demensia, Ingin Pergi ke Sawah hingga Memberi Makan Ternak

Hingga kini tidak ada jamaah haji Bojonegoro yang sakit dan masuk ke rumah sakit. Namun ada beberapa jamaah haji lansia yang mengalami demensia. Jamaah haji tersebut bingung dan berkeluruyan.

5 Hewan Peliharaan yang Cocok untuk Lansia, Bisa Jadi Teman di Masa Tua

5 Hewan Peliharaan yang Cocok untuk Lansia, Bisa Jadi Teman di Masa Tua

Memelihara hewan bukan hanya menjadi kegiatan untuk mengisi waktu luang. Bagi lansia, kehadiran hewan peliharaan juga dapat menjadi teman sehari-hari yang membuat suasana rumah terasa lebih hidup.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer