Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kebutuhan RAM dan SSD Mendadak Naik, Siap-Siap Harga Laptop dan Komputer Juga Ikut Meroket

Y
Penulis: Yuan Edo Ramadhana❯
Ilustrasi laptop dengan OS Windows 11
Ilustrasi laptop dengan OS Windows 11

 


Advertisement

RADARRBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Akhir tahun 2025 berpotensi menyebabkan fenomena panic buying atau pembelian mendadak komputer, laptop, dan perangkat keras (hardware) terkait. Pasalnya diperkirakan harga-harga komponen komputer, utamanya Random Access Memory (RAM) dan Solid State Drive (SSD) bakal naik per Januari 2026, dan berpotensi ikut memengaruhi harga komputer dan laptop.

Firma konsultasi teknologi TrendForce melaporkan sepanjang November 2025 bahwa laju pengembangan dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) banyak berpengaruh pada potensi kenaikan harga tersebut. Selain sudah mulai ramai digunakan oleh masyarakat di penjuru dunia, kompleksitas kinerja AI menuntut perusahaan pengembang untuk menyediakan komponen-komponen memori terkini, utamanya RAM jenis DDR5 dan berebagai jenis SSD.

“Perkembangan AI sebagai aplikasi multimodal menuntut pertambahan penyimpanan data. Menggunakan hard disk (HDD) menimbulkan pengurangan performa proses karena kecepatannya yang naik-turun, dan saat ini produksi hard disk juga tidak dapat memenuhi tuntutan penggunaan AI. Sehingga SSD dipandang sebagai solusi yang lebih efektif dan sesuai dengan tuntutan kecepatan proses AI,” bunyi laporan TrendForce.

Advertisement

Selain pengembangan AI, peralihan tren manufaktur dari RAM DDR4 dan memori tanpa catu daya (NAND) ke RAM DDR5 dan High Bandwidth Memory (HBM) juga turut menjadi faktor timbulnya kenaikan harga tersebut.

“Ramainya penggunaan AI juga menuntut penggunaan DDR5 dan HBM, namun hal ini juga menyebabkan berkurangnya kapasitas produksi RAM dan peralihan manufaktur NAND. Meskipun jumlah produksi dapat ditingkatkan, dengan ikut bertambahnya keperluan memori, persediaan diperkirakan akan mengalami kekurangan pada 2026,” jelas TrendForce dalam laporan terpisah.

Sehingga mau tidak mau untuk menutupi biaya manufaktur yang mendadak meroket, beberapa pabrikan laptop dan komputer, serta sebagain produsen smartphone sudah mewanti-wanti konsumen dan dealer atas kenaikan harga produk mereka. Sejauh ini Dell, Acer, ASUS, Hewlett Packard (HP), dan Lenovo sudah mengumumkan kenaikan harga tersebut.

Advertisement

Acer Indonesia, ASUS Indonesia dan Lenovo Indonesia juga telah mengumumkan bahwa harga produk-produk mereka di tanah air bakal mengalami kenaikan harga pada tahun baru, alias 1 Januari 2026. Selain itu, mereka juga berupaya melakukan efisiensi dan penyederhanaan rantai pasok produk.

“Dalam beberapa bulan terkahir, terdapat kenaikan signifikan  pada biaya komponen global. Khususnya SSD dan RAM. Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh dinamika pasokan dan meningkatnya permintaan industri, yang berdampak pada struktur biaya pengadaan komponen terkait,” bunyi pernyataan resmi Acer Indonesia pada Senin (15/12).

Lenovo Indonesia sendiri lebih blak-blakan lagi dalam mengungkap penyebab kenaikan harga tersebut. “Penyesuaian harga dilakukan sehubungan dengan beralihnya kebutuhan komponen dari pasar konsumen ke pasar server dan pusat data untuk memenuhi kebutuhan pengembangan AI, serta peralihan teknologi komponen,” bunyi surat resmi Lenovo Indonesia seminggu sebelumnya (8/12).

Bahkan sebagian produsen tidak menunggu tahun baru untuk menaikkan harga produk mereka. Misal HP yang memutuskan menerapkan kenaikan harga pada 22 Desember mendatang, serta Dell yang menerapkan kenaikan harga pada Rabu malam (17/12).

TrendForce sendiri memperkirakan kenaikan harga ditetapkan sebesar 15 hingga 20 persen dari harga pada tahun ini. Sehingga jika Anda butuh RAM atau SSD untuk upgrade laptop dan komputer, atau butuh laptop baru untuk kebutuhan sekolah dan pekerjaan, ada baiknya untuk segera berbelanja sebelum tahun baru tiba. (edo)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sering Pakai AI Bikin Otak Malas Berpikir? Kenali Fenomena 'Cognitive Surrender'!

Sering Pakai AI Bikin Otak Malas Berpikir? Kenali Fenomena 'Cognitive Surrender'!

Waspadai bahaya laten cognitive offloading akibat terlalu sering menggunakan AI! Riset psikologi kognitif menunjukkan ketergantungan pada ChatGPT atau Gemini bisa memicu "penyerahan kognitif" yang mengikis ketajaman otak

HMI Blora Tolak Kenaikan BBM Nonsubsidi

HMI Blora Tolak Kenaikan BBM Nonsubsidi

Koordinator aksi HMI Cabang Blora, Joko Agung Purnomo, mengatakan kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter atau sekitar 32 persen berpotensi memicu kenaikan biaya hidup masyarakat.

HP Bisa Disadap Tanpa Diklik, Begini Cara Kerja Spyware Mengintai Pengguna

HP Bisa Disadap Tanpa Diklik, Begini Cara Kerja Spyware Mengintai Pengguna

Salah satu contoh spyware yang pernah menggunakan kemampuan tersebut adalah Pegasus, perangkat lunak mata-mata buatan perusahaan teknologi asal Israel, NSO Group.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer