RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dunia linguistik baru-baru ini dihebohkan oleh video unggahan artis Alice Norin di TikTok. Aktris blasteran Norwegia-Manado-Sunda ini membagikan fakta unik yang jarang diketahui orang: adanya kemiripan kata beserta maknanya antara Bahasa Indonesia dengan Bahasa Norwegia (Norsk).
Siapa sangka, kata-kata sederhana yang sering kita ucapkan sehari-hari, ternyata punya makna yang sama bagi warga di wilayah Skandinavia.
Kata Norwegia dan Indonesia yang 100% Mirip dan Artinya Sama!
Berkat jalur kekerabatan bahasa Eropa (lewat Belanda) ini, jika Anda pergi ke Norwegia, ada beberapa kata yang diucapkan persis sama dengan bahasa kita dan artinya pun sama:
-
Apotek (Norwegia) = Apotek (Indonesia)
-
Gratis (Norwegia) = Gratis (Indonesia)
-
Kontor (Norwegia) = Kantor (Indonesia)
-
Balkon (Norwegia) = Balkon (Indonesia)
-
Bensin (Norwegia) = Bensin (Indonesia)
-
Tante (Norwegia) = Tante (Indonesia)
-
Sofa (Norwegia) = Sofa (Indonesia)
-
Foto (Norwegia) = Fioto (Indonesia)
-
Radio (Norwegia) = Radio (Indonesia)
-
Kilo (Norwegia) = Kilo (Indonesia)
-
Toalet (Norwegia) = Toilet (Indonesia)
-
Saldo (Norwegia) = Saldo (Indonesia)
Daftar Kata "Kembar" yang Bikin Salah Paham
Sementara itu, ada juga beberapa kata dalam Bahasa Norwegia yang terdengar identik namun memiliki arti yang jauh dalam Bahasa Indonesia:
Baca Juga: Dana Abadi Bojonegoro seperti Iran atau Norwegia
-
Mat (Makanan): Di Norwegia, jika seseorang menyebut mat, mereka sedang membicarakan makanan. Di telinga kita, ini terdengar seperti kata dasar 'mati' atau sapaan 'mat' (seperti dalam selamat).
-
Bil (Mobil): Singkat dan padat. Bil dalam bahasa Norwegia berarti mobil. Menariknya, kata ini terdengar seperti awalan kata 'mobil' dalam bahasa Indonesia.
-
Kake (Kue): Jangan tersinggung jika orang Norwegia menawarkan kake. Mereka tidak sedang memanggil kakek Anda, melainkan menawarkan sepotong kue lezat!
-
Do (Toilet): Kata yang sangat pendek ini di Norwegia berarti kamar mandi atau WC. Cukup berbeda dengan 'do' dalam bahasa Inggris yang berarti melakukan sesuatu.
-
Takk (Terima Kasih): Kata ini diucapkan untuk mengungkapkan rasa terima kasih.
Mengapa Bisa Mirip? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Mungkin Anda bertanya-tanya, apakah Indonesia dan Norwegia punya sejarah hubungan darah yang dekat? Mengingat jarak geografis keduanya mencapai lebih dari 10.000 kilometer, kemiripan ini sebenarnya bukan disebabkan oleh satu akar rumpun bahasa yang sama.
Secara akademis, fenomena ini disebut sebagai Kebetulan Linguistik atau False Cognates. Berikut adalah faktor-faktor yang mendasarinya menurut para ahli bahasa:
1. Rumpun Bahasa yang Berbeda Bahasa Indonesia berasal dari rumpun Austronesia, sedangkan Bahasa Norwegia berasal dari rumpun Indo-Eropa (sub-cabang Jermanik Utara). Karena akarnya berbeda, kemiripan kata di atas murni merupakan kebetulan fonetik (bunyi).
2. Onomatopoa dan Kesederhanaan Suku Kata Beberapa kata pendek seperti "Do" atau "Mat" memiliki kombinasi konsonan dan vokal yang sangat umum dalam sistem vokal manusia universal. Karena jumlah bunyi yang bisa dihasilkan mulut manusia terbatas, wajar jika dua bahasa berbeda secara tidak sengaja menciptakan kata pendek yang terdengar sama.
3. Serapan dari Bahasa Belanda Beberapa kemiripan mungkin terjadi secara tidak langsung melalui Bahasa Belanda. Sebagai bahasa Jermanik Barat, Bahasa Belanda memiliki kemiripan dengan Bahasa Norwegia. Karena Indonesia menyerap ribuan kata dari Bahasa Belanda selama masa kolonial, terkadang muncul "benang merah" tipis antara kosakata kita dengan bahasa-bahasa di Eropa Utara.
Fakta Menarik: Kata Bil (mobil) di Norwegia sebenarnya merupakan kependekan dari Automobil. Hal yang sama terjadi pada kata Mobil di Indonesia yang juga serapan dari bahasa asing.
Fenomena unik ini membuktikan bahwa bahasa selalu memiliki sisi menyenangkan untuk dipelajari. Meskipun artinya berbeda jauh, kemiripan ini bisa menjadi jembatan budaya yang menarik bagi warga Indonesia yang ingin berkunjung ke Norwegia.
Pernahkah Anda menemukan kata dalam bahasa asing lain yang bunyinya sangat mirip dengan Bahasa Indonesia atau bahasa daerah Anda? (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko