RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pramugi Prawiro Widjojo (Mbah Pramugi) merupakan sesepuh suku Samin di Kecamatan Sambong, Desa Sambong Kabupaten Blora. Mbah Pramugi Tutup usia di umur 68 Tahun karena mengidap kanker prostat.
Keponakan Mbah Pramugi, Sutono, mengatakan Mbah Pram sudah lama sakit. Sekitar dua tahun lalu tetapi tidak dirasakan.
"Ke rumah sakit setahun lalu dan bahkan bolak balik untuk kemoterapi ke Semarang di Rumah Sakit Sultan Agung,"katanya.
Sebelumnya Mbah Pramugi juga pernah di bawa ke rumah sakit di Cepu namun dinyatakan vertigo dan asam lambung. Melihat Mbah Pram tak kunjung sembuh di rujuk ke Semarang dan baru diketahui mengidap kanker prostat dan dilakukan rawat jalan. Mbah Pramugi meninggal paska kemoterapi dari Rumah Sakit Sultan Agung Semarang .
"Pulang dari rumah sakit jam 18.00 malam keadaan sudah drop dan Mbah Pramugi gak kuat dan tidak lama mbah Pramugi meninggal,"katanya.
Seminggu sebelumnya saat dibawa ke rumah sakit, Mbah Pramugi sudah ada tanda tanda, namun tidak di hiraukan oleh keluarga karena keluarga hanya fokus kesembuhannya.
"Mbah Pramugi bilang ke anaknya, nanti tujuh hari kemudian apabila sudah tidak mau makan, ya seng apik, seng akur,"ucapnya
Sosok Mbah Pramugi dikenal seorang pejuang masyarakat dan lingkungan. Juga memberikan contoh bagi keluarga saudara dan masyarakat sekitar.
Setelah meninggalnya banyak yang merasa kehilangan karena beliau adalah seorang pemimpin yang mengayomi generasi sekarang.
"Pemakaman nantinya pakai adat Jawa dan di makamkan Desa Sambong dukuh blimbing yang berjarang 400 meter dari lokasi rumah," jelasnya
Belum ada petunjuk untuk penerus pengganti Mbah Pramugi. Nantinya Sedulur Sikep akan mengadakan musyawarah atau pertemuan selapanan kemudian minta pendampingan dari Dinas Kebudayaan. (ozi/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana