RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Di balik semarak panggung hajatan, pertunjukan jalanan, hingga festival budaya, ada sosok-sosok pekerja seni Bojonegoro yang menopang denyut hiburan rakyat. Mereka adalah pelaku seni musik, teater, tari, pelukis jalanan, hingga stand up comedy.
Namun, di tengah geliat kreativitas itu, tanpa wadah resmi yang menaungi. Bahkan, kalender event resmi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), tahun ini belum berjalan optimal. ’’Kalender event dari Disbudpar memang sudah dirancang, namun beberapa event belum bisa berjalan tahun ini,” ungkap Sekretaris Disbudpar Bojonegoro Lukiswati.
Meski tak menjabarkan detail faktornya, namun sekretaris dinas tersebut mengaku ada kendala. ’’Termasuk melihat kondisi saat ini, jadi masih belum berjalan,” imbuhnya. Event resmi seni-budaya membuat pekerja seni bergantung pada momentum.
Padahal, seni bisa dikelola sebagai industri kreatif yang membuka lapangan kerja baru. Sebagian besar pekerja seni di Bojonegoro menggantungkan hidup pada event musiman: Hajatan pernikahan, pentas Agustusan.
’’Ketika musim sepi, banyak yang terpaksa beralih jadi buruh serabutan atau pekerja harian demi bertahan,” kata Bayhaqi, seniman teater. Selain itu, ketiadaan payung organisasi membuat pelaku seni di Bojonegoro lebih banyak berjalan sendiri-sendiri.
Sementara, di sejumlah daerah lain, pekerja seni sudah memiliki asosiasi yang terdaftar di Dinas Kebudayaan. ’’Sementara, di Bojonegoro, keberadaan komunitas seni masih sporadis,” Dicky, seniman asal Kelurahan Banjarjo, Kecamatan Kota.
Kondisi ini menyebabkan banyak pekerja seni belum terdata secara resmi. Padahal, data sangat penting sebagai dasar pemerintah untuk memberikan fasilitasi. ’’Informasinya dari Disbudpar sudah terdata, Cuma memang belum pernah tahu adanya sosialisasi tentang hal tersebut,” terang Burhanudin Joe, pelaku seni di Bojonegoro.
Diketahui, berdasarkan laman Satu Data Pemkab Bojonegoro, jumlah seniman pada 2024 mencapai 351 orang. Angka tersebut meliputi seniman karawitan sebanyak 79, reog 46, dalang thengul/purwo 34, jaranan 33, oklik 31, campursari 28, waranggono 22, musik 14, tari 13, teater 13, seni musik 6, MC 6, ketoprak 5, sinden 4, seni lukis 3, tayub 3, seni rupa, kaligrafi 2, gambus 2, pelawak 2. Kemudian, sandur, wayang wong, gembrung, jedoran masing-masing 1 orang. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana