Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Lamongan, Hidayat Rahman mengatakan, untuk pendaftaran hanya dibuka dua hari sesuai aturan provinsi dan serentak secara online. Sehingga, calon pendaftar harus memperhatikan jadwal agar tidak tertinggal.
Menurut dia, ada kuota dari masing-masing jalur. Kuota afirmasi 15 persen, serta 7 persen dari keluarga tidak mampu. Diprioritaskan yang memiliki KIP, KIS, dan penerima bantuan sosial.
Sedangkan 3 persen diperuntukkan penyandang disabilitas ringan yang disertai surat keterangan. Kemudian 5 persen kuota anak buruh. Pembagian itu yang perlu diperhatikan orang tua dan menyesuaikan dengan pagu masing-masing lembaga, tuturnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (18/6).
Selain jalur afirmasi, Rahman mengakui, ada kuota 5 persen untuk perpindahan tugas orang tua. Meliputi 2 persen dari kans pekerja di salah satu perusahaan atau pabrik, 2 persen untuk anak guru, dan honorer yang dipindah tugas di wilayah setempat.
Untuk anak tenaga kesehatan yang meninggal akibat Covid-19 dijatah kuota 1 persen. Syaratnya dengan menyertakan surat keterangan dari puskesmas. Disinggung prestasi hasil lomba. Rahman menjelaskan, 2 persen prestasi akademik dan 3 persen non akademik. Selain itu terdapat kans untuk pendaftar ketua Osis dan hafiz Alquran.
Ada waktu dua hari yang bisa dimaksimalkan bagi calon pendaftar agar bisa mendaftar melalui tiga jalur utama, imbuhnya.
Rahman mengatakan, untuk pelatihan PPDB laporan dari lembaga banyak yang mengikuti. Sehingga, dia berharap, dua hari nanti pendaftaran lancar dan semua pagu lembaga terpenuhi.
Pendaftaran sistem online ini sudah lama, tapi tidak semua orang tua memahami, sehingga lembaga harus membantu selama proses berlangsung, pungkasnya. (rka/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto