Kepala UPT Pasar Burung Lamongan, Supriyadi, mengatakan, tahun ini targetnya naik dibandingkan tahun lalu yang Rp 27 juta. Kenaikan target retribusi tidak tinggi karena kondisi pasar burung tidak seperti terminal barang lainnya.
Di terminal barang Pasar Burung, banyak infrastruktur yang perlu ditingkatkan. Selain itu, minat dari pemilik kendaraan untuk masuk ke terminal barang masih rendah. “Ada beberapa rehab di terminal sehingga belum menarik kunjungan ke terminal barang,” ujarnya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Lamongan.
Menurut dia, tahun lalu targetnya terealisasi 100 persen. Tahun ini, target diupayakan tercapai dengan cara salah satunya menarik kendaraan barang seperti mobil pikap untuk parkir di terminal. Selama ini, kendaraan tersebut sering parkir di luar.
“Kita terus berusaha untuk menertibkan kendaraan barang agar masuk terminal. Selain untuk mencapai target PAD, juga meminimalisasi kendaraan yang parkir di bahu jalan sehingga mengganggu kendaraan lain,” terangnya.
Pengelolaan terminal tipe C menjadi kewenangan daerah. Jenis kendaraan yang diatur, metromini dan barang (pikap). Pemkab berusaha meningkatkan fasilitas di terminal. Salah satunya, menambah jumlah ruang tunggu dan memperbaiki pagar. “Kita berusaha agar terminal ini tetap memberikan kontribusi ke daerah sehingga ke depan akan terus ditingkatkan fasilitasnya,” tutur Supriyadi. (rka/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto