Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Satu Betina Mampu Bertelur hingga 500 Ekor

M. Yusuf Purwanto • Sabtu, 12 November 2022 | 02:35 WIB
MASIH JADI PRIMADONA: Louhan jenis kamfa memiliki corak warna dan benjolan kepala yang unik. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
MASIH JADI PRIMADONA: Louhan jenis kamfa memiliki corak warna dan benjolan kepala yang unik. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
LAMONGAN, Radar Lamongan - Di awal Tahun 2000’an silam, louhan sempat menjadi primadona ikan hias. Harganya saat itu fantastis. Namun, kilau ikan  hias yang memiliki benjolan di kepala itu ternyata belum terlalu meredup. Penggemar yang masih banyak, membuat Dwi Jaka Muhaji Wijaya masih setia menjadi pembudidaya ikan dengan nama latin amphilophus trimaculatus tersebut.

 

Tidak sulit menemukan rumah pria berusia 40 tahun tersebut. Di Gang Bandaran, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan/ Kabupaten Lamongan terdapat rumah di depannya terdapat usaha isi ulang air mineral. Di sanalah, pria yang akrab disapa Jaka itu membudidayakan beragam jenis louhan. Jaka mengaku sudah cukup lama menjadi pehobi louhan.

 

‘’Kalau saya, hobi memelihara ikan louhan ini sejak duduk di bangku SMA, sekitar Tahun 2000,’’ tutur Jaka kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (11/11).

 

Awalnya, Jaka tertarik memelihara louhan karena ikan tersebut unik. Memiliki benjolan di kepala dan warna tubuh yang indah. Saat itu, Jaka membeli dua ekor louhan. Namun, dia sempat berhenti memelihara louhan saat menempuh perkuliahan di Malang. Akhirnya, Jaka melirik lagi louhan, serta mengembangkan menjadi pembudidaya pada Tahun 2016.

 

‘’Saya sejak dulu suka louhan jenis cencu dan kamfa,’’ ujar Jaka.

 

Selanjutnya, Jaka mempersilahkan wartawan koran ini masuk ke dalam rumahnya. Di ruangan berukuran 3 meter x 2 meter, tampak sejumlah akuarium dengan ukuran yang beragam. Mulai dari ukuran 20 centimeter (cm) hingga 40 cm x 50 cm. Seluruh akuarium tak ada yang kosong. Seluruhnya dipenuhi louhan ukuran baby yang baru menetas sekitar 1 bulan hingga louhan indukan.

 

Dua jenis louhan yang dikembangkannya yakni louhan kamfa dan cencu. Louhan kamfa berasal dari Thailand, dengan keunggulan pada bintik hitam horizonal pada tubuhnya. Ciri tersebut tidak ditemukan pada louhan jenis lainnya. Sedangkan, lohan cencu merupakan louhan asli Indonesia. Yakni cenderung memiliki warna merah pada bagian tubuh hingga tengah badan, serta warna kuning keemasan di tengah tubuh hingga ekornya.

 

Kedua jenis ikan tersebut cocok ketika dikawinkan silang. Jaka mengatakan, beberapa hasil persilangan menghasilkan bibit yang bagus. Namun, ada beberapa hasil perkawinan yang gagal. ‘’Untuk membuktikan jantan atau betina, bisa dilihat ketika ikan berumur 4 sampai 5 bulan,’’ ucap bapak dua anak ini.

 

Cara melihat jantan atau betina, dengan melihat di bawah perut. Jika terdapat tonjolan berwarna putih, maka louhan tersebut berjenis kelamin betina. Sedangkan, jika tonjolan berwarna hitam, ikan tersebut berjenis kelamin jantan.

 

Jaka menjelaskan cara mengembangbiakkan lohan. Pertama dirinya memilih indukan di atas usia 6 bulan. Selanjutnya, indukan betina sering diberikan makanan tinggi protein seperti cacing tanah. Setelah itu ditunggu dua hingga tiga bulan, hingga betina mampu bertelur. Setelah tiga jam bertelur, indukan betina dipindah ke akuarium lainnya. Selanjutnya, indukan jantan ditaruh di akuarium berisi telur. Tujuannya indukan jantan akan membuahi telur selama sekitar 36 jam.

 

‘’Untuk indukan (betina, Red) sebesar 15 cm bisa mengeluarkan telur hingga 300 telur, tapi kalau ukurannya lebih besar bisa bertelur hingga 500 ekor,’’ terangnya. ‘’Harga tergantung kualitas, mulai harga Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta per ekor,’’ pungkasnya. (mal/ind)

Photo
Photo
TELATEN: Dwi Jaka Muhaji Wijaya saat menunjukkan beragam louhan hasil budidaya di rumahnya. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Ikan Louhan #Primadona Ikan Hias #Hobi #lamongan