Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Temuan Demam Berdarah Tertinggi di Glagah Lamongan

Hakam Alghivari
Penulis: Hakam Alghivari❯
Kecamatan Glagah, Lamongan, dan Sambeng menjadi tiga wilayah penyebaran tertinggi kasus demam berdarah (DB) sejak Januari – Maret ini.
Kecamatan Glagah, Lamongan, dan Sambeng menjadi tiga wilayah penyebaran tertinggi kasus demam berdarah (DB) sejak Januari – Maret ini.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Kecamatan Glagah, Lamongan, dan Sambeng menjadi tiga wilayah penyebaran tertinggi kasus demam berdarah (DB) sejak Januari – Maret ini.


Advertisement

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan, di Kecamatan Glagah ada tujuh kasus. Sedangkan di Lamongan dan Sambeng masing – masing enam kasus. Secara total, hingga kemarin (21/3) terdata 63 kasus. Rinciannya, 21 kasus di Januari, 19 kasus di Februari, dan bulan ini 23 kasus.  

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Lamongan, dr Mafidhatul Laely, mengatakan, kasus DB tidak bisa dianggap biasa. Gigitan nyamuk penyebab penyakit ini bisa menular di satu lokasi.

Apabila ditemukan kasus, lanjut dia, harus dilakukan penyelidikan epidemologi (EP) dengan penelusuran latar belakang penderita, diagnosis, tempat tinggal, dan riwayat perjalanan untuk memutus kasus baru.

Advertisement

Fidha  menjelaskan, meski tidak ada kasus kematian, DB tetap diwaspadai agar tidak sampai bertambah lebih banyak kasusnya. Berdasarkan insidens rate (IR), jumlah kasus dibagi jumlah penduduk dan dikalikan 100 ribu penduduk, maka temuan kasus di Lamongan masih aman 1,9/100 ribu.

Namun, upaya pencegahan harus tetap jalan agar penanganan lebih maksimal. ‘’Kalau dari kasus kumulatif ada penurunan setiap tahunnya. 2022 tercatat 416 kasus, 2023 sebanyak 193 kasus, semoga 2024 tidak sampai membludak,” harapnya.

Dia menuturkan, sosialisasi melalui kader dengan pengecekan bak kamar mandi terus dilakukan. Masyarakat juga harus memiliki kesadaran menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas.

Advertisement

“Kita yang seharusnya lebih peduli dengan kebersihan lingkungan dan mengajak seluruh masyarakat hidup bersih,” ujarnya.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, menurut Fidha, sebaiknya masyarakat tetap menjaga pola istirahat dan mencukupi kebutuhan gizi. Imun yang lemah akan mempengaruhi tubuh untuk mudah terkena penyakit. Terkait fogging, menurut dia, banyak dilakukan secara mandiri oleh desa. (rka/yan)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Tips Sehat Menjelang Musim Kemarau

Tips Sehat Menjelang Musim Kemarau

Perubahan dari musim penghujan ke musim kemarau sering membuat tubuh mengalami “stress dan perlu segera adaptasi”. Suhu siang lebih panas, malam bisa tetap dingin, kelembapan berubah, debu meningkat, dan daya tahan tubuh

Kunjungan Redaksi: Belajar Membuat Karya Jurnalistik

Kunjungan Redaksi: Belajar Membuat Karya Jurnalistik

Lembaga Pers Siswa (LPS) SMA Muhammadiyah 10 (Smamse) Sugio, Lamongan gelar pelatihan jurnalistik secara langsung di kantor Jawa Pos Radar Bojonegoro

Sejarah Epik Turnamen Tenis Bojonegoro Club Cup 1933 di Cepu, Lamongan Sukses Jadi Juara

Sejarah Epik Turnamen Tenis Bojonegoro Club Cup 1933 di Cepu, Lamongan Sukses Jadi Juara

Mengintip sejarah epik turnamen tenis Bojonegoro Club Cup 1933 di Cepu lewat arsip De Indische Courant. Lamongan sukses jadi juara, namun srikandi Bojonegoro yang curi perhatian. Simak kisahnya!

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer