
LAMONGAN, Radar Lamongan – Dinas Kesehatan Lamongan mengklaim progres pembangunan RSUD Brondong menyentuh angka 90 persen. Waktu sekitar sepuluh hari sebelum tutup tahun 2023, bakal dimaksimalkan untuk menyelesaikan pembangunan dua lantai.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Lamongan, dr Herwidhiyah Shidayatri, mengatakan, target tahun ini menyelesaikan pembangunan layanan dasar seperti rawat inap, ruang operasi, dan rawat jalan.
“Tahun ini menyelesaikan tahap awal dulu, karena pembangunan dilakukan dari leveling tanah kosong yang belum ada bangunan sebelumnya. Bukan peningkatan status puskesmas menjadi RS, tapi membangun baru,” ujarnya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Lamongan.
Karena lahan bekas pekarangan, lanjut dia, pembangunan fisik tidak bisa langsung dikerjakan. Bangunan RS ini disesuaikan standar RS tipe D.
Menurut dia, secara bangunan, tinggal finishing. Estimasinya, RSUD ini baru bisa difungsikan pertengahan tahun depan. Alasannya, menunggu alat kesehatan yang pengadaannya masih 2024. Pembangunan RSUD di wilayah pantura ini direncanakan tiga lantai dan pekerjaan dilakukan multiyears.
Bangunan RSUD ini menelan anggaran sekitar Rp 28,2 miliar. Sumbernya, APBD Rp 5 miliar dan DBHCT Rp 23,2 miliar. “Semoga pembangunan tuntas sesuai dengan rencana awal,” harapnya.
Jika selesai dibangun, maka RSUD di Lamongan menjadi empat. Sebelumnya, RSUD Soegiri, Karangkembang, dan Ngimbang. (rka/yan)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





