
RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Jangkrik goreng menjadi salah satu kuliner yang menarik perhatian karena bentuknya yang tidak biasa, tetapi menyimpan potensi kandungan gizi. Bagi sebagian orang, menyantap serangga mungkin terdengar ekstrem. Namun, di sejumlah wilayah, serangga yang dapat dikonsumsi telah lama dikenal sebagai bagian dari kebiasaan makan masyarakat.
Jangkrik biasanya diolah dengan cara dibersihkan, diberi bumbu, kemudian digoreng hingga kering dan renyah. Tambahan garam, bawang putih, cabai, atau rempah-rempah dapat memberikan cita rasa gurih yang khas. Meski belum menjadi makanan sehari-hari bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, jangkrik goreng menawarkan sudut pandang berbeda tentang sumber protein alternatif.
Kandungan Protein Jangkrik
Potensi jangkrik sebagai sumber protein bukan sekadar anggapan. Penelitian ilmiah telah mengkaji kandungan nutrisi berbagai jenis serangga yang dapat dikonsumsi manusia, termasuk jangkrik.
Salah satunya adalah tinjauan penelitian berjudul Edible Crickets (Orthoptera) Around the World: Distribution, Nutritional Value, and Other Benefits—A Review, yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Nutrition pada 2021. Penelitian tersebut melaporkan bahwa kandungan protein jangkrik yang dapat dimakan berkisar antara 55 hingga 73 persen dari berat kering pada sejumlah spesies dan sampel yang diteliti.
Jangkrik juga mengandung lemak, asam lemak, serta sejumlah mineral, seperti zat besi, seng, magnesium, kalium, dan fosfor. Kandungan vitamin tertentu juga ditemukan pada berbagai spesies serangga yang diteliti.
Baca Juga: 5 Kuliner Unik Indonesia, Walang Goreng hingga Ampo yang Terbuat dari Tanah Liat
Meski demikian, angka tersebut perlu dipahami secara tepat. Kandungan protein berdasarkan berat kering tidak sama dengan kandungan protein pada jangkrik segar atau jangkrik goreng yang siap disantap. Jenis jangkrik, tahap pertumbuhan, pakan, habitat, dan metode pengolahan dapat memengaruhi komposisi gizinya.
Karena itu, jangkrik goreng berpotensi menjadi sumber protein, tetapi nilai gizinya tidak bisa disamaratakan untuk setiap produk.
Bisa Menjadi Alternatif Sumber Protein
Penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Food Chemistry: X pada 2024 berjudul Edible crickets as a possible way to curb protein-energy malnutrition: Nutritional status, food applications, and safety concerns turut membahas potensi jangkrik sebagai bahan pangan kaya protein.
Kajian tersebut menjelaskan bahwa protein jangkrik dapat dimanfaatkan dalam berbagai produk makanan, termasuk tepung protein untuk memperkaya kandungan gizi roti dan produk berbahan serealia. Peneliti juga membahas kandungan asam amino esensial dan mineral yang berpotensi mendukung pemenuhan kebutuhan gizi.
Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan jangkrik tidak terbatas pada makanan yang disajikan dalam bentuk utuh. Serangga tersebut juga berpotensi diolah menjadi tepung atau bahan tambahan pangan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





