Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangkrik Goreng, Kuliner Ekstrem yang Menjadi Sumber Protein?

Andhika Feriawan
Penulis: Andhika Feriawan❯
Jangkrik goreng, makanan ekstrem yang kaya akan protein. (PINTEREST)
Jangkrik goreng, makanan ekstrem yang kaya akan protein. (PINTEREST)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Jangkrik goreng menjadi salah satu kuliner yang menarik perhatian karena bentuknya yang tidak biasa, tetapi menyimpan potensi kandungan gizi. Bagi sebagian orang, menyantap serangga mungkin terdengar ekstrem. Namun, di sejumlah wilayah, serangga yang dapat dikonsumsi telah lama dikenal sebagai bagian dari kebiasaan makan masyarakat.

Jangkrik biasanya diolah dengan cara dibersihkan, diberi bumbu, kemudian digoreng hingga kering dan renyah. Tambahan garam, bawang putih, cabai, atau rempah-rempah dapat memberikan cita rasa gurih yang khas. Meski belum menjadi makanan sehari-hari bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, jangkrik goreng menawarkan sudut pandang berbeda tentang sumber protein alternatif.

Kandungan Protein Jangkrik

Advertisement

Potensi jangkrik sebagai sumber protein bukan sekadar anggapan. Penelitian ilmiah telah mengkaji kandungan nutrisi berbagai jenis serangga yang dapat dikonsumsi manusia, termasuk jangkrik.

Salah satunya adalah tinjauan penelitian berjudul Edible Crickets (Orthoptera) Around the World: Distribution, Nutritional Value, and Other Benefits—A Review, yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Nutrition pada 2021. Penelitian tersebut melaporkan bahwa kandungan protein jangkrik yang dapat dimakan berkisar antara 55 hingga 73 persen dari berat kering pada sejumlah spesies dan sampel yang diteliti.

Jangkrik juga mengandung lemak, asam lemak, serta sejumlah mineral, seperti zat besi, seng, magnesium, kalium, dan fosfor. Kandungan vitamin tertentu juga ditemukan pada berbagai spesies serangga yang diteliti.

Meski demikian, angka tersebut perlu dipahami secara tepat. Kandungan protein berdasarkan berat kering tidak sama dengan kandungan protein pada jangkrik segar atau jangkrik goreng yang siap disantap. Jenis jangkrik, tahap pertumbuhan, pakan, habitat, dan metode pengolahan dapat memengaruhi komposisi gizinya.

Karena itu, jangkrik goreng berpotensi menjadi sumber protein, tetapi nilai gizinya tidak bisa disamaratakan untuk setiap produk.

Bisa Menjadi Alternatif Sumber Protein

Penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Food Chemistry: X pada 2024 berjudul Edible crickets as a possible way to curb protein-energy malnutrition: Nutritional status, food applications, and safety concerns turut membahas potensi jangkrik sebagai bahan pangan kaya protein.

Kajian tersebut menjelaskan bahwa protein jangkrik dapat dimanfaatkan dalam berbagai produk makanan, termasuk tepung protein untuk memperkaya kandungan gizi roti dan produk berbahan serealia. Peneliti juga membahas kandungan asam amino esensial dan mineral yang berpotensi mendukung pemenuhan kebutuhan gizi.

Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan jangkrik tidak terbatas pada makanan yang disajikan dalam bentuk utuh. Serangga tersebut juga berpotensi diolah menjadi tepung atau bahan tambahan pangan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Cara Membasmi Kamitetep, Serangga Kecil yang Bisa Bikin Iritasi Kulit

Cara Membasmi Kamitetep, Serangga Kecil yang Bisa Bikin Iritasi Kulit

Meski ukurannya sangat kecil dan terlihat tidak berbahaya, keberadaan kamitetep kerap mengganggu penghuni rumah karena dapat memicu iritasi kulit pada sebagian orang.

Inilah Golongan Darah yang Paling Disukai Nyamuk, Kamu Termasuk?

Inilah Golongan Darah yang Paling Disukai Nyamuk, Kamu Termasuk?

Sejumlah penelitian menunjukkan adanya kemungkinan hubungan antara golongan darah dan kecenderungan nyamuk untuk hinggap pada manusia.

5 Makanan Sederhana yang Tak Disangka Menjadi Sumber Kolesterol Jahat, Sering Dikonsumsi Sehari-hari

5 Makanan Sederhana yang Tak Disangka Menjadi Sumber Kolesterol Jahat, Sering Dikonsumsi Sehari-hari

Namun, tanpa disadari, sejumlah makanan sederhana yang sering dikonsumsi sehari-hari juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat atau Low-Density Lipoprotein (LDL) dalam darah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer