RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Bojonegoro menunjukkan tren yang sangat positif. Pada 2025 menjangkau 40,33 persen penduduk, setara 534.434 jiwa, melampaui target nasional yang ditetapkan 36 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ninik Susmiati menyampaikan, laporan tersebut dalam acara kickoff CKG 2026 dan kampanye "Bumil Sehat" yang digelar di halaman Puskesmas Malo, Kamis (22/1) pagi.
"Untuk tahun 2026, kami menaikkan target cakupan menjadi lebih dari 46 persen penduduk, mulai dari bayi baru lahir hingga lansia," ujar Ninik.
Ia menambahkan, bahwa perbaikan layanan kesehatan telah berhasil menekan Angka Kematian Ibu (AKI) hingga ke titik terendah dalam sepuluh tahun terakhir, yakni hanya 5 kasus di tahun 2025.
Merespons laporan tersebut, Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono dalam arahannya menegaskan, sektor kesehatan merupakan fondasi utama dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Meminta seluruh jajaran pemerintahan tidak cepat berpuas diri.
Bupati secara khusus meminta para camat dan kepala desa menjadi garda terdepan dalam mensosialisasikan program ini dengan cara menjadi teladan bagi warga.
"Saya mengajak para camat dan kepala desa untuk memberikan contoh langsung dengan melakukan cek kesehatan gratis terlebih dahulu. Kalau pemimpinnya sudah periksa, nanti saat mengajak warga akan lebih enak dan lebih didengar karena kita sudah melakukannya sendiri," tegas Bupati Wahono.
Selain soal deteksi dini, Bupati Wahono juga memberikan instruksi keras terkait penanganan stunting. Beliau menargetkan angka stunting di Bojonegoro harus turun hingga ke satu digit (di bawah 10 persen). Salah satu langkahnya adalah dengan pengawasan ketat terhadap program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi Ibu Hamil dengan Kurang Energi Kronis (KEK).
"Kesehatan adalah prioritas utama. Tanpa tubuh yang sehat, masyarakat tidak bisa produktif. Saya instruksikan agar seluruh fasilitas kesehatan memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan tidak diskriminatif kepada seluruh masyarakat," tambahnya.
Kegiatan di halaman Puskesmas Malo ini menjadi penanda dimulainya rangkaian panjang program kesehatan tahun 2026 yang diharapkan mampu terus meningkatkan Usia Harapan Hidup (UHH) masyarakat Bojonegoro yang saat ini telah mencapai angka 75,20 tahun. (*/tih)
Editor : Yuan Edo Ramadhana