Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mitos atau Fakta, Tangan Berkeringat Pertanda Jantung Lemah?

Andhika Feriawan
Penulis: Andhika Feriawan❯
Ilustrasi tangan berkeringat tanda jantung lemah. (AI/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi tangan berkeringat tanda jantung lemah. (AI/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tangan yang sering berkeringat kerap dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, salah satunya anggapan bahwa kondisi tersebut merupakan pertanda jantung lemah. Kepercayaan ini masih menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi orang yang mengalami telapak tangan basah meskipun tidak sedang beraktivitas berat.

Lantas, benarkah tangan berkeringat merupakan tanda jantung lemah? Atau justru kondisi tersebut memiliki penyebab lain yang lebih umum?

Secara medis, tangan berkeringat tidak dapat dijadikan patokan bahwa seseorang mengalami jantung lemah. Keringat pada telapak tangan dapat terjadi akibat respons alami tubuh terhadap suhu, aktivitas fisik, maupun kondisi emosional seperti gugup dan cemas. Pada sebagian orang, kondisi ini juga berkaitan dengan gangguan keringat berlebih atau hiperhidrosis.

Advertisement

1. Mengenal Penyebab Tangan Berkeringat

Keringat merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengatur suhu. Produksi keringat dikendalikan oleh sistem saraf otonom, yang bekerja secara otomatis tanpa harus disadari manusia.

Menurut penjelasan American Academy of Dermatology (AAD), hiperhidrosis merupakan kondisi ketika tubuh menghasilkan keringat lebih banyak daripada yang dibutuhkan untuk mengatur suhu. Kondisi ini dapat terjadi pada bagian tubuh tertentu, termasuk telapak tangan, telapak kaki, ketiak, dan wajah.

Advertisement

Pada hiperhidrosis primer, keringat berlebih umumnya muncul tanpa penyebab medis yang jelas. Kondisi ini sering mulai terlihat sejak masa kanak-kanak atau remaja dan dapat terjadi meskipun seseorang tidak sedang kepanasan atau berolahraga.

Selain itu, tangan berkeringat dapat dipicu oleh beberapa faktor, seperti:

  • Stres dan kecemasan, yang mengaktifkan respons saraf tubuh.

  • Suhu panas dan aktivitas fisik, yang meningkatkan produksi keringat.

  • Konsumsi kafein, yang pada sebagian orang dapat memicu atau memperburuk keringat berlebih.

  • Hiperhidrosis, yaitu kondisi ketika produksi keringat melebihi kebutuhan tubuh.

  • Kondisi medis tertentu, seperti gangguan hormon tiroid, diabetes, atau kadar gula darah rendah.

Informasi dari NHS dan AAD juga menjelaskan bahwa keringat berlebih dapat berkaitan dengan penggunaan obat-obatan tertentu maupun kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Dengan demikian, penyebab tangan berkeringat perlu dinilai berdasarkan pola kemunculan, durasi, dan gejala lain yang menyertainya, bukan hanya berdasarkan anggapan bahwa jantung seseorang lemah.

2. Apa Kata Jurnal dan Penelitian Ilmiah?

Dalam kajian medis mengenai hiperhidrosis, keringat berlebih pada telapak tangan dijelaskan sebagai kondisi yang berkaitan dengan aktivitas sistem saraf yang mengendalikan kelenjar keringat.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mitos atau Fakta, Penyakit pada Manusia Berawal dari Pikiran? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mitos atau Fakta, Penyakit pada Manusia Berawal dari Pikiran? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Penyakit pada manusia sebenarnya berawal dari pikiran, pernyataan semacam ini cukup sering beredar di masyarakat.

OPINI: Literasi Kesehatan Harus Ikut Berkembang

OPINI: Literasi Kesehatan Harus Ikut Berkembang

SETIAP hari, masyarakat hidup berdampingan dengan informasi. Melalui telepon genggam, informasi tentang makanan sehat, penyakit, obat, imunisasi, kesehatan mental, hingga berbagai tips kesehatan dapat ditemukan hanya dalam hitungan detik.

Mitos atau Fakta? Bulu Kucing Bisa Menyebabkan Penyakit Paru-Paru, Ini Penjelasannya

Mitos atau Fakta? Bulu Kucing Bisa Menyebabkan Penyakit Paru-Paru, Ini Penjelasannya

Kucing menjadi salah satu hewan peliharaan yang banyak disukai. Namun, di balik tingkahnya yang menggemaskan, masih ada anggapan bahwa bulu kucing yang terhirup manusia dapat menyebabkan penyakit paru-paru.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer