
RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tangan yang sering berkeringat kerap dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, salah satunya anggapan bahwa kondisi tersebut merupakan pertanda jantung lemah. Kepercayaan ini masih menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi orang yang mengalami telapak tangan basah meskipun tidak sedang beraktivitas berat.
Lantas, benarkah tangan berkeringat merupakan tanda jantung lemah? Atau justru kondisi tersebut memiliki penyebab lain yang lebih umum?
Secara medis, tangan berkeringat tidak dapat dijadikan patokan bahwa seseorang mengalami jantung lemah. Keringat pada telapak tangan dapat terjadi akibat respons alami tubuh terhadap suhu, aktivitas fisik, maupun kondisi emosional seperti gugup dan cemas. Pada sebagian orang, kondisi ini juga berkaitan dengan gangguan keringat berlebih atau hiperhidrosis.
1. Mengenal Penyebab Tangan Berkeringat
Keringat merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengatur suhu. Produksi keringat dikendalikan oleh sistem saraf otonom, yang bekerja secara otomatis tanpa harus disadari manusia.
Menurut penjelasan American Academy of Dermatology (AAD), hiperhidrosis merupakan kondisi ketika tubuh menghasilkan keringat lebih banyak daripada yang dibutuhkan untuk mengatur suhu. Kondisi ini dapat terjadi pada bagian tubuh tertentu, termasuk telapak tangan, telapak kaki, ketiak, dan wajah.
Pada hiperhidrosis primer, keringat berlebih umumnya muncul tanpa penyebab medis yang jelas. Kondisi ini sering mulai terlihat sejak masa kanak-kanak atau remaja dan dapat terjadi meskipun seseorang tidak sedang kepanasan atau berolahraga.
Selain itu, tangan berkeringat dapat dipicu oleh beberapa faktor, seperti:
Stres dan kecemasan, yang mengaktifkan respons saraf tubuh.
Suhu panas dan aktivitas fisik, yang meningkatkan produksi keringat.
Konsumsi kafein, yang pada sebagian orang dapat memicu atau memperburuk keringat berlebih.
Hiperhidrosis, yaitu kondisi ketika produksi keringat melebihi kebutuhan tubuh.
Kondisi medis tertentu, seperti gangguan hormon tiroid, diabetes, atau kadar gula darah rendah.
Informasi dari NHS dan AAD juga menjelaskan bahwa keringat berlebih dapat berkaitan dengan penggunaan obat-obatan tertentu maupun kondisi kesehatan yang mendasarinya.
Dengan demikian, penyebab tangan berkeringat perlu dinilai berdasarkan pola kemunculan, durasi, dan gejala lain yang menyertainya, bukan hanya berdasarkan anggapan bahwa jantung seseorang lemah.
2. Apa Kata Jurnal dan Penelitian Ilmiah?
Dalam kajian medis mengenai hiperhidrosis, keringat berlebih pada telapak tangan dijelaskan sebagai kondisi yang berkaitan dengan aktivitas sistem saraf yang mengendalikan kelenjar keringat.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





