Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

JKN Jadi Andalan Dina Lestari Saat Mudik

Bhagas Dani Purwoko

Photo
Photo


Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Menjelang arus mudik Lebaran, satu hal yang kerap menjadi perhatian masyarakat adalah kepastian mendapatkan layanan kesehatan selama perjalanan.

Sebagian besar warga, khususnya peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), akses terhadap fasilitas kesehatan yang mudah dijangkau menjadi penopang rasa aman saat bepergian.

Hal tersebut yang dirasakan oleh Dina Lestari (19), seorang pelajar sekolah menengah asal Kabupaten Bojonegoro. Dina pun bersiap mudik ke rumah neneknya di luar kota.

Advertisement

“Sangat senang sekali, setiap tahun bisa mudik ke rumah nenek. Bersyukurnya lagi, kami sekeluarga telah terdaftar menjadi peserta JKN. Sehingga tidak perlu khawatir lagi memikirkan payung kesehatan yang selalu menjadi andalan," katanya.

"Saya mempunyai pengalaman beberapa tahun yang lalu. Saat itu adik mengalami demam tinggi saat perjalanan. Selanjutnya adik pun harus ke faskes agar segera mendapatkan pertolongan. Alhamdulillah kepesertaan JKN kami sekeluarga aktif. Sejak itu, ibu selalu memastikan jika iuran JKN dibayar tepat waktu. Kami pun lebih tenang kalau ada keadaan darurat di perjalanan,” imbuh Dina, Senin (9/3).

Menyambut musim mudik tahun ini, Dina kembali merasakan manfaatnya. Ia menceritakan bagaimana kemudahan layanan JKN membuat keluarganya tak perlu khawatir lagi mencari fasilitas kesehatan jika sewaktu-waktu diperlukan.

Advertisement

Menurutnya, keberadaan BPJS Kesehatan telah terhubung dengan berbagai fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.

“Saya dan keluarga biasanya mudik naik kendaraan pribadi. Perjalanan bisa sampai belasan jam. Kalau tiba–tiba sakit di perjalanan, kami bisa langsung cari fasilitas kesehatan terdekat tanpa harus pulang dulu," terangnya.

"Tinggal menunjukkan kartu JKN atau KTP, langsung dilayani. Layanan JKN ini menjadi jaminan penting bagi masyarakat yang bepergian jauh. Kemudahannya sangat membantu dan tidak membuat ribert,” jelas gadis asal Desa Ringintunggal, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro itu.

Selain kemudahan akses, Dina juga menilai informasi yang diberikan BPJS Kesehatan kini lebih mudah diakses.

Menurutnya, kanal informasi melalui aplikasi Mobile JKN, media sosial, hingga layanan administrasi tanpa tatap muka membuat peserta merasa lebih terbantu.

“Saat ini memanfaatkan layanan JKN tidak ada yang sulit. Kepesertaan aktif JKN pun dapat terus dipantau. Tinggal cek di aplikasi, kita langsung mengetahui apakah JKN aktif atau tidak,” katanya.

Di sisi lain, Dina menegaskan pentingnya membayar iuran secara rutin agar status kepesertaan tetap aktif.

Baginya, menjaga iuran bukan hanya soal kewajiban, tetapi bentuk kesiapsiagaan keluarga menghadapi risiko kesehatan yang tak terduga.

“Ibu selalu bilang, sakit itu datangnya tidak bisa ditebak. Jadi lebih baik kita siap dengan JKN yang aktif daripada kelabakan nanti,” tambahnya.

Selanjutnya, Dina juga mengemukanan jika JKN bukan sekadar program pemerintah. Menurutnya, layanan kesehatan ini adalah perlindungan nyata yang besar manfaatnya.

“Mudik kali ini tidak perlu khawatir lagi. Aplikasi Mobile JKN selalu menemani. Kepesertaan JKN pun dapat dipastikan aktif. Mudik pun menjadi lebih tenang dengan perjalanan yang menyenangkan. Berkahnya lagi layanan JKN tetap dapat digunakan dimanapun tanpa hambatan," katanya.

"Lebaran itu waktunya kumpul keluarga. Kalau sampai sakit di jalan, pasti bikin panik. Dengan JKN, kami merasa lebih aman. Pokoknya asal iuran aktif, kita bisa mudik tanpa rasa was-was,” pungkas Dina. (*/tih)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Serahkan Santunan JKM Rp 84 Juta kepada Dua Pekerja Rentan

BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Serahkan Santunan JKM Rp 84 Juta kepada Dua Pekerja Rentan

BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro terus mendorong perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan (jamsostek) bagi pekerja rentan.

Mayoritas Pekerja SPPG di Blora Belum Dikaver JKN

Mayoritas Pekerja SPPG di Blora Belum Dikaver JKN

BPJS Kesehatan Cabang Blora mendata dari total 79 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tercatat baru satu yayasan yang mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

BPJS Kesehatan Goes To Campus: Buka Dialog Interaktif dengan Mahasiswa Unigoro

BPJS Kesehatan Goes To Campus: Buka Dialog Interaktif dengan Mahasiswa Unigoro

JKN adalah program jaminan kesehatannya, BPJS Kesehatan adalah lembaga yang mengelolanya, sedangkan KIS merupakan identitas peserta untuk memperoleh layanan kesehatan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer