Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengapa Sering Sakit Kepala saat Puasa?

Bhagas Dani Purwoko

dr Fauzia Risma Rahayu, Sp.N., Dokter Spesialis Neurologi RS Aisyiyah Bojonegoro – Anggota IDI Cabang Bojonegoro
dr Fauzia Risma Rahayu, Sp.N., Dokter Spesialis Neurologi RS Aisyiyah Bojonegoro – Anggota IDI Cabang Bojonegoro


Advertisement

 

SAKIT kepala adalah rasa nyeri di kepala yang dapat muncul perlahan maupun mendadak. Keluhannya bisa ringan hingga berat, terasa di satu sisi, berdenyut, seperti diikat, bahkan menusuk di sekitar mata. Pada kondisi tertentu, sakit kepala bisa sangat hebat disertai muntah menyemprot atau gangguan kesadaran, yang memerlukan pemeriksaan medis segera.

Saat berpuasa, keluhan sakit kepala cukup sering terjadi. Meskipun umumnya bersifat sementara, kondisi ini tetap mengganggu aktivitas dan ibadah. Lalu, mengapa hal ini bisa terjadi?

Advertisement

Penyebab sakit kepala saat puasa terdiri atas dehidrasi; hipoglikemia (gula darah rendah); perubahan pola makan dan jadwal harian; kurang tidur; dan putus kafein mendadak.

Lalu, bagaimana cara mencegahnya? Berikut ini tips-tips yang bisa diterapkan selama puasa Ramadan. Di antaranya hidrasi optimal dengan pola minum 2 gelas saat buka puasa, 4 gelas sepanjang malam, dan 2 gelas saat sahur.

Kemudian, menu sahur bernutrisi dengan gizi seimbang, kurang kafein secara bertahap, dam tidur cukup 6-8 jam.

Advertisement

Jika sakit kepala terjadi saat puasa, umumnya keluhan membaik dalam 30 menit setelah berbuka. Jika muncul saat berpuasa, lakukan langkah berikut: hentikan aktivitas untuk mencegah cedera; duduk tenang, pejamkan mata, hindari cahaya silau; ubah posisi secara perlahan; pijat ringan kepala atau wajah; dan kompres dingin di kepala atau leher.

Setelah berbuka, penuhi kebutuhan cairan, jangan melewatkan sahur, konsumsi buah dan sayur, hindari makanan terlalu manis, berminyak, atau cepat saji. Bila perlu, obat sakit kepala dapat diminum saat berbuka atau sahur.

Namun, jika sakit kepala sangat berat, tidak membaik, disertai muntah menyemprot atau gangguan kesadaran, segera periksakan diri ke dokter, karena bisa menjadi tanda kondisi yang lebih serius.

Intinya, sakit kepala saat puasa paling sering terjadi karena dehidrasi, gula darah rendah, kurang tidur, dan penghentian kafein mendadak. Dengan pengaturan cairan, nutrisi, dan istirahat yang baik, keluhan ini umumnya dapat dicegah dan diatasi dengan aman. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Tips Sehat Menjelang Musim Kemarau

Tips Sehat Menjelang Musim Kemarau

Perubahan dari musim penghujan ke musim kemarau sering membuat tubuh mengalami “stress dan perlu segera adaptasi”. Suhu siang lebih panas, malam bisa tetap dingin, kelembapan berubah, debu meningkat, dan daya tahan tubuh

Mitos atau Fakta, Mendengarkan Lagu Bisa Membuat Rileks Saat Tidur?

Mitos atau Fakta, Mendengarkan Lagu Bisa Membuat Rileks Saat Tidur?

Sejumlah penelitian ilmiah menunjukkan bahwa mendengarkan musik sebelum tidur berpotensi membantu meningkatkan kualitas tidur, terutama pada orang dewasa yang mengalami kesulitan tidur.

Tips Tidur Nyenyak ala Militer, Teknik Relaksasi untuk Membantu Terlelap Lebih Cepat

Tips Tidur Nyenyak ala Militer, Teknik Relaksasi untuk Membantu Terlelap Lebih Cepat

Salah satu metode yang menarik perhatian adalah military sleep method atau teknik tidur ala militer, yang dikenal sebagai metode relaksasi untuk membantu tubuh dan pikiran lebih siap beristirahat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer