Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Strategi Hidrasi Sehat bagi Pasien Kronis

Bhagas Dani Purwoko

dr. Nila Maharani, Sp.PD Anggota IDI cabang Bojonegoro / Dokter Spesialis Penyakit dalam RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro
dr. Nila Maharani, Sp.PD Anggota IDI cabang Bojonegoro / Dokter Spesialis Penyakit dalam RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro


Advertisement

 

PUASA bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang bagaimana kita menyusun strategi hidrasi yang tepat agar tubuh tetap bugar sepanjang hari. Kunci utamanya bukan meminum air dalam jumlah besar sekaligus saat berbuka, melainkan membaginya secara teratur.

Pola sederhana yang dapat diterapkan adalah 2-4-2: dua gelas saat berbuka, empat gelas sepanjang malam secara bertahap, dan dua gelas saat sahur. Dengan pola ini, kebutuhan cairan harian tetap terpenuhi tanpa membebani lambung.

Advertisement

Selain jumlah, kualitas asupan juga penting. Konsumsi buah yang kaya air seperti semangka, melon, atau jeruk dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh karena kandungan air dan elektrolit alaminya membantu mempertahankan hidrasi lebih lama di dalam sel.

Sebaliknya, hindari konsumsi kafein berlebihan seperti kopi atau teh pekat, serta makanan tinggi garam. Kafein dan garam bersifat diuretik sehingga dapat mempercepat pengeluaran cairan melalui urine dan meningkatkan risiko dehidrasi.

Bagi penderita diabetes, pemilihan minuman saat berbuka perlu lebih diperhatikan. Air mineral lebih dianjurkan dibandingkan takjil manis untuk mencegah lonjakan gula darah yang dapat memicu rasa haus berlebihan dan mengganggu kestabilan metabolik.

Advertisement

Sementara itu, pasien hipertensi perlu membatasi asupan garam, terutama saat sahur, guna menjaga tekanan darah tetap terkontrol selama berpuasa. Kelompok lansia juga memerlukan perhatian khusus karena sensitivitas terhadap rasa haus cenderung menurun. Jangan menunggu rasa haus muncul untuk mulai minum.

Yang tak kalah penting, pasien dengan penyakit kronis sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menjalankan puasa, terutama untuk penyesuaian jadwal dan dosis obat. Jika muncul gejala seperti pusing berat, lemas berlebihan, atau urine berwarna gelap, segera hentikan puasa dan hubungi tenaga medis.

Dengan perencanaan yang tepat, puasa dapat dijalani secara aman dan tetap menyehatkan. Selamat menunaikan ibadah puasa. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Perbedaan Air Mineral dan Air Demineral: Kenali Manfaatnya bagi Kesehatan

Perbedaan Air Mineral dan Air Demineral: Kenali Manfaatnya bagi Kesehatan

Meski sama-sama aman untuk dikonsumsi jika memenuhi standar keamanan pangan, keduanya memiliki perbedaan dalam kandungan mineral, proses pengolahan, serta manfaat yang ditawarkan.

Mitos atau Fakta, Kopi Berbahaya untuk Penderita Hipertensi Tinggi? Ini Penjelasan Ahli dan Jurnal

Mitos atau Fakta, Kopi Berbahaya untuk Penderita Hipertensi Tinggi? Ini Penjelasan Ahli dan Jurnal

bagi penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi, muncul anggapan bahwa kopi merupakan minuman yang harus sepenuhnya dihindari karena kandungan kafeinnya dapat membuat tekanan darah semakin meningkat.

6 Makanan yang Dapat Membantu Menurunkan Darah Tinggi

6 Makanan yang Dapat Membantu Menurunkan Darah Tinggi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling banyak dialami masyarakat. Jika tidak dikendalikan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer