alexametrics
33.2 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Anindita Salwa Nabila

Kesulitan Hitung Denda

SETIAP ada waktu luang di rumah, Anindita Salwa Nabila memilih bermain monopoli. Dia mengajak saudaranya untuk memainkan permainan berdasarkan angka dari dadu yang dilempar untuk menentukan langkah tersebut.

 

Dia senang bisa membeli rumah dan hotel di permainan tersebut. ‘’Biasanya saya main sama mbak,  adik, dan sama Farhan (paman). Saya main kadang kalah dan kadang menang,’’ ucap juara 3 di salah satu lomba mewarnai tingkat PAUD Se-Kabupaten Lamongan tahun ini.

 

Bagi anak 7 tahun ini, paling susah dari permainan monopoli adalah menghitung denda bila langkahnya terhenti di rumah orang lain.

 

‘’Saya biasanya main monopoli dari pukul 08.00 – 10.00,’’ kata anak PAUD Ihyaussunnah Desa Margoanyar, Kecamatan Glagah tersebut.

Baca Juga :  Suka Mewarnai Binatang

 

Permainan lain yang disenangi Salwa adalah main peran bersama temannya. Dia sering meminta menjadi pemilik salon yang mengeringkan dan mencuci rambut. Terkadang, dia memerankan dokter. ‘’Karena cita-cita saya ingin jadi dokter, soalnya nanti itu enak bisa periksa orang,’’ ujarnya. (sip/yan)

SETIAP ada waktu luang di rumah, Anindita Salwa Nabila memilih bermain monopoli. Dia mengajak saudaranya untuk memainkan permainan berdasarkan angka dari dadu yang dilempar untuk menentukan langkah tersebut.

 

Dia senang bisa membeli rumah dan hotel di permainan tersebut. ‘’Biasanya saya main sama mbak,  adik, dan sama Farhan (paman). Saya main kadang kalah dan kadang menang,’’ ucap juara 3 di salah satu lomba mewarnai tingkat PAUD Se-Kabupaten Lamongan tahun ini.

 

Bagi anak 7 tahun ini, paling susah dari permainan monopoli adalah menghitung denda bila langkahnya terhenti di rumah orang lain.

 

‘’Saya biasanya main monopoli dari pukul 08.00 – 10.00,’’ kata anak PAUD Ihyaussunnah Desa Margoanyar, Kecamatan Glagah tersebut.

Baca Juga :  Hindari Mobil, Truk Masuk Parit

 

Permainan lain yang disenangi Salwa adalah main peran bersama temannya. Dia sering meminta menjadi pemilik salon yang mengeringkan dan mencuci rambut. Terkadang, dia memerankan dokter. ‘’Karena cita-cita saya ingin jadi dokter, soalnya nanti itu enak bisa periksa orang,’’ ujarnya. (sip/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/