Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

LPPM Unigoro dan Perhutani KPH Bojonegoro Teken PKS: Siapkan 7,02 Hektare di RPH Dodol

M
Penulis: M. Nurcholis❯
UNIGORO FOR RADAR BOJONEGORO.
UNIGORO FOR RADAR BOJONEGORO.

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Universitas Bojonegoro (Unigoro) resmi memiliki hutan pendidikan dan laboratorium alam. Rabu (21/10/26), LPPM Unigoro bersama Perhutani KPH Bojonegoro melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) di bidang penelitian, pendidikan, pelatihan, dan konservasi. Hutan pendidikan seluas 7,02 hektare berada di Petak 153 M RPH Dodol, BKPH Gondang.

Administratur Perhutani KPH Bojonegoro, Slamet Juwanto, S.Hut., mengapresiasi langkah inovatif Unigoro yang selaras dengan komitmen lembaganya terkait konservasi ekosistem hutan jati. Beliau berharap, keberadaan hutan pendidikan dan laboratorium alam di RPH Dodol dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.

“Dalam waktu dekat ini, bersama-sama dengan Unigoro kami akan melakukan inventarisasi secara fisik. Kira-kira apa saja yang perlu dilengkapi terkait dengan infrastruktur, sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam rangka melestarikan hutan ini. Ke depannya, harapan kami Perhutani akan mengusulkan lokasi ini sebagai kawasan khusus dalam rangka penelitian, pengembangan, dan konservasi untuk pelestarian anggrek larat hijau atau Dendrobium capra,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua LPPM Unigoro, Dr. Laily Agustina R., S.Si., M.Sc., memaparkan, selanjutnya pihaknya akan menggandeng pihak ketiga untuk mendukung upaya edukasi dan riset di lokasi tersebut. Utamanya pembangunan akses di RPH Dodol sekaligus penanaman tanaman pengayaan. “Mengapa pembangunan akses ini penting? Karena kondisi geografis wilayah konservasinya miring dan tinggi, jadi sangat berbahaya. Sehingga harus dibangun tangga kayu sebagai akses,” paparnya.

Untuk penanaman tanaman pengayaan akan mendapatkan support dari PT Pertamina EP Sukowati Field berupa 250 bibit pohon jati dan 250 bibit pohon mahoni.

Advertisement

Dosen Prodi Ilmu Lingkungan Unigoro ini juga menambahkan, seperti halnya Universitas Gadjah Mada (UGM) yang memiliki hutan pendidikan Wanagama, civitas akademika Unigoro dapat memanfaatkan sepetak hutan di Desa Pajeng tersebut sebagai tempat belajar terbuka tentang ekosistem.

“Pendekatan yang kita lakukan adalah konservasi ke ekosistem. Meskipun target utamanya D. Capra, tapi untuk bisa hidup dengan baik dia butuh inang. Inangnya adalah pohon jati. Sehingga harus dijaga agar bisa hidup dengan baik ekosistemnya,” tukas Laily. (din)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Langkah Strategis Unigoro di Balik Pengakuan Dunia untuk Geopark Bojonegoro

Langkah Strategis Unigoro di Balik Pengakuan Dunia untuk Geopark Bojonegoro

Geopark Bojonegoro resmi mendapatkan pengakuan internasional. Berdasarkan hasil pelaksanaan Sidang Dewan UNESCO Global Geopark (UGGp) ke-11 yang berlangsung di Paris, Prancis, pada 2 November 2026.

Kolaborasi LPPM Unigoro-EMCL: 392 Guru Ikuti Seleksi Pelatihan Pusat Belajar Guru

Kolaborasi LPPM Unigoro-EMCL: 392 Guru Ikuti Seleksi Pelatihan Pusat Belajar Guru

Kegiatan seleksi dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh 392 guru dari berbagai sekolah di Kabupaten Bojonegoro yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama.

Perluas Akses Perlindungan, BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Jalin Kerja Sama dengan BMT NU Ngasem

Perluas Akses Perlindungan, BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Jalin Kerja Sama dengan BMT NU Ngasem

BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro terus memperluas akses perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan (jamsostek) bagi masyarakat pekerja. Salah satunya melalui kerja sama dengan BMT NU Ngasem.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer