alexametrics
28.4 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Australia Gulirkan Dosis Keempat Vaksin COVID-19

SYDNEY, Radar Bojonegoro – Australia mulai April akan menggulirkan vaksinasi dosis keempat anti COVID-19 pada kalangan penduduk yang paling rentan, kata pihak berwenang, Jumat.

Vaksinasi dosis keempat itu diselenggarakan saat Australia berupaya menangkal wabah baru menjelang musim dingin.

Keputusan soal pemberian dosis keempat diambil di tengah peningkatan kasus yang dipicu oleh Omicron subvarian BA.2.

Selain itu, ada kekhawatiran bahwa COVID-19 maupun virus-virus flu bisa beredar selama bulan-bulan yang lebih dingin, sementara sebagian besar pembatasan sosial dicabut.

Dosis penguat (booster) yang kedua akan disediakan mulai 4 April bagi orang-orang yang sudah mendapatkan booster pertama sedikitnya empat bulan sebelumnya dan berusia di atas 65 tahun, kata Menteri Kesehatan Greg Hunt kepada pers.

Baca Juga :  Zelenskyy: Berunding dengan Rusia Berat

Selain itu, kata Hunt, penerima booster kedua akan termasuk warga pribumi Australia berusia 50 tahun ke atas, orang yang mengalami disabilitas, atau yang sistem kekebalan tubuhnya lemah.

Australia berada di antara negara-negara yang tingkat vaksinasinya tinggi dalam melawan virus Corona.

Menurut data resmi, Australia sejauh ini telah memberikan dua dosis vaksin pada 95 persen penduduk yang berusia di atas 16 tahun. Hampir 67 persen penduduk kelompok tersebut sudah mendapatkan booster.

Tingkat vaksinasi seperti itu telah membantu Australia membendung COVID-19.

Sejak awal pandemi, negara tersebut mencatat empat juta kasus dan 5.824 kematian. Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan dengan di negara-negara lain.

Baca Juga :  Penularan Covid Meledak, Sepekan 204 Pasien Baru

Pada Jumat, Australia melaporkan total sekitar 35.000 kasus baru dan 16 kematian. Empat negara bagian belum memberikan laporan. (Antara News)

SYDNEY, Radar Bojonegoro – Australia mulai April akan menggulirkan vaksinasi dosis keempat anti COVID-19 pada kalangan penduduk yang paling rentan, kata pihak berwenang, Jumat.

Vaksinasi dosis keempat itu diselenggarakan saat Australia berupaya menangkal wabah baru menjelang musim dingin.

Keputusan soal pemberian dosis keempat diambil di tengah peningkatan kasus yang dipicu oleh Omicron subvarian BA.2.

Selain itu, ada kekhawatiran bahwa COVID-19 maupun virus-virus flu bisa beredar selama bulan-bulan yang lebih dingin, sementara sebagian besar pembatasan sosial dicabut.

Dosis penguat (booster) yang kedua akan disediakan mulai 4 April bagi orang-orang yang sudah mendapatkan booster pertama sedikitnya empat bulan sebelumnya dan berusia di atas 65 tahun, kata Menteri Kesehatan Greg Hunt kepada pers.

Baca Juga :  Dubes RI Sambut Baik Kerja Sama Industri Sepak Bola Indonesia-Jepang

Selain itu, kata Hunt, penerima booster kedua akan termasuk warga pribumi Australia berusia 50 tahun ke atas, orang yang mengalami disabilitas, atau yang sistem kekebalan tubuhnya lemah.

Australia berada di antara negara-negara yang tingkat vaksinasinya tinggi dalam melawan virus Corona.

Menurut data resmi, Australia sejauh ini telah memberikan dua dosis vaksin pada 95 persen penduduk yang berusia di atas 16 tahun. Hampir 67 persen penduduk kelompok tersebut sudah mendapatkan booster.

Tingkat vaksinasi seperti itu telah membantu Australia membendung COVID-19.

Sejak awal pandemi, negara tersebut mencatat empat juta kasus dan 5.824 kematian. Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan dengan di negara-negara lain.

Baca Juga :  PPKM Diperpanjang, Sekolah Tatap Muka Diundur Lebih Lama

Pada Jumat, Australia melaporkan total sekitar 35.000 kasus baru dan 16 kematian. Empat negara bagian belum memberikan laporan. (Antara News)

Artikel Terkait

Most Read

Abidin Fikri Belum Bersikap

Desain Trotoar Harus Ramah Disabilitas

Percepat Penyaluran Rastra

Artikel Terbaru


/