alexametrics
29.9 C
Bojonegoro
Thursday, May 19, 2022

Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

Jual Rokok Ilegal, Aparatur Sipil Negara Ditahan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Bukan hanya warga sipil saja yang tergiur berbisnis penjualan rokok ilegal. Namun, aparatur sipil negara (ASN) juga ada yang terlibat, guna mendapatkan cuan besar secara instan. Salah satu ASN asal Desa Mayong, Kecamatan Karangbinangun, Lamongan M Sueb, yang terpaksa meringkuk di dalam jeruji besi.

Pria 58 tersebut ditangkap Kantor Pengawasan dan Pelayanan Badan Cukai Tipe Madya Pabean B Gresik. ASN yang bertugas di salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Bojonegoro itu diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan. Selanjutnya petugas langsung mengirimnya ke Lapas Kelas II B Lamongan, kemarin (23/2).

‘’Memang benar, hari ini (kemarin, Red) mendapatkan pelimpahan tersangka dan barang bukti tahap dua. Terkait rokok tanpa pita cukai,’’ucap Kasi Intel Kejari Lamongan Condro Maharanto kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Baca Juga :  Hari Kedua Tryout Lancar, Targetnya Hasil UNBK Maksimal

Awalnya Pengawasan dan Pelayanan Beadan Cukai Tipe Madya Pabean B Gresik mendapatkan informasi dari masyarakat. Yakni adanya peredaran rokok tanpa pita cukai. Setelah dilakukan penelusuran, ditemukan adanya rokok tanpa pita cukai di rumah tersangka.
‘’Dalam pemeriksaan, sebanyak 15 merek rokok tanpa cukai yang dijual tersangka,’’ imbuhnya.

Menurut dia, tersangka cukup kooperatif dalam menjawab pertanyaan oleh jaksa penuntut umum (JPU). Dia mengatakan, tersangka bakal menjalani masa hukuman awal selama 20 hari ke depan, sebelum proses persidangan. Condro menuturkan, pihaknya akan sesegera mungkin melimpahkan berkas ke Pengadilan Negeri (PN) Lamongan, sebelum masa penahanan berakhir.

‘’Memang benar, tersangka sampai saat ini masih aktif sebagai ASN bertugas di Bojonegoro,’’ bebernya.

Baca Juga :  Pengadilan Tinggi Jawa Timur Perpanjang Masa Tahanan Shodikin

Kasi Pidsus Kejari Lamongan Anton Wahyudi mengatakan, setelah menerima pelimpahan, langsung dilakukan pemeriksaan. Dia mengungkapkan, dari 15 merek rokok ilegal tersebut, totalnya sebanyak 377.080 batang.

Berdasarkan keterangan tersangka, tutur Anton, aksi menjual rokok ilegal itu baru dilakukan. Namun, Anton mengaku nanti seluruhnya akan dibuktikan dalam persidangan.

Tersangka terancam dikenai pasal 54 atau 56 UU nomor 39 tahun 2007 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 1995. Yakni tentang cukai dengan acaman pidana 1 tahun hingga 5 tahun penjara.

‘’Dari jumlah tersebut, tentunya negara mengalami kerugian sebesar Rp 197 juta,’’ ujar Anton. (mal/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Bukan hanya warga sipil saja yang tergiur berbisnis penjualan rokok ilegal. Namun, aparatur sipil negara (ASN) juga ada yang terlibat, guna mendapatkan cuan besar secara instan. Salah satu ASN asal Desa Mayong, Kecamatan Karangbinangun, Lamongan M Sueb, yang terpaksa meringkuk di dalam jeruji besi.

Pria 58 tersebut ditangkap Kantor Pengawasan dan Pelayanan Badan Cukai Tipe Madya Pabean B Gresik. ASN yang bertugas di salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Bojonegoro itu diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan. Selanjutnya petugas langsung mengirimnya ke Lapas Kelas II B Lamongan, kemarin (23/2).

‘’Memang benar, hari ini (kemarin, Red) mendapatkan pelimpahan tersangka dan barang bukti tahap dua. Terkait rokok tanpa pita cukai,’’ucap Kasi Intel Kejari Lamongan Condro Maharanto kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Baca Juga :  Padat, Perlambat Mobilisasi Masyarakat di Lamongan

Awalnya Pengawasan dan Pelayanan Beadan Cukai Tipe Madya Pabean B Gresik mendapatkan informasi dari masyarakat. Yakni adanya peredaran rokok tanpa pita cukai. Setelah dilakukan penelusuran, ditemukan adanya rokok tanpa pita cukai di rumah tersangka.
‘’Dalam pemeriksaan, sebanyak 15 merek rokok tanpa cukai yang dijual tersangka,’’ imbuhnya.

Menurut dia, tersangka cukup kooperatif dalam menjawab pertanyaan oleh jaksa penuntut umum (JPU). Dia mengatakan, tersangka bakal menjalani masa hukuman awal selama 20 hari ke depan, sebelum proses persidangan. Condro menuturkan, pihaknya akan sesegera mungkin melimpahkan berkas ke Pengadilan Negeri (PN) Lamongan, sebelum masa penahanan berakhir.

‘’Memang benar, tersangka sampai saat ini masih aktif sebagai ASN bertugas di Bojonegoro,’’ bebernya.

Baca Juga :  Kemenag Lamongan Tunggu Keppres BPIH

Kasi Pidsus Kejari Lamongan Anton Wahyudi mengatakan, setelah menerima pelimpahan, langsung dilakukan pemeriksaan. Dia mengungkapkan, dari 15 merek rokok ilegal tersebut, totalnya sebanyak 377.080 batang.

Berdasarkan keterangan tersangka, tutur Anton, aksi menjual rokok ilegal itu baru dilakukan. Namun, Anton mengaku nanti seluruhnya akan dibuktikan dalam persidangan.

Tersangka terancam dikenai pasal 54 atau 56 UU nomor 39 tahun 2007 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 1995. Yakni tentang cukai dengan acaman pidana 1 tahun hingga 5 tahun penjara.

‘’Dari jumlah tersebut, tentunya negara mengalami kerugian sebesar Rp 197 juta,’’ ujar Anton. (mal/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/