Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Usai Diserbu Emak-Emak, Pembongkaran Warung Remang-Remang Dukuh Jape Diberi Waktu 10 Hari

Hakam Alghivari • Jumat, 26 April 2024 | 20:15 WIB
Photo
Photo

BLORA, Radar Bojonegoro – Keberadaan warung remang-remang di Dukuh Jape, Desa Sumberejo, Kecamatan Randublatung meresahkan masyarakat. Sehingga, warga, pihak desa, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) Randublatung, serta seluruh pemilik warung sepakat untuk membongkar bangunan dan diberi waktu 10 hari.

Kepala Desa (Kades) Sumberejo Kusnan, saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa saat ini sudah dimulai pembongkaran oleh pemilik warung. ’’Semua aman terkendali, sudah tidak ada masalah,” ujarnya, kemarin (25/4).

Usai bersih dari bangunan liar tersebut, direncanakan lahan akan digunakan untuk membuat lapangan voli. ’’Biar lahan bisa dimanfaatkan pemuda desa untuk olahraga, kegiatan yang lebih positif,” jelas Kusnan.

Sementara itu, Kasi Trantib Kecamatan Randublatung Sugiyanto, mengungkapkan, pemilik warung diberikan waktu paling lama 10 hari membongkar bangunan liar yang telah mereka dirikan di lahan milik Desa Sumberejo.

’’Mereka sepakat dan telah menandatangani berita acara di atas meterai. Jika mengingkari, maka akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan warga didominasi emak-emak di Dukuh Jape, Desa Sumberejo berusaha membongkar paksa tujuh warung remang-remang yang berada di sebelah timur makam Jape. Tepatnya, berada di Jalan Randublatung-Cepu pada Selasa lalu (24/4).

Emak-emak khawatir suami mereka kepincut wanita penghibur yang mangkal di warung tersebut. Suntoro salah satu warga Dukuh Jape menjelaskan, tempat itu kerap dijadikan tempat mabuk-mabukan dan praktik pelacuran. 

Warga pun sudah sempat memperingatkan pemilik warung menghentikan aktivitasnya. ’’Aksi kami sudah kali ketiga. Kami sudah izin polisi dan kecamatan untuk bongkar warung-warung ini. Kami sudah tidak tahan lingkungan kami tercemar nama baiknya,” tegasnya. (hul/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#meresahkan masyarakat #pembongkaran #warung #Aktivitas #bangunan #blora