alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Oknum Polisi di Blora Gelapkan PNPB

Tak Ajukan Eksepsi, Kedua Terdakwa Pasrah

- Advertisement -

BLORA, Radar Bojonegoro – Sidang perdana pasangan suami istri oknum polisi penggelapan uang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) digelar kemarin (30/5). Dengan pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum, kedua terdakwa tidak mengajukan eksepsi dan penasihat hukum ditunjuk hakim.

 

 

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Blora Djatmiko menjelaskan, persidangan awal dengan agenda pembacaan dakwaan kepada Bripka Etana Fany Jatnika dan Briptu Eka Mariyani.

 

- Advertisement -

Keduanya tidak mengajukan eksepsi atau keberatan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). “Kedua terdakwa tidak mengajukan

eksepsi, sehinggga tidak ada penundaan sidang,” jelasnya.

 

 

Djatmiko mengungkapkan, kedua terdakwa juga tidak didampingi penasihat hukum (PH), sehingga PH ditunjuk oleh majelis hakim.  Selanjutnya, sidang berlanjut dengan agenda pemeriksaan saksi pada Senin (6/6).

Baca Juga :  Mekanik Edarkan Sabu-Sabu di Wilayah Lamongan

Persidangan dilaksanakan di Pengadilan Tipikor Semarang, kedua tersangka saat ini mendekam di rutan kelas 2 B Blora.  “Persidangan dilaksanakan secara virtual,” tuturnya.

 

 

Djatmiko menegaskan, terdakwa pasutri penggelapan dana PNPB didakwa dengan Pasal 2  subsider Pasal 3 UU Tipikor Junto 55 ayat 1, junto pasal 64 KUHP tentang tindak pidana korupsi yang dilaksanakan bersama-sama dan berlanjut.

 

 

“Pengembangan kasus nanti di fakta persidangan, ketika pemeriksaan saksi-saksi dan barang bukti yang dibawa JPU,” jelasnya.

 

 

Sebelumnya, pasutri oknum polisi Blora diduga menggelapkan uang PNBP saat tutup buku, dalam dakwaan yang dituliskan JPU, pada awal Januari lalu, saksi Edi Sukamto selaku Kasatlantas Polres Blora bersama dengan terdakwa selaku Benma dan dan Benma Pembantu melakukan pengecekan tutup buku akhir tahun 2021.

Baca Juga :  Karyawan dan Pemilik Akun IG akan Diperiksa Penyidik Satreskrim Bojonegoro

 

Kemudian terbukti setor pembayaran dari terdakwa belum terbayarkan. Kemudian sampai batas waktu yan ditentukan terdakwa belum bisa menyetorkan uang PNBP ke kas Negara. (luk/msu)

BLORA, Radar Bojonegoro – Sidang perdana pasangan suami istri oknum polisi penggelapan uang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) digelar kemarin (30/5). Dengan pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum, kedua terdakwa tidak mengajukan eksepsi dan penasihat hukum ditunjuk hakim.

 

 

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Blora Djatmiko menjelaskan, persidangan awal dengan agenda pembacaan dakwaan kepada Bripka Etana Fany Jatnika dan Briptu Eka Mariyani.

 

- Advertisement -

Keduanya tidak mengajukan eksepsi atau keberatan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). “Kedua terdakwa tidak mengajukan

eksepsi, sehinggga tidak ada penundaan sidang,” jelasnya.

 

 

Djatmiko mengungkapkan, kedua terdakwa juga tidak didampingi penasihat hukum (PH), sehingga PH ditunjuk oleh majelis hakim.  Selanjutnya, sidang berlanjut dengan agenda pemeriksaan saksi pada Senin (6/6).

Baca Juga :  Baru Dua Pendaftar

Persidangan dilaksanakan di Pengadilan Tipikor Semarang, kedua tersangka saat ini mendekam di rutan kelas 2 B Blora.  “Persidangan dilaksanakan secara virtual,” tuturnya.

 

 

Djatmiko menegaskan, terdakwa pasutri penggelapan dana PNPB didakwa dengan Pasal 2  subsider Pasal 3 UU Tipikor Junto 55 ayat 1, junto pasal 64 KUHP tentang tindak pidana korupsi yang dilaksanakan bersama-sama dan berlanjut.

 

 

“Pengembangan kasus nanti di fakta persidangan, ketika pemeriksaan saksi-saksi dan barang bukti yang dibawa JPU,” jelasnya.

 

 

Sebelumnya, pasutri oknum polisi Blora diduga menggelapkan uang PNBP saat tutup buku, dalam dakwaan yang dituliskan JPU, pada awal Januari lalu, saksi Edi Sukamto selaku Kasatlantas Polres Blora bersama dengan terdakwa selaku Benma dan dan Benma Pembantu melakukan pengecekan tutup buku akhir tahun 2021.

Baca Juga :  Bekuk Jaringan Residivis Pengedar Pil Dobel L di Lamongan

 

Kemudian terbukti setor pembayaran dari terdakwa belum terbayarkan. Kemudian sampai batas waktu yan ditentukan terdakwa belum bisa menyetorkan uang PNBP ke kas Negara. (luk/msu)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/