alexametrics
27.4 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Korupsi Dana Bansos Perumahan

Guru MTs Divonis Setahun 3 Bulan

- Advertisement -

PACIRAN, Radar Lamongan – Masih ingat dengan kasus korupsi dana bantuan sosial perumahan dan permukiman (BSPS) Maret lalu? Kemarin (28/7) terdakwanya,  Najib, 56, asal Desa/Kecamatan Paciran, divonis majelis hakim Pengadilan Tipikor setahun tiga bulan. Juga, denda Rp 50 juta subsider tiga bulan penjara.

 

Salah satu guru MTs itu dinyatakan terbukti melanggar pasal 3 UU Tipikor. Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan, Anton Wahyudi, menjelaskan, putusan hukuman terdakwa sama dengan tuntutan JPU. Menurut dia, dalam persidangan, terdakwa menerima tanpa melakukan pikir – pikir terlebih dulu.

 

‘’Terdakwa sudah mengembalikan uang Rp 182 juta dari kerugian negara Rp 184 juta,’’ jelasnya.

- Advertisement -

 

Baca Juga :  Minta Hukuman Ringan

Dengan pengembalian uang tersebut, terdakwa tinggal mengembalikan Rp 2 juta lagi. ‘’Jadi sidang tuntutan terdakwa, tentunya sama setelah menjalani sidang putusan,’’ tutur Anton.

 

Seperti diberitakan,  bantuan sosial perumahan dan permukiman yang dikorupsi pada tahun anggaran 2020 di Kecamatan Paciran. Ada proyek 30 unit rumah.

 

Masing – masing dianggarkan Rp 17,5 juta. Namun, tersangka yang menjadi agen bahan bangunan atau suplayer hanya membelanjakan maksimal  Rp 10 juta. ‘’Tersangka telah meminta uang sisa belanja berada di salah satu toko bahan bangunan yang ditunjuk, untuk disimpan sendiri,’’ terang Anton.  (mal/yan)

PACIRAN, Radar Lamongan – Masih ingat dengan kasus korupsi dana bantuan sosial perumahan dan permukiman (BSPS) Maret lalu? Kemarin (28/7) terdakwanya,  Najib, 56, asal Desa/Kecamatan Paciran, divonis majelis hakim Pengadilan Tipikor setahun tiga bulan. Juga, denda Rp 50 juta subsider tiga bulan penjara.

 

Salah satu guru MTs itu dinyatakan terbukti melanggar pasal 3 UU Tipikor. Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan, Anton Wahyudi, menjelaskan, putusan hukuman terdakwa sama dengan tuntutan JPU. Menurut dia, dalam persidangan, terdakwa menerima tanpa melakukan pikir – pikir terlebih dulu.

 

‘’Terdakwa sudah mengembalikan uang Rp 182 juta dari kerugian negara Rp 184 juta,’’ jelasnya.

- Advertisement -

 

Baca Juga :  Pingin Cepat Kaya, tapi Utamakan Rasionalitas

Dengan pengembalian uang tersebut, terdakwa tinggal mengembalikan Rp 2 juta lagi. ‘’Jadi sidang tuntutan terdakwa, tentunya sama setelah menjalani sidang putusan,’’ tutur Anton.

 

Seperti diberitakan,  bantuan sosial perumahan dan permukiman yang dikorupsi pada tahun anggaran 2020 di Kecamatan Paciran. Ada proyek 30 unit rumah.

 

Masing – masing dianggarkan Rp 17,5 juta. Namun, tersangka yang menjadi agen bahan bangunan atau suplayer hanya membelanjakan maksimal  Rp 10 juta. ‘’Tersangka telah meminta uang sisa belanja berada di salah satu toko bahan bangunan yang ditunjuk, untuk disimpan sendiri,’’ terang Anton.  (mal/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Anggun, Manajer Toko Pembuat Tas Rajut

Tiga Pejabat Unnes Diperiksa

Artikel Terbaru


/