alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Siapkan Saksi Ahli Pidana, Dugaan Korupsi Pengurukan Lahan DTPHP Lamongan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Seorang saksi ahli dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) dihadirkan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya kemarin (26/4). Saksi tersebut dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus dugaan korupsi pengurukan lahan di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Lamongan.

 

‘’Sekarang (kemarin, Red), sidang keterangan saksi ahli teknik konstruksi dari ITS Surabaya. Sebanyak satu orang telah hadir dalam persidangan,’’ kata Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan, Anton Wahyudi.

 

Menurut dia, sidak di lapangan pernah dilakukan saksi. Kemudian, saksi melakukan analisa  dari hasil pengurukan tersebut. Ditemukan kekurangan volume pengurukan di lokasi.

 

‘’Dari situlah akhirnya dilakukan perhitungan pengurukan tersebut. Terdapat adanya kerugian negara sesuai dengan yang dicantumkan kemarin,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Tak Ada Pilihan Kecuali Menang

 

Rencananya, sidang berikutnya menghadirkan saksi ahli pidana. Anton masih menunggu informasi terkait kesiapan saksi yang hendak dihadirkan di persidangan.

 

Seperti diberitakan, kasus ini menyeret Rujito, mantan kepala DTPHP dan kontraktor Mohammad Zaenuri. Dugaan korupsi dana pengurukan lahan itu terjadi pada 2017. Anggaran awalnya Rp 800 juta, namun kemudian membengkak menjadi Rp 1,5 miliar. Berdasarkan hasil audit, ditemukan kerugian negara Rp 564 juta. (mal/yan)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Seorang saksi ahli dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) dihadirkan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya kemarin (26/4). Saksi tersebut dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus dugaan korupsi pengurukan lahan di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Lamongan.

 

‘’Sekarang (kemarin, Red), sidang keterangan saksi ahli teknik konstruksi dari ITS Surabaya. Sebanyak satu orang telah hadir dalam persidangan,’’ kata Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan, Anton Wahyudi.

 

Menurut dia, sidak di lapangan pernah dilakukan saksi. Kemudian, saksi melakukan analisa  dari hasil pengurukan tersebut. Ditemukan kekurangan volume pengurukan di lokasi.

 

‘’Dari situlah akhirnya dilakukan perhitungan pengurukan tersebut. Terdapat adanya kerugian negara sesuai dengan yang dicantumkan kemarin,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Ingin Dirikan Kafe Berkonsep Ruang Diskusi

 

Rencananya, sidang berikutnya menghadirkan saksi ahli pidana. Anton masih menunggu informasi terkait kesiapan saksi yang hendak dihadirkan di persidangan.

 

Seperti diberitakan, kasus ini menyeret Rujito, mantan kepala DTPHP dan kontraktor Mohammad Zaenuri. Dugaan korupsi dana pengurukan lahan itu terjadi pada 2017. Anggaran awalnya Rp 800 juta, namun kemudian membengkak menjadi Rp 1,5 miliar. Berdasarkan hasil audit, ditemukan kerugian negara Rp 564 juta. (mal/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/