Rabu, 08 Dec 2021
Radar Bojonegoro
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Jalani Sidang Pertama, Rozi Ajukan Eksepsi

Anggota DPRD Terjerat Dugaan KDRT

25 November 2021, 12: 17: 06 WIB | editor : Mohammad Yusuf Purwanto

Jalani Sidang Pertama, Rozi Ajukan Eksepsi

DIDERA PERKARA: Rozi saat rapat komisi minggu lalu. Anggota DPRD ini jalani sidang dugaan KDRT. (DOKUMEN DPRD FOR RDR.BJN)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - M. Rozi anggota Komisi C DPRD Bojonegoro menjalani sidang pertama secara virtual digelar Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro kemarin (24/11). Rozi merupakan terdakwa dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Agenda sidang kemarin, tim jaksa penuntut umum membacakan surat dakwaan.
Humas PN Bojonegoro Zainal Ahmad mengatakan, terdakwa M. Rozi jalani sidang secara virtual di kejaksaan negeri (kejari). Setelah JPU membacakan surat dakwaan, terdakwa berencana mengajukan eksepsi atau keberatan atas dakwaan JPU. Sehingga, sidang dilanjutkan Rabu depan (1/12) dengan agenda pembacaan eksepsi.
“Selain itu, saat sidang tadi terdakwa belum didampingi penasihat hukum. Karena yang bersangkutan tidak keberatan, sehingga sidang pertama dilanjutkan. Lalu terdakwa berencana ajukan eksepsi,” tutur Zainal.
Kasi Intelijen Kejari Edward Naibaho membenarkan, bahwa terdakwa didakwa dakwaan tunggal. Yakni, pasal 44 ayat 4 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dengan ancaman hukuman maksimal empat bulan dan denda maksimal Rp 5 juta.
Kemungkinan agenda sidang pembacaan eksepsi minggu depan, terdakwa sudah didampingi penasihat hukum. “Iya benar tadi sudah sidang pertama, terdakwa ajukan eksepsi karena merasa keberatan atas uraian dakwaan JPU,” bebernya.
Terdakwa yang juga merupakan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut tidak ditahan oleh kejari. Karena berdasar dakwaan tunggal tersebut hukuman pidana penjaranya di bawah lima tahun. Adapun tim JPU yang ditunjuk menangani perkara tersebut ialah Dekry Wahyudi.
Perlu diketahui, sebelumnya terdakwa dilaporkan istrinya berinisial AS atas dugaan KDRT ke Polres pada 21 September 2020. Berkas perkara baru dilimpahkan kejari kepada PN pada 18 November lalu.
Sementara itu, Rozi saat dihubungi melalui sambungan telepon enggan berkomentar dan beralasan suara dari wartawan koran ini tidak terdengar.

Baca juga: Patah Hati, Keroyok Pemuda Perebut Idola

(bj/gas/rij/min/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia