alexametrics
25.7 C
Bojonegoro
Thursday, May 19, 2022

Korban Egga Kasus Arisan dan Investasi Bodong di Bojonegoro Masih Bertambah

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Proses pemberkasan berita acara pemeriksaan (BAP) kasus arisan dan investasi bodong dengan tersangka Egga Ayu masih berjalan, belum lengkap atau p-21. Sebab penyidik Satreskrim Polres Bojonegoro masih menunggu tambahan laporan dari para korban Egga.

 

Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad menyampaikan, proses BAP masih terus berjalan. Karena saksi korban masih bertambah. Awalnya, satu korban, lalu lima korban, sekarang sudah masuk total sepuluh korban. Namun terkait nilai kerugian masing-masing korban tersebut belum dibeberkan.

 

“Proses BAP masih berjalan, kami juga sudah kirim SPDP (surat pemberitahuan dimulainya penyidikan) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro,” tutur Kapolres.

 

Penyidik juga masih berusaha menelusuri aliran dana dikelola tersangka dengan dalih investasi tersebut. “Kami koordinasi dengan perbankan untuk menelusurinya,” imbuh polisi berpangkat dua melati di pundaknya itu.

Baca Juga :  Jasa Penitipan Hewan Kebanjiran Order

 

Barang bukti yang disita penyidik meliputi dua kartu debit BRI dan satu kartu debit BNI. Juga dua buku rekening BRI, satu buku rekening Bank Mandiri, serta dua buku rekening BCA.

 

Disinggung perihal nominal uang yang dimiliki tersangka Egga, Kapolres masih enggan membeberkannya. “Namun bisa dibilang total uang tidak sebanyak itu, tidak sesuai dengan kerugian para korban. Karena itu, kami berusaha menelusuri adakah dugaan uang itu tidak disimpan di bank,” tegasnya.

 

Sehingga, penyidik juga terus berkoordinasi serta meminta petunjuk dari kejari. Penyidik menjerat tersangka dengan pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan atau pasal 378 KUHP tentang penipuan. Adakah dugaan tersangka melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU)? Kapolres mengatakan untuk menunggu proses penyidikan rampung.

Baca Juga :  Awas, Terjadi Pergeseran Suara Antarcaleg

 

Perlu diketahui, menurut keterangan saksi korban, modus tersangka menjanjikan imbal hasil investasi dengan nilai yang menggiurkan. Contohnya saksi korban menginvestasikan Rp 5 juta kemudian 30 hari mendapat keuntungan Rp 2 juta. Lalu mengikuti invetasi lagi dengan nominal sama. Setelah 20 hari uangnya menjadi Rp 6,2 juta.

 

Hanya dua kali pembayaran lancar, selanjutnya tidak ada pembayaran dan tersangka sempat melarikan diri dan akhirnya tertangkap di Magelang, Jawa Tengah. (bgs/msu)

MENGADU: Korban investasi bodong saat mengadu di Mapolres Bojonegoro. (Dokumentasi/RDR.BJN)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Proses pemberkasan berita acara pemeriksaan (BAP) kasus arisan dan investasi bodong dengan tersangka Egga Ayu masih berjalan, belum lengkap atau p-21. Sebab penyidik Satreskrim Polres Bojonegoro masih menunggu tambahan laporan dari para korban Egga.

 

Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad menyampaikan, proses BAP masih terus berjalan. Karena saksi korban masih bertambah. Awalnya, satu korban, lalu lima korban, sekarang sudah masuk total sepuluh korban. Namun terkait nilai kerugian masing-masing korban tersebut belum dibeberkan.

 

“Proses BAP masih berjalan, kami juga sudah kirim SPDP (surat pemberitahuan dimulainya penyidikan) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro,” tutur Kapolres.

 

Penyidik juga masih berusaha menelusuri aliran dana dikelola tersangka dengan dalih investasi tersebut. “Kami koordinasi dengan perbankan untuk menelusurinya,” imbuh polisi berpangkat dua melati di pundaknya itu.

Baca Juga :  Tiga Pesilat Ngimbang - Lamongan Jadi DPO

 

Barang bukti yang disita penyidik meliputi dua kartu debit BRI dan satu kartu debit BNI. Juga dua buku rekening BRI, satu buku rekening Bank Mandiri, serta dua buku rekening BCA.

 

Disinggung perihal nominal uang yang dimiliki tersangka Egga, Kapolres masih enggan membeberkannya. “Namun bisa dibilang total uang tidak sebanyak itu, tidak sesuai dengan kerugian para korban. Karena itu, kami berusaha menelusuri adakah dugaan uang itu tidak disimpan di bank,” tegasnya.

 

Sehingga, penyidik juga terus berkoordinasi serta meminta petunjuk dari kejari. Penyidik menjerat tersangka dengan pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan atau pasal 378 KUHP tentang penipuan. Adakah dugaan tersangka melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU)? Kapolres mengatakan untuk menunggu proses penyidikan rampung.

Baca Juga :  Kurang Dua Saksi Ahli, Berkas Owner Investasi Bodong Lamongan Dikembalikan

 

Perlu diketahui, menurut keterangan saksi korban, modus tersangka menjanjikan imbal hasil investasi dengan nilai yang menggiurkan. Contohnya saksi korban menginvestasikan Rp 5 juta kemudian 30 hari mendapat keuntungan Rp 2 juta. Lalu mengikuti invetasi lagi dengan nominal sama. Setelah 20 hari uangnya menjadi Rp 6,2 juta.

 

Hanya dua kali pembayaran lancar, selanjutnya tidak ada pembayaran dan tersangka sempat melarikan diri dan akhirnya tertangkap di Magelang, Jawa Tengah. (bgs/msu)

MENGADU: Korban investasi bodong saat mengadu di Mapolres Bojonegoro. (Dokumentasi/RDR.BJN)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/