29.3 C
Bojonegoro
Wednesday, November 30, 2022

Owner Investasi Bodong Jalani Sidang Perdana  

- Advertisement -

LAMONGAN, Radar Lamongan – Terdakwa investasi bodong Invest Yuk secara estafet mempertanggungjawabkan perbuatannya di meja hijau. Sebelumnya, sejumlah reseller menjalani sidang. Kini, giliran owner investasi bodong bernama Samudra Zahrotul Bilad, 20, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Lamongan, kemarin (23/11).

 

Terdapat dua berkas pada terdakwa asal Dusun Plosolebak, Desa Tambakploso, Kecamatan Turi ini. Yakni, berkas laporan membernya dan berkas terhadap reseller-nya. Nah, dalam sidang perdana kemarin dengan berkas atas laporan murni oleh dua membernya. Bilad, sapaan akrab terdakwa didampingi penasihat hukum  Arif Hidayat.

 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Dara Agustina memastikan, terdakwa didakwa empat pasal dalam sidang berkas pertama ini. Dia menjelaskan, dakwakan pertama terdakwa diancam pidana tentang perbankan dengan ancaman penjara sembilan tahun. Terdakwa juga terancam tentang tentang pasal informasi dan transaksi elektronik.

- Advertisement -

 

‘’Dakwaan ketiga pasal 378 KUHP juncto pasal 65 ayat 1 KUHP, dan ke empat pasal 372 KUHP juncto pasal 65 ayat satu KUHP,’’ terang Dara, sapaan akrabnya.

Baca Juga :  Upayakan Penegakan Hukum Lebih Humanis

 

Dia menjelaskan, awalnya tahun lalu terdakwa yang merupakan ibu rumah tangga berniat membuka usaha investasi berupa trading saham. Selanjutnya, terdakwa menyusun list program investasi dan diunggah dalam status WhatsApp. Terdakwa memberikan iming-iming keuntungan diberikan dalam kurun waktu sepuluh hari.

 

Pada Oktober 2021, saksi sekaligus korban Widyana Zuhrotun Nisa dihubungi oleh terdakwa yang telah dikenal sejak SMA menggunakan WA,  untuk menawarkan menjadi member investasi trading milik terdakwa yaitu Invest Yuk. Korban beberapa kali menyetorkan sejumlah uang kepada terdakwa.

 

‘’Akhirnya karena merasa percaya mengambil  sebanyak 100 slot senilai Rp 800 ribu, yang dijanjikan menerima keuntungan Rp 150 juta. Namun, terdakwa tidak pernah menyerahkan modal dan keuntungan. Sehingga total kerugian saksi Widya Rp 134 juta,’’ terangnya.

Baca Juga :  Tutup Lima Perlintasan tanpa Palang Pintu

 

Selain itu, korban kedua bernama Rifki Amalia menyerahkan sejumlah uang kepada terdakwa. Namun, pada tanggal yang dijanjikan, terdakwa tidak pernah menyerahkan modal dan keuntungan kepada Rifki Amalia. Saat itu, terdakwa beralasan aplikasi trading yang dikelola terdakwa error.

 

‘’Total kerugian yang dialami oleh saksi Rifki Amalia sebesar Rp. 103,4 juta dengan nilai pengembalian hanya Rp 13,4 juta,’’ imbuhnya.

 

Dara menjelaskan, uang yang dihimpun terdakwa dari dua korbannya tersebut, tidak pernah diinvestasikan dalam bentuk trading. Namun, lanjut dia, uang tersebut dikelola sendiri oleh terdakwa, yang diputar kepada member-member yang lain.

 

‘’Serta sebagian uang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Yakni digunakan membeli dua unit mobil, perhiasan emas, satu unit rumah, dan satu buah Iphone 13 Pro Max,’’ terangnya. (sip/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Terdakwa investasi bodong Invest Yuk secara estafet mempertanggungjawabkan perbuatannya di meja hijau. Sebelumnya, sejumlah reseller menjalani sidang. Kini, giliran owner investasi bodong bernama Samudra Zahrotul Bilad, 20, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Lamongan, kemarin (23/11).

 

Terdapat dua berkas pada terdakwa asal Dusun Plosolebak, Desa Tambakploso, Kecamatan Turi ini. Yakni, berkas laporan membernya dan berkas terhadap reseller-nya. Nah, dalam sidang perdana kemarin dengan berkas atas laporan murni oleh dua membernya. Bilad, sapaan akrab terdakwa didampingi penasihat hukum  Arif Hidayat.

 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Dara Agustina memastikan, terdakwa didakwa empat pasal dalam sidang berkas pertama ini. Dia menjelaskan, dakwakan pertama terdakwa diancam pidana tentang perbankan dengan ancaman penjara sembilan tahun. Terdakwa juga terancam tentang tentang pasal informasi dan transaksi elektronik.

- Advertisement -

 

‘’Dakwaan ketiga pasal 378 KUHP juncto pasal 65 ayat 1 KUHP, dan ke empat pasal 372 KUHP juncto pasal 65 ayat satu KUHP,’’ terang Dara, sapaan akrabnya.

Baca Juga :  Tutup Lima Perlintasan tanpa Palang Pintu

 

Dia menjelaskan, awalnya tahun lalu terdakwa yang merupakan ibu rumah tangga berniat membuka usaha investasi berupa trading saham. Selanjutnya, terdakwa menyusun list program investasi dan diunggah dalam status WhatsApp. Terdakwa memberikan iming-iming keuntungan diberikan dalam kurun waktu sepuluh hari.

 

Pada Oktober 2021, saksi sekaligus korban Widyana Zuhrotun Nisa dihubungi oleh terdakwa yang telah dikenal sejak SMA menggunakan WA,  untuk menawarkan menjadi member investasi trading milik terdakwa yaitu Invest Yuk. Korban beberapa kali menyetorkan sejumlah uang kepada terdakwa.

 

‘’Akhirnya karena merasa percaya mengambil  sebanyak 100 slot senilai Rp 800 ribu, yang dijanjikan menerima keuntungan Rp 150 juta. Namun, terdakwa tidak pernah menyerahkan modal dan keuntungan. Sehingga total kerugian saksi Widya Rp 134 juta,’’ terangnya.

Baca Juga :  Tuntutan Penjual – Pembeli SS Beda Setengah Bulan

 

Selain itu, korban kedua bernama Rifki Amalia menyerahkan sejumlah uang kepada terdakwa. Namun, pada tanggal yang dijanjikan, terdakwa tidak pernah menyerahkan modal dan keuntungan kepada Rifki Amalia. Saat itu, terdakwa beralasan aplikasi trading yang dikelola terdakwa error.

 

‘’Total kerugian yang dialami oleh saksi Rifki Amalia sebesar Rp. 103,4 juta dengan nilai pengembalian hanya Rp 13,4 juta,’’ imbuhnya.

 

Dara menjelaskan, uang yang dihimpun terdakwa dari dua korbannya tersebut, tidak pernah diinvestasikan dalam bentuk trading. Namun, lanjut dia, uang tersebut dikelola sendiri oleh terdakwa, yang diputar kepada member-member yang lain.

 

‘’Serta sebagian uang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Yakni digunakan membeli dua unit mobil, perhiasan emas, satu unit rumah, dan satu buah Iphone 13 Pro Max,’’ terangnya. (sip/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Bupati Yes Tinjau Panen Kerapu

RSUD Lama Akan Dijadikan Kantor 4 OPD

Setubuhi Dua Anak, Widi Divonis 12 Tahun

Artikel Terbaru

Demi Cewek di Luar Negeri, Curi HP

Suka Mewarnai Spongebob

Tingkatkan Sinergi Hadapi Resesi

Volume Waduk 50 Persen


/