alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Sunday, September 25, 2022

Kades Kanten Tak Ajukan Kasasi

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Syamsul Hadi, terdakwa kasus penipuan proyek fiktif memutuskan untuk tidak ajukan kasasi atas dua putusan banding Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur (Jatim).

 

Kepala Desa (Kades) Kanten, Kecamatan Trucuk (nonaktif) itu divonis majelis hakim PT Jatim, masing-masing perkara pidana penjara 1,5 tahun, jadi total pidana penjara tiga tahun.

 

Penasihat hukum terdakwa, Sunaryo Abuma’in mengungkapkan, telah berkomunikasi dengan Syamsul Hadi beserta keluarganya. Hasilnya, pihak keluarga menerima putusan banding PT Jatim.

- Advertisement -

 

“Terdakwa bersama keluarganya memutuskan untuk tidak mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA), mereka menerima putusan banding,” tutur Mbah Naryo, sapaan akrabnya.

 

Perlu diketahui, banding terdakwa atas dua kasus penipuan nomor perkara 52/Pid.B/2022/PN Bjn dan 53/Pid.B/2022/PN Bjn itu kandas. Berdasar putusan banding 700/PID/2022/PT SBY dan 701/PID/2022/PT SBY, majelis hakim PT Jatim menguatkan putusan PN Bojonegoro atas dua kasus penipuan tersebut. Yakni, masing-masing perkara divonis 1,5 tahun, jadi total 3 tahun.

Baca Juga :  Hirup Bau Busuk Ikan, Kandungan H2S dan SO2 Tinggi

 

Putusan banding tertanggal 5 September dengan majelis hakim terdiri atas Hakim Ketua Herman Heller Hutapea, Hakim Anggota 1 Agung Wibowo, dan Hakim Anggota 2 Suhartanto. Pihak JPU juga telah menerima putusan banding PT Jatim, alasan banding sebelumnya karena dua kasus penipuan itu merupakan kategori perkara penting (pekating).

 

Perlu diketahui, modus terdakwa di dua kasus penipuan yaitu mengiming-imingi kontraktor berupa proyek fiktif. Namun, masing-masing korban agar bisa mendapat proyek fiktif itu harus membayar uang muka kepada terdakwa total senilai Rp 30 juta. Ternyata setelah menyerahkan uang, tidak ada kelanjutannya. (bgs/msu)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Syamsul Hadi, terdakwa kasus penipuan proyek fiktif memutuskan untuk tidak ajukan kasasi atas dua putusan banding Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur (Jatim).

 

Kepala Desa (Kades) Kanten, Kecamatan Trucuk (nonaktif) itu divonis majelis hakim PT Jatim, masing-masing perkara pidana penjara 1,5 tahun, jadi total pidana penjara tiga tahun.

 

Penasihat hukum terdakwa, Sunaryo Abuma’in mengungkapkan, telah berkomunikasi dengan Syamsul Hadi beserta keluarganya. Hasilnya, pihak keluarga menerima putusan banding PT Jatim.

- Advertisement -

 

“Terdakwa bersama keluarganya memutuskan untuk tidak mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA), mereka menerima putusan banding,” tutur Mbah Naryo, sapaan akrabnya.

 

Perlu diketahui, banding terdakwa atas dua kasus penipuan nomor perkara 52/Pid.B/2022/PN Bjn dan 53/Pid.B/2022/PN Bjn itu kandas. Berdasar putusan banding 700/PID/2022/PT SBY dan 701/PID/2022/PT SBY, majelis hakim PT Jatim menguatkan putusan PN Bojonegoro atas dua kasus penipuan tersebut. Yakni, masing-masing perkara divonis 1,5 tahun, jadi total 3 tahun.

Baca Juga :  Tak Ajukan Eksepsi, Kedua Terdakwa Pasrah

 

Putusan banding tertanggal 5 September dengan majelis hakim terdiri atas Hakim Ketua Herman Heller Hutapea, Hakim Anggota 1 Agung Wibowo, dan Hakim Anggota 2 Suhartanto. Pihak JPU juga telah menerima putusan banding PT Jatim, alasan banding sebelumnya karena dua kasus penipuan itu merupakan kategori perkara penting (pekating).

 

Perlu diketahui, modus terdakwa di dua kasus penipuan yaitu mengiming-imingi kontraktor berupa proyek fiktif. Namun, masing-masing korban agar bisa mendapat proyek fiktif itu harus membayar uang muka kepada terdakwa total senilai Rp 30 juta. Ternyata setelah menyerahkan uang, tidak ada kelanjutannya. (bgs/msu)

Artikel Terkait

Most Read

Cabai Tembus Rp 100 Ribu/Kg

Mencoblos Tanda Dewasa

Harga Bawang Merah-Tomat Naik

Artikel Terbaru

Tantangan Memerdekakan Kemiskinan

Telur Mata Sapi

MenPAN-RB Ajak Survei Kepuasan Publik

Proyek RPH Blora, Dinilai Lambat


/