alexametrics
24.4 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Tersandung Dua Perkara Penipuan Proyek Fiktif

Kades Kanten Trucuk, Bojonegoro Dituntut Total Enam Tahun

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kepala Desa (Kades) Kanten, Kecamatan Trucuk (nonaktif) Syamsul Hadi jalani sidang tuntutan secara daring kemarin (22/6). Terdakwa tersandung dua perkara penipuan proyek fiktif. Terdakwa dituntut jaksa penuntut umum (JPU) masing-masing pidana penjara tiga tahun. Jadi total tuntutannya pidana penjara enam tahun.

 

Suhardono tim JPU membacakan kedua berkas tuntutan secara sekaligus. Masing-masing berkas itu menyebutkan, bahwa terdakwa Syamsul Hadi terbukti bersalah tindak pidana pasal 378 KUHP tentang penipuan sebagaimana dakwaan kesatu.

 

Ketua majelis hakim Estafana Purwanto memberikan kesempatan penasihat hukum terdakwa memberikan tanggapan. Ternyata penasihat hukum terdakwa yaitu Sunaryo Abumain mengiyakan, sehingga pledoi atau nota pembelaan ditanggapi secara lisan.

 

Sunaryo Abumain menyampaikan pledoi kepada majelis hakim berupa permohonan agar kliennya dibebaskan. Karena kedua korban penipuan atas terdakwa telah mencabut laporan dan terjadi kesepakatan perdamaian.

Baca Juga :  Davina Aulia Ramadhani, Model Cilik dari Baureno 

 

JPU Suhardono menyampaikan replik secara lisan yang mana tetap mengacu pada tuntutan. Hal senada duplik penasihat hukum terdakwa juga tetap pada pledoinya. Sehingga, sidang dilanjutkan Rabu depan (29/6) dengan agenda pembacaan amar putusan.

 

Perlu diketahui, berkas nomor perkara 52/Pid.B/2022/PN Bjn, terdakwa mengiming-imingi kontraktor berupa proyek fiktif kepada kontraktor atau korban inisial BP pada Januari 2021 lalu. Terdakwa menawarkan dua paket pekerjaan pembangunana tembok penahan tanah (TPT), masing-masing paket senilai Rp 250 juta dari APBD Jatim 2021.

 

Namun, agar korban bisa mendapat kedua paket proyek itu harus membayar uang muka kepada terdakwa total senilai Rp 30 juta. Ternyata setelah menyerahkan uang, tidak ada kelanjutannya.

Baca Juga :  Obsesi Jadi Pendidik

Lalu modus terdakwa di dalam berkas nomor perkara 52/Pid.B/2022/PN Bjn juga sama, yaitu proyek fiktif. Korban berinisial ZA dijanjikan diberi dua paket proyek pengerasan jalan masing-masing senilai Rp 250 juta pada Januari 2021. Syaratnya sama, korban harus bayar uang muka Rp 30 juta.

 

Terpisah, Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Arfan Halim menerangkan, bahwa tidak hanya dua berkas perkara dijalani terdakwa Syamsul Hadi. Melainkan ada tiga berkas perkara. “Ketiga berkas perkara itu tindak pidana penipuan proyek fiktif,” bebernya. Namun perkara terakhir jadwal sidangnya Selasa depan (28/6) dengan agenda pemeriksaan para terdakwa. (bgs/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kepala Desa (Kades) Kanten, Kecamatan Trucuk (nonaktif) Syamsul Hadi jalani sidang tuntutan secara daring kemarin (22/6). Terdakwa tersandung dua perkara penipuan proyek fiktif. Terdakwa dituntut jaksa penuntut umum (JPU) masing-masing pidana penjara tiga tahun. Jadi total tuntutannya pidana penjara enam tahun.

 

Suhardono tim JPU membacakan kedua berkas tuntutan secara sekaligus. Masing-masing berkas itu menyebutkan, bahwa terdakwa Syamsul Hadi terbukti bersalah tindak pidana pasal 378 KUHP tentang penipuan sebagaimana dakwaan kesatu.

 

Ketua majelis hakim Estafana Purwanto memberikan kesempatan penasihat hukum terdakwa memberikan tanggapan. Ternyata penasihat hukum terdakwa yaitu Sunaryo Abumain mengiyakan, sehingga pledoi atau nota pembelaan ditanggapi secara lisan.

 

Sunaryo Abumain menyampaikan pledoi kepada majelis hakim berupa permohonan agar kliennya dibebaskan. Karena kedua korban penipuan atas terdakwa telah mencabut laporan dan terjadi kesepakatan perdamaian.

Baca Juga :  Kurang Dua Saksi Ahli, Berkas Owner Investasi Bodong Lamongan Dikembalikan

 

JPU Suhardono menyampaikan replik secara lisan yang mana tetap mengacu pada tuntutan. Hal senada duplik penasihat hukum terdakwa juga tetap pada pledoinya. Sehingga, sidang dilanjutkan Rabu depan (29/6) dengan agenda pembacaan amar putusan.

 

Perlu diketahui, berkas nomor perkara 52/Pid.B/2022/PN Bjn, terdakwa mengiming-imingi kontraktor berupa proyek fiktif kepada kontraktor atau korban inisial BP pada Januari 2021 lalu. Terdakwa menawarkan dua paket pekerjaan pembangunana tembok penahan tanah (TPT), masing-masing paket senilai Rp 250 juta dari APBD Jatim 2021.

 

Namun, agar korban bisa mendapat kedua paket proyek itu harus membayar uang muka kepada terdakwa total senilai Rp 30 juta. Ternyata setelah menyerahkan uang, tidak ada kelanjutannya.

Baca Juga :  Davina Aulia Ramadhani, Model Cilik dari Baureno 

Lalu modus terdakwa di dalam berkas nomor perkara 52/Pid.B/2022/PN Bjn juga sama, yaitu proyek fiktif. Korban berinisial ZA dijanjikan diberi dua paket proyek pengerasan jalan masing-masing senilai Rp 250 juta pada Januari 2021. Syaratnya sama, korban harus bayar uang muka Rp 30 juta.

 

Terpisah, Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Arfan Halim menerangkan, bahwa tidak hanya dua berkas perkara dijalani terdakwa Syamsul Hadi. Melainkan ada tiga berkas perkara. “Ketiga berkas perkara itu tindak pidana penipuan proyek fiktif,” bebernya. Namun perkara terakhir jadwal sidangnya Selasa depan (28/6) dengan agenda pemeriksaan para terdakwa. (bgs/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/