alexametrics
31.1 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Curi Besi Sisa Plong, Diadili di Pengadilan Negeri Lamongan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Ihwan F, manajer HRD sebuah pabrik besi di Kecamatan Brondong, dihadirkan ke persidangan kemarin (22/6). Dia menjadi saksi kasus pencurian besi yang terjadi di pabriknya (20/3). Terdakwanya, Edi S, warga Kecamatan Brondong.

 

Kepada Erven Langgeng Kaseh, hakim ketua sidang di PN Lamongan, Ihwan mengatakan, pabriknya beberapa kali mengalami pencurian. Aksi Edi terungkap karena rekaman CCTV. “Kami melihat kejadian pencurian melalui CCTV gudang,” kata Ihwan.

 

Edi terdeteksi setelah warna pakaiannya kontras dan mudah terbaca CCTV. “Dari rekaman CCTV, kami melihat terdakwa memakai kaus hitam dan celana putih,” terang saksi.

 

Edi menjalankan aksinya itu bersama kawannya yang masih DPO, Rijal. Dia mencuri besi sisa pemotongan plong dari pabrik melalui belakang sekitar pukul 23.10. Edi masuk seorang diri melalui sebuah celah di dinding seng gudang tersebut. Dia mengambil troli dan mengambil besi sisa plong.

Baca Juga :  Empat Predator Seksual di Bojonegoro Diringkus

 

Terdakwa mendapatkan 863 kg yang dibagi 20 karung. Edi dan Rijal lalu menjual hasil curiannya ke tukang rongsokan keliling di desa. Edi menyerahkan hasil penjualan besi kepada Rijal Rp 200 ribu.

 

“Semua karyawan sudah pulang di malam hari, sehingga tidak ada orang di pabrik,” ujar Ihwan.

 

Edi membenarkan pernyataan Ihwan. “Saya tidak melihat orang lain di dalam gudang,” katanya. (edo/yan)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Ihwan F, manajer HRD sebuah pabrik besi di Kecamatan Brondong, dihadirkan ke persidangan kemarin (22/6). Dia menjadi saksi kasus pencurian besi yang terjadi di pabriknya (20/3). Terdakwanya, Edi S, warga Kecamatan Brondong.

 

Kepada Erven Langgeng Kaseh, hakim ketua sidang di PN Lamongan, Ihwan mengatakan, pabriknya beberapa kali mengalami pencurian. Aksi Edi terungkap karena rekaman CCTV. “Kami melihat kejadian pencurian melalui CCTV gudang,” kata Ihwan.

 

Edi terdeteksi setelah warna pakaiannya kontras dan mudah terbaca CCTV. “Dari rekaman CCTV, kami melihat terdakwa memakai kaus hitam dan celana putih,” terang saksi.

 

Edi menjalankan aksinya itu bersama kawannya yang masih DPO, Rijal. Dia mencuri besi sisa pemotongan plong dari pabrik melalui belakang sekitar pukul 23.10. Edi masuk seorang diri melalui sebuah celah di dinding seng gudang tersebut. Dia mengambil troli dan mengambil besi sisa plong.

Baca Juga :  Tidak Ada Persiapan Khusus dalam Pelaksanaan ANBK

 

Terdakwa mendapatkan 863 kg yang dibagi 20 karung. Edi dan Rijal lalu menjual hasil curiannya ke tukang rongsokan keliling di desa. Edi menyerahkan hasil penjualan besi kepada Rijal Rp 200 ribu.

 

“Semua karyawan sudah pulang di malam hari, sehingga tidak ada orang di pabrik,” ujar Ihwan.

 

Edi membenarkan pernyataan Ihwan. “Saya tidak melihat orang lain di dalam gudang,” katanya. (edo/yan)

Previous articleJuga Bergantung Tim Lain
Next articleSuka Menari

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/