alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Firmansyah Mengaku Montir hingga Kelabui Petugas

Dalami Motif Pelaku Curi Mobil Dinas Bupati Bojonegoro

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Firmansyah sudah punya angan-angan mengendarai Mitsubishi Pajero hingga di Bekasi. Berkendara bersama orang tua dan seseorang perempuan temannya. Namun, angan-angan itu mendadak pupus.

 

Pemuda asal Jalan Dewi Sartika Bojonegoro itu dikejar mobil polisi ketika melintas di Kecamatan Margomulyo. Adu kecepatan, petugas Polsek Margomulyo itu akhirnya menghadangnya hingga lampu merah Karangsari, Kabupaten Ngawi, Kamis malam (21/4).

 

Ternyata, mobil yang dikendarainya merupakan hasil kejahatan. Mobil Pajero keluaran 2018 itu kendaraan dinas Bupati Anna Mu’awanah. “Di daerah Margomulyo menemukan, di kejar sampai perbatasan Kabupaten Ngawi, tepatnya lampu merah Karangasri,” kata Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad usai gelar pasukan di mapolres kemarin pagi.

 

Bagaimana Firmansyah bisa menembus penjagaan di pemkab setempat, padahal, terdapat anggota satpol PP bertugas? Ternyata, pemuda 24 tahun itu menyamar sebagai montir mobil.

Kapolres menjelaskan, pelaku diamankan dengan membawa orang tua dan teman perempuan. Rencananya akan membawa mobil dinas dengan tujuan ke Bekasi.

Baca Juga :  Amankan Tiga Pencuri Pompa Air di Sambeng, Lamongan

 

Awal pengejaran bermula sekitar pukul 15.00 Kamis sore setelah polres menerima laporan dari pemkab, yaitu satpol PP dan sekretaris daerah (sekda). Kapolres segera mengumumkan ke jajaran polsek sehingga segera melakukan penyekatan.

 

Kronologi kejadian bermula Firmansyah datang ke pemkab sekitar pukul 11.00 mengaku sebagai jasa servis mobil kepada driver pemkab. Firmansyah beralasan mendapat perintah untuk malakukan perawatan kendaraan.

 

“Namun ketika driver pemkab menelpon ke pihak perawatan, ternyata diketahui tidak ada jadwalnya hari itu,” ungkap dia.

Meski begitu, Firmansyah begitu tenang. Dia memilih tetap menunggu. Kesempatan datang ketika driver masuk ke arah dapur. Bergegas Firmansyah mengambil kunci di gantungan yang ada di garasi. Seketika membawa kabur Pajero.

 

Begitu menguasai Pajero, bergegas mampir ke rumahnya. Agar tak dikenali, Firmansyah mengganti pelat nomor mobil dengan nomor berbeda. Firmansyah menyiapkan dan mengganti nopol B 1323 WZV. Sore itu, ia membawa ibunya dan teman perempuan menuju arah Kecamatan Margomulyo.

Baca Juga :  Shodikin Bantah Terima Potongan BOP, Kejari Bojonegoro Siapkan Tuntutan

 

Sekitar pukul 15.00, pihak pemkab melaporkan kejadian mobil dinas dibawa kabur. Penangkapan bermula ketika anggota patroli menemukan ada mobil Pajero berpelat Jakarta dengan ciri-ciri sesuai mobil dinas dan dicurigai. Lalu dikejar ke arah Kabupetan Ngawi.

 

Kapolres mengaku pelaku ditangkap berdasar keterangan saksi dan barang bukti, termasuk kamera pengintai atau CCTV. Firmansyah ditangkap pukul 18.30. Selanjutnya, pukul 20.00 dibawa ke mapolres setempat untuk penyidikan.

 

Saat ini, menurut Kapolres, penyidik masih mendalami terkiat hubungan pelaku dengan pemkab. Juga motif sebenarnya hingga nekat mencuri mobil dinas. “Pelaku satu orang, masih didalami adanya pelaku lainnya. Anggota di lapangan sedang bekerja,” ungkapnya. (irv/rij)

Ilustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Firmansyah sudah punya angan-angan mengendarai Mitsubishi Pajero hingga di Bekasi. Berkendara bersama orang tua dan seseorang perempuan temannya. Namun, angan-angan itu mendadak pupus.

 

Pemuda asal Jalan Dewi Sartika Bojonegoro itu dikejar mobil polisi ketika melintas di Kecamatan Margomulyo. Adu kecepatan, petugas Polsek Margomulyo itu akhirnya menghadangnya hingga lampu merah Karangsari, Kabupaten Ngawi, Kamis malam (21/4).

 

Ternyata, mobil yang dikendarainya merupakan hasil kejahatan. Mobil Pajero keluaran 2018 itu kendaraan dinas Bupati Anna Mu’awanah. “Di daerah Margomulyo menemukan, di kejar sampai perbatasan Kabupaten Ngawi, tepatnya lampu merah Karangasri,” kata Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad usai gelar pasukan di mapolres kemarin pagi.

 

Bagaimana Firmansyah bisa menembus penjagaan di pemkab setempat, padahal, terdapat anggota satpol PP bertugas? Ternyata, pemuda 24 tahun itu menyamar sebagai montir mobil.

Kapolres menjelaskan, pelaku diamankan dengan membawa orang tua dan teman perempuan. Rencananya akan membawa mobil dinas dengan tujuan ke Bekasi.

Baca Juga :  Diduga Curang, 5 Calon Siswa Mengundurkan Diri

 

Awal pengejaran bermula sekitar pukul 15.00 Kamis sore setelah polres menerima laporan dari pemkab, yaitu satpol PP dan sekretaris daerah (sekda). Kapolres segera mengumumkan ke jajaran polsek sehingga segera melakukan penyekatan.

 

Kronologi kejadian bermula Firmansyah datang ke pemkab sekitar pukul 11.00 mengaku sebagai jasa servis mobil kepada driver pemkab. Firmansyah beralasan mendapat perintah untuk malakukan perawatan kendaraan.

 

“Namun ketika driver pemkab menelpon ke pihak perawatan, ternyata diketahui tidak ada jadwalnya hari itu,” ungkap dia.

Meski begitu, Firmansyah begitu tenang. Dia memilih tetap menunggu. Kesempatan datang ketika driver masuk ke arah dapur. Bergegas Firmansyah mengambil kunci di gantungan yang ada di garasi. Seketika membawa kabur Pajero.

 

Begitu menguasai Pajero, bergegas mampir ke rumahnya. Agar tak dikenali, Firmansyah mengganti pelat nomor mobil dengan nomor berbeda. Firmansyah menyiapkan dan mengganti nopol B 1323 WZV. Sore itu, ia membawa ibunya dan teman perempuan menuju arah Kecamatan Margomulyo.

Baca Juga :  Tanpa Diminta Urus Kartu Pencari Kerja Disperinaker Bojonegoro

 

Sekitar pukul 15.00, pihak pemkab melaporkan kejadian mobil dinas dibawa kabur. Penangkapan bermula ketika anggota patroli menemukan ada mobil Pajero berpelat Jakarta dengan ciri-ciri sesuai mobil dinas dan dicurigai. Lalu dikejar ke arah Kabupetan Ngawi.

 

Kapolres mengaku pelaku ditangkap berdasar keterangan saksi dan barang bukti, termasuk kamera pengintai atau CCTV. Firmansyah ditangkap pukul 18.30. Selanjutnya, pukul 20.00 dibawa ke mapolres setempat untuk penyidikan.

 

Saat ini, menurut Kapolres, penyidik masih mendalami terkiat hubungan pelaku dengan pemkab. Juga motif sebenarnya hingga nekat mencuri mobil dinas. “Pelaku satu orang, masih didalami adanya pelaku lainnya. Anggota di lapangan sedang bekerja,” ungkapnya. (irv/rij)

Ilustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/