27.6 C
Bojonegoro
Monday, February 6, 2023

Penghitungan Kerugian Negara Kasus PD BPR

Beralasan Tunggu LHP dari Akuntan Publik

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Jaksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro menggandeng tim akuntan publik asal Surabaya untuk menghitung kerugian negara kasus Perusahaan Daerah (PD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bojonegoro dan PD BPR Cabang Kalitidu.

 

Namun, proses itu tak kunjung tuntas meski sudah berlangsung sejak Desember 2022 lalu.

 

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro Adi Wibowo menerangkan, bahwa tim akuntan publik masih proses menelaah serta menghitung nilai kerugian negara. Sehingga harapannya lembar hasil pemeriksaan (LHP) perhitungan kerugian negara (PKN) bisa segera rampung.

- Advertisement -

 

‘’Kami menunggu LHP-nya turun, sehingga kami bisa menindaklanjuti tahap penyidikan selanjutnya,” tutur Adi.

 

Adi menambahkan, bahwa selama proses penyidikan ada penyitaan barang bukti berupa uang. ‘’Kami menyita bukti berupa uang kerugian negara dari perkara PD. BPR Bojonegoro sebesar Rp 410,6 juta, PD. BPR Cabang Kalitidu Rp 360,8 juta,” tambahnya. Penyitaan tersebut tidak memengaruhi proses penyidikan. ‘’Penyidikan tetap berjalan,” imbuhnya.

 

Perlu diketahui, berdasar penyidikan awal terjadi penyimpangan dalam pemberian kredit PD BPR Cabang Kalitidu pada 2015-2016 dengan total nilai kredit sebesar Rp 524 juta.

 

Kemudian dugaan penyimpangan dalam pemberian kredit konstruksi dari tahun 2015-2017 yang dilakukan oleh BPR Daerah Pusat dengan total kredit senilai Rp. 2,9 miliar. Jadi totalnya Rp 3,4 miliar. (bgs/msu)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Jaksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro menggandeng tim akuntan publik asal Surabaya untuk menghitung kerugian negara kasus Perusahaan Daerah (PD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bojonegoro dan PD BPR Cabang Kalitidu.

 

Namun, proses itu tak kunjung tuntas meski sudah berlangsung sejak Desember 2022 lalu.

 

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro Adi Wibowo menerangkan, bahwa tim akuntan publik masih proses menelaah serta menghitung nilai kerugian negara. Sehingga harapannya lembar hasil pemeriksaan (LHP) perhitungan kerugian negara (PKN) bisa segera rampung.

- Advertisement -

 

‘’Kami menunggu LHP-nya turun, sehingga kami bisa menindaklanjuti tahap penyidikan selanjutnya,” tutur Adi.

 

Adi menambahkan, bahwa selama proses penyidikan ada penyitaan barang bukti berupa uang. ‘’Kami menyita bukti berupa uang kerugian negara dari perkara PD. BPR Bojonegoro sebesar Rp 410,6 juta, PD. BPR Cabang Kalitidu Rp 360,8 juta,” tambahnya. Penyitaan tersebut tidak memengaruhi proses penyidikan. ‘’Penyidikan tetap berjalan,” imbuhnya.

 

Perlu diketahui, berdasar penyidikan awal terjadi penyimpangan dalam pemberian kredit PD BPR Cabang Kalitidu pada 2015-2016 dengan total nilai kredit sebesar Rp 524 juta.

 

Kemudian dugaan penyimpangan dalam pemberian kredit konstruksi dari tahun 2015-2017 yang dilakukan oleh BPR Daerah Pusat dengan total kredit senilai Rp. 2,9 miliar. Jadi totalnya Rp 3,4 miliar. (bgs/msu)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Bentuk Istana dari Lego

Dua Kali Bobol Konter

Potensi Ekspansi Pabrik, Jadi Perhatian

Pertanyakan Nasib Seluruh Karyawan


/