alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Sunday, September 25, 2022

Pengedar Pil Dobel L Divonis Sepuluh Bulan Penjara

- Advertisement -

LAMONGAN, Radar Lamongan – Hendrik Ardiyanto, 22, asal Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, divonis sepuluh bulan penjara dan denda Rp 5 juta subsider dua bulan penjara. Dia dinyatakan bersalah dalam kasus peredaran pil dobel L pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Lamongan secara online kemarin (20/9).

 

Vonis sidang dengan ketua majelis hakim Erven Langgeng Kaseh, didampingi anggota R Muhammad Syakrani dan Nunik Sri Wahyuni itu lebih ringan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Dara Agustina. Pada sidang sebelumnya, terdakwa dituntut setahun penjara, denda Rp 5 juta subsider kurungan selama dua bulan.

 

‘’Karena memang putusan lebih ringan dari tuntuan, terdakwa menerima,’’ kata penasihat hukum terdakwa, Arif Hidayat.

Baca Juga :  Kejari Bojonegoro Tak Kunjung Tetapkan Tersangka
- Advertisement -

 

JPU Dwi Dara Agustina juga menerima hasil vonis tersebut. ‘’Putusan dari hakim sudah memenuhi dua pertiga, kemudian terdakwa menerima putusan itu sehingga kami juga menerima,’’ ujarnya.

 

Seperti diberitakan, terdakwa ditangkap di pinggir jalan  Labuhan Brondong (22/3) pukul 22.30. Polisi menemukan 70 butir pil dobel L di rokok Sukun hitam. Pil itu didapatkan dari Cipto (DPO), warga Palang, Tuban. Terdakwa mengaku membeli pil dobel L seminggu sebelum ditangkap. Jika 100 butir terjual, maka keuntungannya Rp 100 ribu.

 

Terdakwa menjual dua kali pil itu kepada Ahmad Khumaini alias Pentil. (sip/yan)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Hendrik Ardiyanto, 22, asal Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, divonis sepuluh bulan penjara dan denda Rp 5 juta subsider dua bulan penjara. Dia dinyatakan bersalah dalam kasus peredaran pil dobel L pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Lamongan secara online kemarin (20/9).

 

Vonis sidang dengan ketua majelis hakim Erven Langgeng Kaseh, didampingi anggota R Muhammad Syakrani dan Nunik Sri Wahyuni itu lebih ringan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Dara Agustina. Pada sidang sebelumnya, terdakwa dituntut setahun penjara, denda Rp 5 juta subsider kurungan selama dua bulan.

 

‘’Karena memang putusan lebih ringan dari tuntuan, terdakwa menerima,’’ kata penasihat hukum terdakwa, Arif Hidayat.

Baca Juga :  Kejari Bojonegoro Tak Kunjung Tetapkan Tersangka
- Advertisement -

 

JPU Dwi Dara Agustina juga menerima hasil vonis tersebut. ‘’Putusan dari hakim sudah memenuhi dua pertiga, kemudian terdakwa menerima putusan itu sehingga kami juga menerima,’’ ujarnya.

 

Seperti diberitakan, terdakwa ditangkap di pinggir jalan  Labuhan Brondong (22/3) pukul 22.30. Polisi menemukan 70 butir pil dobel L di rokok Sukun hitam. Pil itu didapatkan dari Cipto (DPO), warga Palang, Tuban. Terdakwa mengaku membeli pil dobel L seminggu sebelum ditangkap. Jika 100 butir terjual, maka keuntungannya Rp 100 ribu.

 

Terdakwa menjual dua kali pil itu kepada Ahmad Khumaini alias Pentil. (sip/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Tantangan Memerdekakan Kemiskinan

Telur Mata Sapi

MenPAN-RB Ajak Survei Kepuasan Publik

Proyek RPH Blora, Dinilai Lambat


/