alexametrics
25.7 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Ungkap Jaringan Sabu-Sabu Perempuan Beranak di Lamongan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Jaringan pengedar sabu – sabu (SS) kini melibatkan perempuan beranak. Setelah Nur’aini, 42, ibu empat anak warga Desa Tambakrigadung, Kecamatan Tikung diringkus, giliran  Febri Susanti, 30, warga Desa Baturono, Kecamatan Sukodadi, yang diamankan.

 

Janda dua anak itu tak berkutik karena polisi menemukan sabu – sabu di botol CDR suplemen yang ada di kamarnya.

 

‘’Ini satu rentetan penjual sabu – sabu perempuan,’’ kata Kasatreskoba Polres Lamongan, AKP Khusen, kemarin (20/5).

 

Dia menjelaskan, berdasarkan pengembangan dari penangkapan Nur’aini, tersangka mendapatkan barang haram tersebut dari Febri Susanti. Febri menjadi pemasok sabu – sabu. Dia mengambil SS dari wilayah Surabaya.

Baca Juga :  Satu Perkara Dilakukan Keadilan Restorasi di Kejaksaan Negeri Blora

 

‘’Tersangka Febri Susanti  di hadapan petugas mengaku dirinya melakukan penjualan ke Nur’aini,’’ jelas Khusen.

 

Febri sudah sekitar 8 bulan mengedarkan SS. Sebulan, dia mengambil 4 gram SS di Surabaya. Satu gram SS dibeli Rp 800 ribu dan dijual Rp 1,1 juta.

 

‘’Kalau laba, lebih banyak melakukan pengeceran, bisa sampai Rp 300 ribu lebih,’’ tutur Khusen.

 

Tersangka juga memakai SS tersebut. Barang bukti yang diamankan dari kasus ini, empat klip SS seberat 1,6 gram, satu kaleng CDR, satu teko keramik, HP Samsung A20S. (mal/yan)

BARANG BUKTI: Polisi mengamankan SS dan HP sebagai barang bukti dari penangkapan Febri Susanti. (M.GAMAL A/RDR.LMG)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Jaringan pengedar sabu – sabu (SS) kini melibatkan perempuan beranak. Setelah Nur’aini, 42, ibu empat anak warga Desa Tambakrigadung, Kecamatan Tikung diringkus, giliran  Febri Susanti, 30, warga Desa Baturono, Kecamatan Sukodadi, yang diamankan.

 

Janda dua anak itu tak berkutik karena polisi menemukan sabu – sabu di botol CDR suplemen yang ada di kamarnya.

 

‘’Ini satu rentetan penjual sabu – sabu perempuan,’’ kata Kasatreskoba Polres Lamongan, AKP Khusen, kemarin (20/5).

 

Dia menjelaskan, berdasarkan pengembangan dari penangkapan Nur’aini, tersangka mendapatkan barang haram tersebut dari Febri Susanti. Febri menjadi pemasok sabu – sabu. Dia mengambil SS dari wilayah Surabaya.

Baca Juga :  Kades Karangwedoro Terciduk Konsumsi SS & Tinggal Bersama Istri Orang

 

‘’Tersangka Febri Susanti  di hadapan petugas mengaku dirinya melakukan penjualan ke Nur’aini,’’ jelas Khusen.

 

Febri sudah sekitar 8 bulan mengedarkan SS. Sebulan, dia mengambil 4 gram SS di Surabaya. Satu gram SS dibeli Rp 800 ribu dan dijual Rp 1,1 juta.

 

‘’Kalau laba, lebih banyak melakukan pengeceran, bisa sampai Rp 300 ribu lebih,’’ tutur Khusen.

 

Tersangka juga memakai SS tersebut. Barang bukti yang diamankan dari kasus ini, empat klip SS seberat 1,6 gram, satu kaleng CDR, satu teko keramik, HP Samsung A20S. (mal/yan)

BARANG BUKTI: Polisi mengamankan SS dan HP sebagai barang bukti dari penangkapan Febri Susanti. (M.GAMAL A/RDR.LMG)

Artikel Terkait

Most Read

Rajungan Minim, Udang Rebon Melimpah

Konsep Desa Wisata Belum Optimal

Kolam Air Mancur Dipenuhi Lumut

Artikel Terbaru


/