alexametrics
36.5 C
Bojonegoro
Saturday, September 24, 2022

Terancam Hukuman Minimal Empat Tahun

- Advertisement -

LAMONGAN, Radar Lamongan – Muhammad Ali Mustaqim, 26, warga Desa Wonokerto, Kecamatan Dukun, Gresik, diancam dua pasal dalam kasus peredaran pil carnopen.

 

Yakni, pasal 112 dan 114 masing – masing ayat 2 UU

RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. ‘’Narkotika kalau minimal penjaranya pasat 114 itu lima tahun, pasal 112 minimal empat tahun,’’ ujar Jaksa penuntut umum (JPU) Dwi Dara Agustina.

 

- Advertisement -

Pada sidang online di Pengadilan Negeri (PN) Lamongan kemarin (19/9), JPU menghadirkan saksi dari pihak kepolisian, Suwondo, 42, dan Ikfahan Ari P, 29.

 

Suwondo menuturkan, terdakwa ditangkap di pekarangan rumah Desa Labuhan, Kecamatan Brondong (14/4).

 

Baca Juga :  Korban Penganiayaan Dirawat di RSUD dr Soegiri Lamongan

‘’Waktu kita amankan, kedapatan membawa 61 butir pil di dompet warna biru,’’ ujar saksi di depan ketua majelis hakim Maskur Hidayat, serta anggota Olyviarin Rosalinda Taopan dan Nunik Sri Wahyuni.

 

Saat penangkapan, lanjut dia, ditemukan uang Rp 535 ribu beserta HP. Sementara pembeli pil itu masih DPO.

‘’Di rumah, di dalam lemari ditemukan pil 80 butir. Jadi total 141 butir,’’ ujarnya.

 

Dari pengakuan Ali, lanjut saksi, pil tersebut didapatkan dari Sumarno yang saat ini juga masih DPO. ‘’Jual 1 tik isi 10 butir dengan harga Rp 100 ribu. Jadi satu butirnya Rp 10 ribu,’’ jelasnya.

 

Terdakwa membenarkan keterangan saksi tersebut. Menurut terdakwa, calon pembeli pil Kamal. ‘’Dapat 200 butir (beli dari Sumarno). Satu tik isi 10 butir harga 100 ribu, uang keseluruhan Rp 2 juta,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Terduga Korupsi Senilai 581 Juta, Kades Kapas Dilimpah ke Kejaksaan

 

Sistemnya pembayarannya, setor. Sekali setor, Rp 100 ribu.‘’Terkadang ada juga diberi upah pakai sepuluh butir,’’ akunya.

 

‘’Dua kali sebelumnya, dikasih upah Rp 100 ribu. Biasanya pil carnopen 20 tik habis 4-5 hari. Kemudian disetorkan kepada Sumarno.  Saya jualan biasanya di tempat yang saya ditangkap, pembeli yang ke sana,’’ tuturnya. (sip/yan)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Muhammad Ali Mustaqim, 26, warga Desa Wonokerto, Kecamatan Dukun, Gresik, diancam dua pasal dalam kasus peredaran pil carnopen.

 

Yakni, pasal 112 dan 114 masing – masing ayat 2 UU

RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. ‘’Narkotika kalau minimal penjaranya pasat 114 itu lima tahun, pasal 112 minimal empat tahun,’’ ujar Jaksa penuntut umum (JPU) Dwi Dara Agustina.

 

- Advertisement -

Pada sidang online di Pengadilan Negeri (PN) Lamongan kemarin (19/9), JPU menghadirkan saksi dari pihak kepolisian, Suwondo, 42, dan Ikfahan Ari P, 29.

 

Suwondo menuturkan, terdakwa ditangkap di pekarangan rumah Desa Labuhan, Kecamatan Brondong (14/4).

 

Baca Juga :  Kalahkan Borneo FC 2-0 di Stadion Surajaya

‘’Waktu kita amankan, kedapatan membawa 61 butir pil di dompet warna biru,’’ ujar saksi di depan ketua majelis hakim Maskur Hidayat, serta anggota Olyviarin Rosalinda Taopan dan Nunik Sri Wahyuni.

 

Saat penangkapan, lanjut dia, ditemukan uang Rp 535 ribu beserta HP. Sementara pembeli pil itu masih DPO.

‘’Di rumah, di dalam lemari ditemukan pil 80 butir. Jadi total 141 butir,’’ ujarnya.

 

Dari pengakuan Ali, lanjut saksi, pil tersebut didapatkan dari Sumarno yang saat ini juga masih DPO. ‘’Jual 1 tik isi 10 butir dengan harga Rp 100 ribu. Jadi satu butirnya Rp 10 ribu,’’ jelasnya.

 

Terdakwa membenarkan keterangan saksi tersebut. Menurut terdakwa, calon pembeli pil Kamal. ‘’Dapat 200 butir (beli dari Sumarno). Satu tik isi 10 butir harga 100 ribu, uang keseluruhan Rp 2 juta,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Tuduh Tabrak Adiknya, Pencuri Gondol Motor di Turi, Lamongan

 

Sistemnya pembayarannya, setor. Sekali setor, Rp 100 ribu.‘’Terkadang ada juga diberi upah pakai sepuluh butir,’’ akunya.

 

‘’Dua kali sebelumnya, dikasih upah Rp 100 ribu. Biasanya pil carnopen 20 tik habis 4-5 hari. Kemudian disetorkan kepada Sumarno.  Saya jualan biasanya di tempat yang saya ditangkap, pembeli yang ke sana,’’ tuturnya. (sip/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

MenPAN-RB Ajak Survei Kepuasan Publik

Proyek RPH Blora, Dinilai Lambat

Dinas PMD Masih Konsultasi dengan Pakar

Dua Kades di Blora Terancam Diberhentikan


/