27.6 C
Bojonegoro
Monday, February 6, 2023

Residivis Narkoba Terima Putusan Majelis Hakim

Divonis 6,5 Tahun

- Advertisement -

LAMONGAN, Radar Lamongan – Residivis kasus narkotika, Muklis, 38, warga Kelurahan Sidoharjo, Lamongan kemarin (17/11) divonis 6,5 tahun. Vonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lamongan itu  lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Dara Agustina.

 

Dara menuturkan, saat pembacaan tuntutan, JPU menuntut terdakwa dipenjara tujuh tahun dikurangi masa penahanan sementara. Juga, membayar denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan.

 

‘’Terdakwa diancam pidana dalam pasal 112 ayat 1 Undang – Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dalam dakwaan kedua penuntut umum,’’ katanya.

- Advertisement -

 

Namun, majelis hakim memutuskan Muklis divonis 6,5 tahun, denda Rp 1,4 miliar subsider tiga bulan penjara.

 

Sedangkan barang bukti satu klip sabu seberat 0,27 gram, 3 pipet kaca, tiga sedotan, satu alat hisap, satu korek api gas, sebuah dompet, dan sebuah HP Vivo, dirampas untuk dimusnahkan.

 

Dara menjelaskan, ada beberapa pertimbangan pihaknya dalam mengajukan tuntutan. ‘’Terdakwa pernah dihukum sebelumnya dalam perkara narkotika,’’ jelasnya.

 

Arif Hidayat, penasihat hukum dari terdakwa, menuturkan, hal yang meringankan, terdakwa mengakui dan berterus terang terkait perbuatannya. Sehingga memperlancar jalannya persidangan. Selain itu, terdakwa merupakan tulang punggung keluarga.

 

‘’Tadi terdakwa menerima putusan majelis hakim, jadi kami selaku penasihat hukum juga menerima,’’ jelasnya.

 

Kasus ini berawal Senin (9/5) pukul 07.00. Muklis berada di rumah istrinya di Desa Pangolangan, Kecamatan Borne, Bangkalan. Terdakwa lalu mengirim pesan via WhatsApp kepada Farhan (DPO) untuk dibelikan sabu Rp 400 ribu.

 

Sabu didapat, terdakwa menyerahkan uangnya. Terdakwa mengonsumsi sabu di kamar mandinya.

 

Paginya, terdakwa pulang ke rumahnya di Balong Banteng, Sidoharjo, Lamongan. Satu klip sabu disimpan di dompet cokelat. Alat hisapnya disimpan di lemari ruang tengah. Sekitar pukul 20.00, terdakwa berangkat ke pasar untuk menjual sayur. Tiga jam kemudian, terdakwa pamit kepada istrinya  untuk pulang ke rumah karena merasa capek. Saat terdakwa di rumahnya, datang anggota Ditresnarkoba Polda Jatim. (sip/yan)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Residivis kasus narkotika, Muklis, 38, warga Kelurahan Sidoharjo, Lamongan kemarin (17/11) divonis 6,5 tahun. Vonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lamongan itu  lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Dara Agustina.

 

Dara menuturkan, saat pembacaan tuntutan, JPU menuntut terdakwa dipenjara tujuh tahun dikurangi masa penahanan sementara. Juga, membayar denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan.

 

‘’Terdakwa diancam pidana dalam pasal 112 ayat 1 Undang – Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dalam dakwaan kedua penuntut umum,’’ katanya.

- Advertisement -

 

Namun, majelis hakim memutuskan Muklis divonis 6,5 tahun, denda Rp 1,4 miliar subsider tiga bulan penjara.

 

Sedangkan barang bukti satu klip sabu seberat 0,27 gram, 3 pipet kaca, tiga sedotan, satu alat hisap, satu korek api gas, sebuah dompet, dan sebuah HP Vivo, dirampas untuk dimusnahkan.

 

Dara menjelaskan, ada beberapa pertimbangan pihaknya dalam mengajukan tuntutan. ‘’Terdakwa pernah dihukum sebelumnya dalam perkara narkotika,’’ jelasnya.

 

Arif Hidayat, penasihat hukum dari terdakwa, menuturkan, hal yang meringankan, terdakwa mengakui dan berterus terang terkait perbuatannya. Sehingga memperlancar jalannya persidangan. Selain itu, terdakwa merupakan tulang punggung keluarga.

 

‘’Tadi terdakwa menerima putusan majelis hakim, jadi kami selaku penasihat hukum juga menerima,’’ jelasnya.

 

Kasus ini berawal Senin (9/5) pukul 07.00. Muklis berada di rumah istrinya di Desa Pangolangan, Kecamatan Borne, Bangkalan. Terdakwa lalu mengirim pesan via WhatsApp kepada Farhan (DPO) untuk dibelikan sabu Rp 400 ribu.

 

Sabu didapat, terdakwa menyerahkan uangnya. Terdakwa mengonsumsi sabu di kamar mandinya.

 

Paginya, terdakwa pulang ke rumahnya di Balong Banteng, Sidoharjo, Lamongan. Satu klip sabu disimpan di dompet cokelat. Alat hisapnya disimpan di lemari ruang tengah. Sekitar pukul 20.00, terdakwa berangkat ke pasar untuk menjual sayur. Tiga jam kemudian, terdakwa pamit kepada istrinya  untuk pulang ke rumah karena merasa capek. Saat terdakwa di rumahnya, datang anggota Ditresnarkoba Polda Jatim. (sip/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Harta Paslon Usai Penetapan

Terancam Maksimal 20 Tahun Penjara

Satu Wall Climbing Rusak

Artikel Terbaru

Bentuk Istana dari Lego

Dua Kali Bobol Konter

Potensi Ekspansi Pabrik, Jadi Perhatian

Pertanyakan Nasib Seluruh Karyawan


/