alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Wednesday, October 5, 2022

Kasus Ketiga Divonis Penjara 22 Bulan

Gegara Uang Gaib, Kades Kanten, Trucuk – Bojonegoro Dijerat Tiga Kasus

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kepala Desa Kanten (nonaktif) Syamsul Hadi (SH), terjerat tiga perkara penipuan. Belum tuntas menjalani satu perkara, kemarin (16/8) Syamsul Hadi kembali sidang putusan penipuan proyek fiktif. Majelis hakim menghukum SH pidana penjara satu tahun sepuluh bulan.

 

Kasus ketiga ini, SH tidak sendirian. Ada dua terdakwa lain yakni Agus Isnandar (AI) dan Khoirudin (KU). “Ketiga terdakwa terbukti secara sah melanggar tindak pidana pasal 378 KUHP tentang penipuan,” kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro Ahmad Bukhori.

 

Masing-masing terdakwa bervariatif tergantung peran dan jumlah uang kejahatan yang dinikmati. Terdakwa AI divonis pidana penjara tiga tahun. Terdakwa KU divonis pidana penjara satu tahun enam bulan.

Baca Juga :  Proyek Gedung Baru DPRD Segera Dilelang
- Advertisement -

 

Perlu diketahui, terdakwa SH sudah terjerat dua kasus penipuan. Sebelumnya dengan nomor perkara 52/Pid.B/2022/PN Bjn dan 53/Pid.B/2022/PN Bjn. Masing-masing perkara, terdakwa SH divonis pidana penjara satu tahun enam bulan. Jadi totalnya pidana penjara tiga tahun. Namun, belum inkracht. Sebab JPU dan PH terdakwa ajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur.

 

Ketiga kasus penipuan itu modusnya sama, yakni berupa proyek fiktif. Alasan merancang proyek fiktif, terdakwa SH bersama AI dan KU tergiur uang gaib ditawarkan terdakwa dengan berkas terpisah. Yakni Agus Supriyanto (AS) dan Bambang Hari Santoso (BHS). Akibat proyek fiktif tersebut, saksi korban menderita kerugian Rp 995 juta.

Baca Juga :  Bekuk Pengedar 1.050 Butir Obat Depresi di Blora

 

Hasil penipuan digunakan membiayai ritual mengambil uang gaib dikatakan terdakwa AS dan BHS merupakan warisan mangkunegaran kerawitan Solo. Namun kenyataannya hanya isapan jempol belaka. (bgs/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kepala Desa Kanten (nonaktif) Syamsul Hadi (SH), terjerat tiga perkara penipuan. Belum tuntas menjalani satu perkara, kemarin (16/8) Syamsul Hadi kembali sidang putusan penipuan proyek fiktif. Majelis hakim menghukum SH pidana penjara satu tahun sepuluh bulan.

 

Kasus ketiga ini, SH tidak sendirian. Ada dua terdakwa lain yakni Agus Isnandar (AI) dan Khoirudin (KU). “Ketiga terdakwa terbukti secara sah melanggar tindak pidana pasal 378 KUHP tentang penipuan,” kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro Ahmad Bukhori.

 

Masing-masing terdakwa bervariatif tergantung peran dan jumlah uang kejahatan yang dinikmati. Terdakwa AI divonis pidana penjara tiga tahun. Terdakwa KU divonis pidana penjara satu tahun enam bulan.

Baca Juga :  Pembelajaran Berbasis Digital
- Advertisement -

 

Perlu diketahui, terdakwa SH sudah terjerat dua kasus penipuan. Sebelumnya dengan nomor perkara 52/Pid.B/2022/PN Bjn dan 53/Pid.B/2022/PN Bjn. Masing-masing perkara, terdakwa SH divonis pidana penjara satu tahun enam bulan. Jadi totalnya pidana penjara tiga tahun. Namun, belum inkracht. Sebab JPU dan PH terdakwa ajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur.

 

Ketiga kasus penipuan itu modusnya sama, yakni berupa proyek fiktif. Alasan merancang proyek fiktif, terdakwa SH bersama AI dan KU tergiur uang gaib ditawarkan terdakwa dengan berkas terpisah. Yakni Agus Supriyanto (AS) dan Bambang Hari Santoso (BHS). Akibat proyek fiktif tersebut, saksi korban menderita kerugian Rp 995 juta.

Baca Juga :  Petani Cabai di Blora Semringah, Harga Panen Naik

 

Hasil penipuan digunakan membiayai ritual mengambil uang gaib dikatakan terdakwa AS dan BHS merupakan warisan mangkunegaran kerawitan Solo. Namun kenyataannya hanya isapan jempol belaka. (bgs/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Rancang Dua Opsi

Pelebaran Mulai Rampung


/