alexametrics
32.2 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Korban Anak Tiri hingga Adik Ipar

Empat Predator Seksual di Bojonegoro Diringkus

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Empat predator seksual diringkus Polres Bojonegoro dengan kasus berbeda-beda. Satu kasus pencabulan dan satu kasus persetubuhan dengan korban anak di bawah umur. Satu kasus percobaan pemerkosaan dan satu kasus persetubuhan, kedua kasus itu korbannya perempuan dewasa.

 

Salim, tersangka warga Kabupaten Nganjuk yang menikah dan tinggal di rumah istrinya di Kecamatan Dander. Tersangka berusia 52 tahun itu ditangkap setelah mencabuli anak tirinya baru berusia 12 tahun sebanyak empat kali.

 

Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad menerangkan, bahwa tersangka diketahui dan dilaporkan setelah mencabuli anak tirinya pada Mei lalu.

Tersangka merupakan ayah tiri korban. Tersangka melakukan bujuk rayu terhadap korban, sehingga korban mau menuruti niat tersangka.  “Tersangka juga melarang korban bilang kepada Ibu dan kakek neneknya,” kata Kapolres.

Tersangka dijerat pasal 76 E jo pasal 82 ayat (1) UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman hukuman minimal pidana penjara lima tahun dan maksimal lima belas tahun,” imbuhnya.

 

Berikutnya, kepolisian menangkap Khoirul Hidayat, 27, tersangka persetubuhan anak. Tersangka warga Kecamatan Kanor. Kapolres mengatakan, tersangka dan korban bermula kenal dari media sosial (medsos) Juli 2021. Tersangka melakukan bujuk rayu dan berjanji akan menikahi korban sehingga korban bersedia diajak berhubungan badan pada Agustus 2021.

Baca Juga :  Komisi A DPRD Bojonegoro Dorong BNNK Lekas Dibentuk

 

Tersangka menyetubuhi korban masih berusia 16 tahun itu dua kali. “Ketika ajakan berhubungan badan kali kedua, korban sempat menolak,” jelasnya. Namun tersangka mengancam akan menyebarkan foto-foto telanjang korban, akhirnya korban pun menuruti tersangka. Selanjutnya, korban pun hamil dan telah melahirkan pada Mei lalu.

 

Tersangka dijerat pasal 81 ayat (2) UU Nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak. Tersangka juga diancam hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

 

Predator berikutnya, kepolisian menangkap Purnomo. Tersangka berusia 25 tahun itu diduga melakukan persetubuhan dengan korban berusia 26 tahun, Mei lalu. Lokasi kejadian perkara di dalam kamar kafe sekaligus cuci mobil turut Kecamatan Dander.

 

Awalnya modus tersangka mengajak curhat korban masalah keluarganya. Kemudian tersangka memaksa korban berhubungan badan. Tersangka dijerat pasal 6 huruf b UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. “Ancaman hukumannya paling lama pidana penjara dua belas tahun dan denda paling banyak Rp 300 juta,” ucapnya.

Baca Juga :  Waswas Calon Kepala Dinas

 

Sementara itu, April lalu, kepolisian menangkap Kustari, 41, tersangka percobaan pemerkosaan. Tersangka warga Kecamatan Dander itu masuk ke kamar korban dan hendak memperkosa. Korban berontak, sehingga tersangka berusaha membungkam mulut korban agar tidak berteriak.

 

Naasnya, saat berusaha menyetubuhi korban, alat kelamin tersangka dalam kondisi lemas. Akhirnya selang beberapa waktu, anak korban terbangun dan menangis kencang. Karena takut ketahuan tetangga, tersangka melarikan diri.

“Tersangka dijerat pasal 285 KUHP 53 ayat (1) dan 289 KUHP. Ancaman hukumannya pidana penjara minimal 5 tahun,” jelasnya.

 

Terpisah, Awaludin Nur Hidayah penasihat hukum (PH) keempat tersangka menjelaskan, bahwa masing-masing tersangka masih proses melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP).

 

Pria asal Desa Kanor, Kecamatan Kanor itu mengatakan tersangka Salim mengaku telah melakukan tindak pidana cabul terhadap anak tirinya. Lalu tersangka Khoirul Hidayat menyetubuhi anak usia 16 tahun.

 

“Sedangkan tersangka Pornomo itu memperkosa perempuan 26 tahun. Kemudian, tersangka Kustari itu melakukan percobaan pemerkosaan adik iparnya sendiri,” pungkasnya. (bgs/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Empat predator seksual diringkus Polres Bojonegoro dengan kasus berbeda-beda. Satu kasus pencabulan dan satu kasus persetubuhan dengan korban anak di bawah umur. Satu kasus percobaan pemerkosaan dan satu kasus persetubuhan, kedua kasus itu korbannya perempuan dewasa.

 

Salim, tersangka warga Kabupaten Nganjuk yang menikah dan tinggal di rumah istrinya di Kecamatan Dander. Tersangka berusia 52 tahun itu ditangkap setelah mencabuli anak tirinya baru berusia 12 tahun sebanyak empat kali.

 

Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad menerangkan, bahwa tersangka diketahui dan dilaporkan setelah mencabuli anak tirinya pada Mei lalu.

Tersangka merupakan ayah tiri korban. Tersangka melakukan bujuk rayu terhadap korban, sehingga korban mau menuruti niat tersangka.  “Tersangka juga melarang korban bilang kepada Ibu dan kakek neneknya,” kata Kapolres.

Tersangka dijerat pasal 76 E jo pasal 82 ayat (1) UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman hukuman minimal pidana penjara lima tahun dan maksimal lima belas tahun,” imbuhnya.

 

Berikutnya, kepolisian menangkap Khoirul Hidayat, 27, tersangka persetubuhan anak. Tersangka warga Kecamatan Kanor. Kapolres mengatakan, tersangka dan korban bermula kenal dari media sosial (medsos) Juli 2021. Tersangka melakukan bujuk rayu dan berjanji akan menikahi korban sehingga korban bersedia diajak berhubungan badan pada Agustus 2021.

Baca Juga :  Hanya Empat Proyek Dimenangkan Kontraktor Lokal

 

Tersangka menyetubuhi korban masih berusia 16 tahun itu dua kali. “Ketika ajakan berhubungan badan kali kedua, korban sempat menolak,” jelasnya. Namun tersangka mengancam akan menyebarkan foto-foto telanjang korban, akhirnya korban pun menuruti tersangka. Selanjutnya, korban pun hamil dan telah melahirkan pada Mei lalu.

 

Tersangka dijerat pasal 81 ayat (2) UU Nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak. Tersangka juga diancam hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

 

Predator berikutnya, kepolisian menangkap Purnomo. Tersangka berusia 25 tahun itu diduga melakukan persetubuhan dengan korban berusia 26 tahun, Mei lalu. Lokasi kejadian perkara di dalam kamar kafe sekaligus cuci mobil turut Kecamatan Dander.

 

Awalnya modus tersangka mengajak curhat korban masalah keluarganya. Kemudian tersangka memaksa korban berhubungan badan. Tersangka dijerat pasal 6 huruf b UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. “Ancaman hukumannya paling lama pidana penjara dua belas tahun dan denda paling banyak Rp 300 juta,” ucapnya.

Baca Juga :  Musnahkan 1,2 Kg Sabu-Sabu

 

Sementara itu, April lalu, kepolisian menangkap Kustari, 41, tersangka percobaan pemerkosaan. Tersangka warga Kecamatan Dander itu masuk ke kamar korban dan hendak memperkosa. Korban berontak, sehingga tersangka berusaha membungkam mulut korban agar tidak berteriak.

 

Naasnya, saat berusaha menyetubuhi korban, alat kelamin tersangka dalam kondisi lemas. Akhirnya selang beberapa waktu, anak korban terbangun dan menangis kencang. Karena takut ketahuan tetangga, tersangka melarikan diri.

“Tersangka dijerat pasal 285 KUHP 53 ayat (1) dan 289 KUHP. Ancaman hukumannya pidana penjara minimal 5 tahun,” jelasnya.

 

Terpisah, Awaludin Nur Hidayah penasihat hukum (PH) keempat tersangka menjelaskan, bahwa masing-masing tersangka masih proses melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP).

 

Pria asal Desa Kanor, Kecamatan Kanor itu mengatakan tersangka Salim mengaku telah melakukan tindak pidana cabul terhadap anak tirinya. Lalu tersangka Khoirul Hidayat menyetubuhi anak usia 16 tahun.

 

“Sedangkan tersangka Pornomo itu memperkosa perempuan 26 tahun. Kemudian, tersangka Kustari itu melakukan percobaan pemerkosaan adik iparnya sendiri,” pungkasnya. (bgs/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/