29.3 C
Bojonegoro
Wednesday, November 30, 2022

Kejari Bojonegoro: Cabuli Anak Tiri, Dituntut 8 Tahun

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Seorang ayah tiri mendapat tuntutan berat atas ulahnya pencabulan. Sidang kemarin (15/9) tim jaksa penuntut umum (JPU) membacakan tuntutan terhadap terdakwa SL kasus pencabulan anak di bawah umur. Pria asli Kabupaten Nganjuk itu dituntut pidana penjara delapan tahun. Terdakwa mencabuli anak tirinya berusia 12 tahun.

 

Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro Arfan Halim mengatakan, bahwa terdakwa SL dituntut pidana penjara delapan tahun. Tuntutan tersebut sudah diperberat, karena terdakwa merupakan bapak tiri korban.

 

Berdasar pasal 81 ayat (3) UU Perlindungan Anak menyebutkan dalam hal tindak pidana dilakukan oleh orang tua, wali, orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga, pengasuh anak, pendidik, tenaga kependidikan, aparat menangani perlindungan anak, atau dilakukan oleh lebih dari satu orang secara bersama-sama, pidananya ditambah sepertiga dari ancaman pidana.

Baca Juga :  Jatah Dibatasi Perbankan, Karyawan Swasta Sulit Dapatkan KPR
- Advertisement -

 

“Iya tuntutan JPU sudah diperberat. Karena terdakwa merupakan bapak tiri dari korban,” jelas Arfan.

 

Perlu diketahui, SL ditangkap satreskrim polres awal Juni lalu. Terdakwa asal Kabupaten Nganjuk itu dilaporkan karena diketahui mencabuli anak tirinya sendiri berusia 12 tahun sebanyak empat kali pada Mei lalu. Ibu kandung korban atau istri terdakwa lapor ke kepolisian.

 

Terdakwa tinggal di rumah istrinya turut Kecamatan Dander. Terdakwa melakukan aksi cabulnya dengan cara bujuk rayu terhadap korban. “Tuntutan JPU sebagaimana dakwaan pasal 76 E jo pasal 82 ayat (1) UU Perlindungan Anak, yakni pencabulan anak di bawah umur,” pungkasnya. (bgs/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Seorang ayah tiri mendapat tuntutan berat atas ulahnya pencabulan. Sidang kemarin (15/9) tim jaksa penuntut umum (JPU) membacakan tuntutan terhadap terdakwa SL kasus pencabulan anak di bawah umur. Pria asli Kabupaten Nganjuk itu dituntut pidana penjara delapan tahun. Terdakwa mencabuli anak tirinya berusia 12 tahun.

 

Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro Arfan Halim mengatakan, bahwa terdakwa SL dituntut pidana penjara delapan tahun. Tuntutan tersebut sudah diperberat, karena terdakwa merupakan bapak tiri korban.

 

Berdasar pasal 81 ayat (3) UU Perlindungan Anak menyebutkan dalam hal tindak pidana dilakukan oleh orang tua, wali, orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga, pengasuh anak, pendidik, tenaga kependidikan, aparat menangani perlindungan anak, atau dilakukan oleh lebih dari satu orang secara bersama-sama, pidananya ditambah sepertiga dari ancaman pidana.

Baca Juga :  Imam Pindah di Mihrab Nabi
- Advertisement -

 

“Iya tuntutan JPU sudah diperberat. Karena terdakwa merupakan bapak tiri dari korban,” jelas Arfan.

 

Perlu diketahui, SL ditangkap satreskrim polres awal Juni lalu. Terdakwa asal Kabupaten Nganjuk itu dilaporkan karena diketahui mencabuli anak tirinya sendiri berusia 12 tahun sebanyak empat kali pada Mei lalu. Ibu kandung korban atau istri terdakwa lapor ke kepolisian.

 

Terdakwa tinggal di rumah istrinya turut Kecamatan Dander. Terdakwa melakukan aksi cabulnya dengan cara bujuk rayu terhadap korban. “Tuntutan JPU sebagaimana dakwaan pasal 76 E jo pasal 82 ayat (1) UU Perlindungan Anak, yakni pencabulan anak di bawah umur,” pungkasnya. (bgs/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Raperda Pesantren di Meja DPRD

APBD 2023 Ditetapkan Rp 2,2 Triliun

Pamerkan Busana dari Batik Blora

Dijanjikan Penerbangan Tahun Depan


/