alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Transaksi Sabu-Sabu, Teman Diadili Bersama

LAMONGAN, Radar Lamongan – Dua perkara narkoba disidangkan bersamaan di Pengadilan Negeri (PN) Lamongan kemarin (15/6). Dua terdakwa pada dua kasus tersebut terhubung satu sama lain sebagai pengedar narkoba dalam sidang secara daring itu.

 

Kedua terdakwa itu, Ghilmanul WM alias Hilman dan Awanul M alias Sio.

 

“Saya sudah lama kenal dengan Hilman,” kata Awanul di awal pemeriksaan kepada hakim ketua, Erven Langgeng Kaseh.

 

Hilman dihubungi kawannya Diky alias Gempo (5/1) yang memertanyakan ketersediaan sabu-sabu. Hilman lalu bertanya kepada Awanul dan dijawab ada barang. Hilman diminta pergi ke rumahnya di Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran.

 

“Dikasihnya (uang) di rumah saya,” ujar Awanul.

Baca Juga :  Jual Sabu-Sabu, Ibu Empat Anak di Lamongan Diringkus

 

“Hilman bilang ke saya, barangnya untuk temannya. Saya tidak tahu Diky itu siapa, saya juga tidak pernah bertemu sebelumnya,” imbuhnya.

 

Sementara Hilman mengaku sudah tiga kali membeli sabu-sabu dari Awanul. “Yang pertama saya pakai sendiri, kemudian yang kedua saya membelikan untuk orang lain,” katanya.

 

“Kemudian yang ketiga ini, saudara tertangkap,” kata hakim ketua.

 

Hilman mengaku kenal Diky. “Saya sudah sekitar dua hingga tiga bulan kenal dengan Gempo. Saya pertama kali bertemu dengannya di rumahnya,” jelasnya.

 

“Diberi 750 ribu, kemudian saya beli di Awanul sebanyak 700 ribu. Sisanya saya bawa sendiri,” imbuhnya.

 

Seusai persidangan, Jaksa Penuntut Umum untuk kedua perkara itu, Dwi Dara Agustina, membenarkan mengenai hubungan antara Hilman, Awanul, dan Diky. “Awanul dan Hilman sudah kenal dan berteman selama sepuluh tahun lebih,” katanya.

Baca Juga :  Sempat Terkendala Izin PT KAI

 

Kedua terdakwa didakwa atas kepemilikan dan kegiatan jual-beli sabu-sabu. (edo/yan)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Dua perkara narkoba disidangkan bersamaan di Pengadilan Negeri (PN) Lamongan kemarin (15/6). Dua terdakwa pada dua kasus tersebut terhubung satu sama lain sebagai pengedar narkoba dalam sidang secara daring itu.

 

Kedua terdakwa itu, Ghilmanul WM alias Hilman dan Awanul M alias Sio.

 

“Saya sudah lama kenal dengan Hilman,” kata Awanul di awal pemeriksaan kepada hakim ketua, Erven Langgeng Kaseh.

 

Hilman dihubungi kawannya Diky alias Gempo (5/1) yang memertanyakan ketersediaan sabu-sabu. Hilman lalu bertanya kepada Awanul dan dijawab ada barang. Hilman diminta pergi ke rumahnya di Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran.

 

“Dikasihnya (uang) di rumah saya,” ujar Awanul.

Baca Juga :  Jual Sabu-Sabu, Ibu Empat Anak di Lamongan Diringkus

 

“Hilman bilang ke saya, barangnya untuk temannya. Saya tidak tahu Diky itu siapa, saya juga tidak pernah bertemu sebelumnya,” imbuhnya.

 

Sementara Hilman mengaku sudah tiga kali membeli sabu-sabu dari Awanul. “Yang pertama saya pakai sendiri, kemudian yang kedua saya membelikan untuk orang lain,” katanya.

 

“Kemudian yang ketiga ini, saudara tertangkap,” kata hakim ketua.

 

Hilman mengaku kenal Diky. “Saya sudah sekitar dua hingga tiga bulan kenal dengan Gempo. Saya pertama kali bertemu dengannya di rumahnya,” jelasnya.

 

“Diberi 750 ribu, kemudian saya beli di Awanul sebanyak 700 ribu. Sisanya saya bawa sendiri,” imbuhnya.

 

Seusai persidangan, Jaksa Penuntut Umum untuk kedua perkara itu, Dwi Dara Agustina, membenarkan mengenai hubungan antara Hilman, Awanul, dan Diky. “Awanul dan Hilman sudah kenal dan berteman selama sepuluh tahun lebih,” katanya.

Baca Juga :  Bukti Aset Tiga Tersangka Belum Dilampirkan

 

Kedua terdakwa didakwa atas kepemilikan dan kegiatan jual-beli sabu-sabu. (edo/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Diterjang Banjir, Jembatan Ambrol

Usulkan 375 Formasi CPNS Guru

12 Hari, 22 Gram Sabu-Sabu Diamankan

Artikel Terbaru


/