alexametrics
32.2 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Selewengkan Dana Covid-19 dan Pembangunan Jembatan

Kades Kapas, Bojonegoro Diduga Korupsi Rp 500 Juta

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Fakta mengejutkan dari penyidikan tersangka Adi Syaiful Alim. Tersangka Kepala Desa (Kades) Kapas (nonaktif) itu diduga melakukan korupsi dana Covid-19 dan pembangunan jembatan pada 2019-2020. Total kerugian penyelewengan APBDes sebesar Rp 500 juta.

 

Hingga kemarin (14/6), Adi Syaiful Alim masih mendekam di tahanan mapolres setempat. Berkas penyidikan sudah diserahkan ke kejaksaan negeri (kejari) dan menunggu dinyatakan P-21 (berkas dinyatakan lengkap).

 

Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad mengatakan, dugaan penyelewengan APBDes sekitar Rp 500 juta. Pemeriksaan sudah selesai dilakukan dan berkas diserahkan ke kejari. Sehingga tinggal menunggu P-21 dan diperkirakan secepatnya. “Berharap dalam minggu depan (bisa P-21),” ungkapnya kemarin (14/6).

Baca Juga :  Dibingungkan Titik Koordinat

 

Kapolres meminta para kades maupun semua stakeholder di Bojonegoro menaati aturan yang ada. Ketika menemui hal-hal yang ragu dan tidak paham, bisa berkomunikasi dengan inspektorat setempat.

 

Tentu agar internal dari pemkab bisa mengambil langkah-langkah. Sebelum semakin dalam dan menyebabkan kerugian negara besar dan berujung pemidanaan.

 

Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Edward Naibaho mengatakan, bahwa pelimpahan berkas berita acara pemeriksaan (BAP) kasus dugaan korupsi dengan tersangka Kades Kapas dilimpahkan ke jaksa penyidik, Senin (13/6).

 

“Saat ini, jaksa penyidik masih meneliti berkas BAP, apakah berkasnya sudah lengkap atau masih perlu penambahan bukti,” imbuhnya.

 

Perlu diketahui, penetapan kades yang baru menjabat dua tahun tujuh bulan itu sebagai tersangka dilakukan setelah menjalani pemeriksaan di Unit II Tipikor Satreskrim Polres Bojonegoro pada 23 Mei. Hingga pada pukul 20.45 penyidik menetapkan kades yang akrab disapa Ipung itu sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan.

Baca Juga :  Kades Dibui Rerata Dolanan Proyek di Bojonegoro

 

Camat Kapas Mahkfud mengatakan proses pengisian Plt Kades Kapas hingga kini belum selesai. Pengajuan sudah dilakukan, namun menunggu infromasi dari dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (PMD).

 

“BPD Kapas pemberitahuan ke bupati melalui dinas PMD. Sehingga menunggu informasi selanjutnya,” terangnya. (irv/bgs/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Fakta mengejutkan dari penyidikan tersangka Adi Syaiful Alim. Tersangka Kepala Desa (Kades) Kapas (nonaktif) itu diduga melakukan korupsi dana Covid-19 dan pembangunan jembatan pada 2019-2020. Total kerugian penyelewengan APBDes sebesar Rp 500 juta.

 

Hingga kemarin (14/6), Adi Syaiful Alim masih mendekam di tahanan mapolres setempat. Berkas penyidikan sudah diserahkan ke kejaksaan negeri (kejari) dan menunggu dinyatakan P-21 (berkas dinyatakan lengkap).

 

Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad mengatakan, dugaan penyelewengan APBDes sekitar Rp 500 juta. Pemeriksaan sudah selesai dilakukan dan berkas diserahkan ke kejari. Sehingga tinggal menunggu P-21 dan diperkirakan secepatnya. “Berharap dalam minggu depan (bisa P-21),” ungkapnya kemarin (14/6).

Baca Juga :  Berkas Migor Oplosan Dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Lamongan

 

Kapolres meminta para kades maupun semua stakeholder di Bojonegoro menaati aturan yang ada. Ketika menemui hal-hal yang ragu dan tidak paham, bisa berkomunikasi dengan inspektorat setempat.

 

Tentu agar internal dari pemkab bisa mengambil langkah-langkah. Sebelum semakin dalam dan menyebabkan kerugian negara besar dan berujung pemidanaan.

 

Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Edward Naibaho mengatakan, bahwa pelimpahan berkas berita acara pemeriksaan (BAP) kasus dugaan korupsi dengan tersangka Kades Kapas dilimpahkan ke jaksa penyidik, Senin (13/6).

 

“Saat ini, jaksa penyidik masih meneliti berkas BAP, apakah berkasnya sudah lengkap atau masih perlu penambahan bukti,” imbuhnya.

 

Perlu diketahui, penetapan kades yang baru menjabat dua tahun tujuh bulan itu sebagai tersangka dilakukan setelah menjalani pemeriksaan di Unit II Tipikor Satreskrim Polres Bojonegoro pada 23 Mei. Hingga pada pukul 20.45 penyidik menetapkan kades yang akrab disapa Ipung itu sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan.

Baca Juga :  Berkas BAP Kades Kapas, Bojonegoro P-21

 

Camat Kapas Mahkfud mengatakan proses pengisian Plt Kades Kapas hingga kini belum selesai. Pengajuan sudah dilakukan, namun menunggu infromasi dari dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (PMD).

 

“BPD Kapas pemberitahuan ke bupati melalui dinas PMD. Sehingga menunggu informasi selanjutnya,” terangnya. (irv/bgs/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/